Kota Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengungkapkan bahwa seluruh dapur penyedia makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Fakta ini terungkap usai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menggelar pertemuan dengan lima kepala dapur Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) beberapa waktu lalu.
Intervensi ini dilakukan menyusul temuan menu makanan MBG yang basi dan berbau di dua sekolah di Kota Batu pada 25 September 2025. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Kota Batu, Aditya Prasaja, menegaskan pentingnya seluruh SPPG segera memenuhi syarat perizinan tersebut untuk menjamin keamanan pangan bagi siswa.
“Sertifikat SLHS merupakan syarat wajib agar proses penyediaan makanan memenuhi standar kebersihan dan mencegah risiko keracunan,” jelas Aditya, Senin (6/10/2025).
Saat ini terdapat lima dapur SPPG yang beroperasi di Kota Batu, yakni di Desa Bulukerto, Kelurahan Sisir, Kelurahan Ngaglik, Kelurahan Dadaprejo, dan Desa Pendem. Namun, operasional dapur di Kelurahan Sisir sementara dihentikan setelah muncul kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa 12 siswa SMPN 1 Batu.
Aditya menyebut, pihaknya telah meminta seluruh pengelola dapur segera mengurus SLHS melalui sistem Online Single Submission (OSS), sesuai tenggat waktu dari Badan Gizi Nasional pada Oktober 2025.
Baca juga: Cegah Keracunan, Wali Kota Malang Minta Guru Cicipi Makanan Program MBG Sebelum Dibagikan
Selain itu, setiap dapur SPPG diwajibkan menjalani asesmen Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan pelatihan penjamah makanan. Para ahli gizi juga akan dibekali pelatihan khusus tentang pemenuhan gizi, pemilihan menu, dan penyimpanan sampel makanan.
“Setiap batch memasak harus memiliki sampel makanan yang disimpan terpisah untuk diuji kelayakannya,” tegas Aditya.
Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam setiap tahapan produksi dan distribusi makanan MBG — mulai dari persiapan bahan baku, waktu memasak, hingga distribusi ke sekolah.
“Idealnya dapur memiliki ruang yang memadai dan jadwal yang konsisten. Keberadaan Satgas MBG juga penting untuk memastikan pengawasan dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi siswa di seluruh Indonesia. Pemkot Batu memastikan program ini tetap berlanjut, namun dengan pengawasan lebih ketat agar keamanan pangan sekolah benar-benar terjamin.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























