MALANG, Tugujatim.id – Program Asistensi Mengajar yang dijalankan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali memberikan pengalaman nyata di dunia pendidikan.
Salah satu sekolah mitra dalam program ini adalah SMA Negeri 3 Malang, yang berlokasi di Jalan Sultan Agung No. 7, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Kegiatan Asistensi Mengajar berlangsung selama 15 minggu, mulai 26 Agustus hingga 5 Desember 2024, dengan fokus utama pada pendampingan kegiatan akademik di kelas.
Salah satu mahasiswa yang terlibat adalah Khoridatul Bahiyah, yang berperan aktif dalam pembelajaran mata pelajaran Geografi di kelas X-J.
Baca Juga: Prittt! Komika Gilang Herlambang Bikin Penonton Pecah Tawa di GKB Universitas Negeri Malang
Selama tujuh kali pertemuan, ia menyampaikan berbagai materi, mulai dari Peta, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi (SIG), Penelitian Geografi, hingga Bumi sebagai Ruang Kehidupan.

Dalam proses pembelajaran, Khoridatul menerapkan beragam model pembelajaran untuk mendorong keaktifan dan kemampuan berpikir kritis siswa.
Pada materi Penelitian Geografi, misalnya, ia menggunakan model Problem Based Learning dengan mengajak siswa menganalisis hasil penelitian, mulai dari perumusan masalah, metode penelitian, hingga penarikan kesimpulan.
Pendekatan ini membantu siswa memahami proses penelitian secara lebih kontekstual.
Sementara itu, pada materi Bumi sebagai Ruang Kehidupan, Khoridatul menerapkan Project Based Learning. Siswa diminta mengumpulkan informasi terkait materi pembelajaran, kemudian menyusunnya dalam bentuk infografis.
Baca Juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! Ini Cara Mendapatkan Golden Ticket Masuk Universitas Negeri Malang
Metode ini tidak hanya melatih pemahaman konsep, tetapi juga mengasah kreativitas dan kemampuan menyajikan informasi secara visual.
Selain Khoridatul, mahasiswa Asistensi Mengajar lainnya juga berkontribusi dalam penyusunan berbagai perangkat ajar, seperti PowerPoint, kuis interaktif, serta Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis liveworksheets.
Perangkat ini dirancang untuk membuat proses pembelajaran lebih menarik dan interaktif bagi siswa.
Namun, pelaksanaan Asistensi Mengajar tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah kurangnya kerja sama sebagian siswa dalam kegiatan kelompok, yang sempat memicu ketidakharmonisan.
Selain itu, keterlambatan pengumpulan tugas juga menjadi hambatan karena berpengaruh pada proses penilaian.
Meski demikian, melalui pendampingan yang intensif dan komunikasi yang baik, kendala tersebut dapat diatasi hingga seluruh tugas akhirnya terkumpul dengan baik.
Selama mengikuti Program Asistensi Mengajar di SMA Negeri 3 Malang, mahasiswa memperoleh banyak pelajaran berharga.
Tidak hanya mengimplementasikan teori pembelajaran yang diperoleh di bangku kuliah, mahasiswa juga belajar menghadapi beragam karakter siswa, mengelola kelas, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif dan tidak membosankan.
Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa UM dalam mempersiapkan diri sebagai calon pendidik profesional di masa depan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Herlianto. A


















