Malang, Tugumalang.id – Malam Natal, malam penuh sukacita yang dinantikan oleh umat Kristiani di seluruh dunia. Kebahagiaan natal juga dirasakan oleh seluruh civitas akademika Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang beserta umat Katolik Unit Pastoral Gereja ST Thomas Aquinas pada Rabu (25/12/2024).
Gereja yang berada di lingkungan Kampus 2 ITN Malang itu menggelar Misa Malam Natal pada 24 Desember dan Misa Natal pada 25 Desember yang dilanjut dengan Pesta Natal Anak. Romo Bertolomeus Agustinus Soko Kowe CDD atau Romo Tino memimpin jalannya Misa Malam Natal dengan khidmat yang diikuti 600 umat 6 lingkungan dan civitas ITN Malang.

Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D, beserta keluarga yang turut beribadah mewakili institusi mengucapkan selamat merayakan Natal 2024. Dia juga mengajak umat untuk merenung sejenak. Baginya, tahun 2024 ini sangat luar biasa. Banyak keberhasilan, ada kegagalan, banyak suka cita dan kesedihan.
Baca Juga: Jelang Hari Raya Natal, Pj Wali Kota Malang Pantau Kesiapan dan Keamanan Gereja
“Tahun yang luar biasa istimewa. Hari ini kita menyatukan, mempersembahkan dalam naungan Yesus Kristus. Mudah mudahan menjadi semangat di tahun baru dan semoga damai Natal menyertai kita dan keluarga,” tuturnya.
Menurutnya, kampus ITN Malang terus berupaya memberikan yang terbaik kepada mahasiswa, bangsa, dan negara. Dia memproyeksikan bahwa tahun depan akan banyak perkembangan signifikan di ITN Malang.
Pada Misa Malam Natal ini Awan berkesempatan mempersembahkan lagu ‘O Holy Night’. Lagu bertema Natal tersebut diadaptasi dari puisi ciptaan penyair Prancis pada 1843. Lagu ini dipopulerkan oleh Mariah Carey pada tahun 90-an.
Lirik O Holy Night atau O Malam Kudus menceritakan kelahiran Yesus Kristus dengan segala keajaibannya. Menggambarkan bintang bertaburan yang bersinar terang dan sukacita para malaikat yang menyambut kehadiran Juru Selamat.
Natal tahun 2024 ini mengusung tema ‘Kembali ke Betlehem’. Tema itu memiliki harapan mengajak umat Kristiani untuk kembali merenungkan makna kelahiran Yesus Kristus di hari yang penuh sukacita. Tema tersebut juga menceritakan kisah para gembala yang mengajarkan tentang keimanan dan keyakinan.
Ketika para gembala mendengar kabar tentang kelahiran Tuhan Yesus, mereka segera menuju ke Betlehem. Ini menjadi cermin kesetiaan dalam mengikuti panggilan Tuhan.
Sidik Argana, Ketua Panitia Misa Natal berharap keteguhan iman dan keyakinan para gembala dapat terus menjadi suri tauladan bagi umat dalam spirit Natal yang penuh damai ini.
“Kami berharap kedepannya umat lebih adem, ayem, tentrem (hidup tenang dan damai). Bersemangat dalam berkumpul, dan semakin guyub rukun,” tuturnya.
Baca Juga:
“Serta dari perayaan natal tahun ini bisa terbentuk paguyuban umat di Gereja ST Thomas Aquinas Paroki St. Albertus de Trapani, Kota Malang,” sambungnya.
Dalam Misa Natal pada 25 Desember yang dilanjut dengan Pesta Natal Anak itu diwarnai dengan pertunjukan tari. Rangkaian dimulai dari penari yang mengenakan kebaya menarikan Tari Natal Sekami di gereja. Disusul tarian Dayak yang mengiringi dua orang anak pembawa tanda cinta anak Sekami kepada Romo.
Anak anak Sekami yang ada di dalam gereja kemudian diajak ikut serta maju ke depan altar untuk menyanyi dan menari bersama dengan romo. Lagu Jingle Bells dan Merry Christmas kian membuat suasana semakin meriah
“Anak anak kemudian menerima berkat dari romo, dan selanjutnya menerima bingkisan natal. Di depan gereja mereka juga mengikuti lomba menghias donat yang disediakan oleh panitia bersama Master Chef Junior, Louisa Candice,” jelasnya.
Diakhir acara lomba menghias donat, romo memilih 10 donat yang paling lucu dan menarik untuk mendapatkan hadiah. Untuk menambah meriah acara panitia juga membagikan permen hias kepada anak anak untuk diberikan kepada orang terkasih.
“Mereka memberikan permen tersebut bisa kepada bapak, ibu, atau saudara. Ini untuk meningkatkan rasa cinta kasih kepada keluarga,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Redaktur: jatmiko
























