Rabu, Juli 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Guntur Purwoko: Jenazah Anak dan 2 Cucu Saya Membiru, Mungkin Karena Gas Air Mata

Redaksi by Redaksi
Oktober 5, 2022 2:46 pm
in Peristiwa
Guntur Purwoko, 57, saat ditemui di rumah duka di Wajak, Kabupaten Malang.

Guntur Purwoko, 57, saat ditemui di rumah duka di Wajak, Kabupaten Malang. Foto/Rubianto

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Guntur Purwoko, 57 tahun, kehilangan satu anak kandung yakni Debi Asta Putri Purwoko, 34 tahun, dan dua cucunya yakni Naila Deby Anggraini,13 tahun, dan Natasya Deby Ramadhani,16 tahun.

Ketiganya meninggal dunia usai peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Hingga kini, setidaknya sudah 131 warga yang meninggal dunia dalam tragedi berdarah tersebut.

READ ALSO

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Guntur Purwoko sangat terpukul. Debi adalah anak pertamanya dan merupakan anak kesayanannya. Dia adalah pribadi yang tomboy. Bahkan, dia bisa menyopir truck. ”Dia melakukan kesalahan apa saja, saya tidak bisa marah,” katanya saat ditemui di rumah duka di Wajak, Kabupaten Malang.

Sedangkan Natasya adalah cucu pertama dia. Natasya dan Naila adalah cucu kesayangannya. ”Sejak kecil mereka bersama saya, saya dipanggil mereka sebagai bapak,” kata pria yang tinggal di Krebet, Kabupaten Malang ini.

Debi Asta Putri Purwoko,34 tahun, semasa hidupnya.
Debi Asta Putri Purwoko, 34 tahun, semasa hidupnya. Foto/Rubianto.

Dia bercerita, hampir setiap hari, dua cucunya itu mampir ke rumahnya usai sekolah. Biasanya, Naila yang sekolah di SMPN 2 Krebet, Kabupaten Malang, datang terlebih dahulu.

Lalu, Natasya yang sekolah di SMKN 1 Malang datang. Termasuk pada hari Sabtu sebelum kejadian, keduanya sempat mampir ke rumahnya. ”Dari siang, baru magrib pulang katanya mau nonton Arema bersama keluarga,” katanya.

Dia tidak punya firasat apa-apa. Dia juga tidak menonton Arema FC, sekalipun dari layar televisi. ”Sekitar jam 8 malam, saya tidur,” katanya.

Baru sekitar setengah tiga dini hari, dia terbangun. ”Adik saya bangunin, katanya cucu saya wafat di Kanjuruhan,” katanya.

Dia menuju Kepanjen, belum sampai Kepanjen, anaknya yang dikabarkan meninggal dunia. ”Jenazah katanya sudah berangkat, hingga saya putar balik ke Wajak,” imbuhnya.

Sebelum dimakamkan, dia sempat melihat jenazah tiga orang yang dia sayangi itu. Setengah badan mereka, yakni dari dada ke atas, membiru. ”Mungkin karena gas air mata itu, dan kehabisan oksigen, saya tidak tahu kenapa membiru,” kata pensiunan pabrik tebu Krebet ini.

Dia mengaku ikhlas atas tragedi yang menimpa anak dan dua cucunya itu. ”Saya ikhlas, semoga menjadi yang terakhir,” pungkasnya.

Reporter: Irham Thoriq

Editor: Herlianto. A

Tags: Kesaksian Korban KanjuruhanKorban Tragedi KanjuruhanStadion Kanjuruhan

Related Posts

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji
Peristiwa

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Sabtu, 11 Jul 2026
Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka
Peristiwa

Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka

Selasa, 7 Jul 2026
Proses evakuasi truk tangki yang terguling. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Dahului Kendaraan di Tikungan, Pemotor Tewas Tertimpa Truk Tangki di Karangkates

Selasa, 23 Jun 2026
hangus dilalap api
Peristiwa

2 Rumah Warga Desa Pendem Hangus Dilalap Api, Kerugian Capai Rp700 Juta

Senin, 8 Jun 2026
Lokasi tenggelamnya remaja di Embung Babadan Ngajum. Foto: Polsek Ngajum
Peristiwa

Remaja Tewas Tenggelam di Wisata Sumber Embung Babadan Ngajum

Senin, 1 Jun 2026
Next Post
Presiden Jokowi saat press conference di depan IGD RSSA Malang.

Jokowi Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan di RSSA Malang

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.