Malang, Tugumalang.id – Optimasi bermain media sosial menjadi topik utama pada sit in programme yang diselenggarakan Fakultas Vokasi UMM (Universitas Muhammadiyah Malang), Selasa (14/5/2024). Sebagai peserta pada program tersebut, siswa-siswi SMAN 1 Lawang, Kabupaten Malang.
Dekan Fakultas Vokasi UMM Prof Tulus Winarsunu mengatakan, sit in dalam arti harafiahnya hadir mengikuti kelas. Makna lebih luas, mengikuti perkuliahan atau pembelajaran di luar sekolah atau di perguruan tinggi.
Prof Tulus membeberkan, peserta program sit in terbuka untuk semua sekolah. Khususnya SMA/SMK dan sederajat. Program tersebut bagian mendekatkan diri kepada masyarakat secara langsung.
Sit in programme pun dianggap penting. Maka pihak Vokasi akan mengagendakan secara berkelanjutan.
“Dengan berbagai alasan, para siswa SMA/SMK dan sederajat dapat memperoleh pengayaan keilmuan serta keterampilan secara konkret. Atau saya menyebut, sit in ini sebagai program upscaling,” kata Prof Tulus kepada Tugumalang.id.
Keilmuan dan keterampilan pada siswa, sambung Prof Tulus, tidak bisa langsung terbentuk begitu saja.

Butuh peran-peran lembaga dalam hal ini perguruan tinggi. “Setelah upscaling kemudian di-rescaling, untuk mendapatkan hal-hal baru,” jelas mantan dekan Fakultas Psikologi UMM tersebut.
Untuk diketahui, pada program sit in tersebut diikuti sekitar 20 siswa yang didampingi dua guru BK (bimbingan dan konseling).
Baca Juga: Luar Biasa!, 19 Lulusan Pelatihan Bekisting Training Center Vokasi UMM Angkatan Pertama Langsung Diterima Bekerja di Jepang
Kegiatan sit in programme berlangsung dari pagi hingga menjelang sore. Pemberian materi berlangsung di GKB IV lantai 3 ruang 301.

Selama berada di kampus, para peserta tidak hanya mendapatkan materi layaknya mengikuti kuliah. Mereka juga diajak ke TC (training center) Vokasi UMM.
Sebuah lembaga di bawah naungan Fakultas Vokasi yang memfasilitasi lulusan, minimal SMA/SMK dan sederajat, bekerja ke Jepang.
Selama di TC Vokasi, para peserta mengikuti materi profesional kelas bahasa Jepang. Dengan didampingi tim TC dan guru Bahasa Jepang, acara dilanjutkan room tour.

Koordinator Kemahasiswaan Alumni dan Kewirausahaan Fakultas Vokasi UMM Eka Kadharpa Utama Dewayani SE MM menjelaskan, semakin banyak peserta mendapatkan insight soal kehidupan kampus, maka semakin bagus.
Sesuai tujuan awal, mereka datang ke kampus yang dipilih ingin mengenal lebih dekat. Seperti saat mereka memilih datang ke Fakultas Vokasi UMM.
Baca Juga: Belajar Keorganisasian, Himpunan Mahasiswa Fakultas Vokasi UMM Ngecamp Semalam
“Jadi kami mengemas kegiatan semenarik mungkin. Sehingga mampu memberi kesan positif. Ya, setidaknya menjadi bahan bercerita kepada keluarga dan teman-temannya,” ujar Eka.
Harapannya para siswa mendapat gambaran jelas apa itu Fakultas Vokasi. “Lulusan Vokasi dirancang mendapatkan minimal empat sertifikasi kompetensi. Bekal menciptakan kerja dan terserap ke dunia kerja,” ungkapnya.
Fakultas Vokasi UMM memiliki 5 program studi. Yakni, Sarjana Terapan Agribisnis Unggas, Sarjana Terapan Bisnis Properti, D3 Keperawatan, D3 Teknik Elektronika serta D3 Keuangan dan Perbankan.
Terkait media sosial menjadi tema utama pada pembekalan kali ini, kata Eka, karena sejalan dengan tren era digital sekarang.
Di mana, dalam kehidupan sehari anak-anak muda kekinian menghabiskan banyak waktu untuk bermedia sosial.
“Jika mereka paham bagaimana cara bermedia sosial secara baik bisa untuk personal branding lho. Akan mudah dikenali siapa dirinya. Tentu untuk menunjang masa depan mereka sendiri,” kata Manager Representatif Bengkel Rinjani, unit bisnis UMM itu.
Pada kesempatan yang sama, dosen Fakultas Vokasi UMM, Yunan Saifullah SE MSc menegaskan, peran media sosial saat ini makin meluas.
Media sosial tidak hanya sebagai tempat untuk mengekspresikan diri, konten-konten media sosial bisa menjadi alternatif sumber informasi.

“Konten media sosial bisa menggantikan bahan bacaan, asal tahu caranya,” tandas Yunan.
Disampaikan Yunan, media sosial memiliki peran penting untuk menunjang kesuksesan seseorang.
Pada generasi yang bertumbuh dengan kecanggihan teknologi dan kemajuan informasi, media sosial tidak bisa dipandang sebelah mata lagi.
Dia mencontohkan, dari cara memegang handphone, anak-anak muda sekarang jauh lebih canggih dibandingkan generasi sebelumnya. Bahkan dia menyebut, anak sekarang memiliki kecenderungan “autis” terhadap keberadaan handphone.
Baca Juga: Siap Bekerja ke Jepang, Hilmi Banyak Belajar di TC Fakultas Vokasi UMM
“Manfaatkan kehadiran media sosial dengan baik,” ungkapnya.
Kepada peserta Yunan juga mengingatkan, ada dua faktor penting untuk mewujudkan mimpi menjadi orang sukses.
Pertama lingkungan. Siapa orang-orang terdekat selain doa kedua orang tua sangat berperan penting.
“Kedua, buku-buku bacaan,” ungkap mantan aktivis kampus tersebut di hadapan peserta.
Sementara praktisi media Happy Roikhan, menyajikan materi lebih pada praktik. Dosen pratisi Fakultas Vokasi UMM itu menjelaskan, ingin mengoptimalkan bermain media sosial membutuhkan kecakapan membuat konten.

Menurutnya, content is king, semacam alat utama untuk bermedia sosial. “Konten itu semacam pintu masuknya,” ujar Happy.
Untuk membuat konten butuh tingkat pemahaman saja. Tidak ada istilah sulit. Hanya butuh keseriusan untuk belajar dan berlatih.
“Apa yang di sekitar kita bisa menjadi bahan konten. Ingin produktif bermedsos, temukan niche (topik khusus yang dipilih content creator),” tandas mantan manager online and digital platform Jawa Pos Radar Malang tersebut.
Setelah materi pembekalan soal konten, para peserta diberi challenge mempraktikkannya. Happy memberi keleluasaan mereka untuk mengaplikasikan ide-ide mereka.
Sambil membuat konten para peserta diajak berdiskusi dengan Himpunan Mahasiswa Fakultas Vokasi UMM. Acaranya dikemas diskusi santai tentang dunia kuliah.(*)
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko