Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Sambung Dulur

Sedilut Penting Ngelumpuk

Redaksi by Redaksi
Juni 22, 2021 5:15 pm
in Sambung Dulur
Ilustrasi

Ilustrasi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Gigih Mazda*

Sedilut penting ngelumpuk. Sebentar yang penting bisa berkumpul. Mungkin seperti itulah tujuan awal saya menghadiri pertemuan tersebut. Sebentar saja. Meski tak pelak, rencana jagongan itu terbilang mbeleset dari sasaran. Sebab, acara kumpul-kumpul itu gayeng dan berujung ngobrol ngalor-ngidul hingga 6 jam lebih.

READ ALSO

Bangga! Universitas Negeri Malang Peringkat Tujuh Kategori Kampus Terbaik Asia di Bidang Pendidikan Versi SIR 2024

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Siang itu, awal bulan Mei di penghujung bulan Ramadan, aku memacu motor dengan buru-buru untuk menembus arus lalu lintas berjarak kurang lebih 30km dari rumah di Turen, Kabupaten Malang menuju lokasi warung kopi di kawasan Jalan Bendungan Sigura-gura, Kota Malang. Segera aku berusaha memasukkan persneling gigi tertinggi dan memutar knop gas motorku lebar-lebar. Awan kelabu bergelayut, aku harus cepat sampai di lokasi sebelum butiran air di langit itu jatuh ke bumi. Tujuannya satu, untuk berjumpa dengan kawan-kawan organisasi seprofesi yang kerap sulit ketemu karena kesibukan masing-masing.

Ya, jarang sekali untuk mendapat kesempatan berkumpul dengan jumlah anggota begitu banyak. Terlebih anggota cukup banyak yang tersebar di luar Malang. Ramadan saat itu adalah waktu yang tepat untuk agenda silaturahim, ngelumpuk, ketemu, atau kopdar. Terserah agenda itu disebut apa. Namun, tentu saja rasanya tak afdal jika tak ada sesi diskusi, diskusi resmi, diskusi serius, diskusi untuk membahas dunia kejurnalistikan ini.

Isu doxing yang tengah hangat kala itu yang diambil jadi topik utama. Mengingat beberapa waktu sebelumnya, dua jurnalis dari media asal Malang, Nusa Daily, menjadi korban doxing kala data-data pribadinya diunggah ke ranah publik hingga mereka menerima banyak teror. Selain COO Nusa Daily Bagus Ary Wicaksono, Akademisi Unisma Fahrudin Andriyansyah, serta dan pakar dunia digital dari Safenet Anton Muhajir juga hadir dalam agenda diskusi itu. Meski dua di antaranya harus hadir secara virtual saja.

Aku memarkir motorku depan warung, saat itu kusadari kala menengadah ke atas, mentari sore menyengat. tak ada awan mendung atau tanda-tanda akan hujan. Tahu begitu aku santai saja tadi memacu motor, pikirku. Aku pun memasuki kedai, Pak Ketua, Pak Sekretaris, dan beberapa rekan sudah berada di lokasi, sibuk menyetting diskusi yang digelar secara hibrida itu, daring dan luring. Terlebih, pandemi juga membuat kapasitas kafe dibatasi.

“Ga pesen ngombe sik, geh?” ujar kawanku seusai aku menyapa mereka di dalam. Tak pesan minum terlebih dahulu, Gih?

Saat itu jam masih menunjukkan sekitar pukul 15.30, waktu azan magrib dan berbuka puasa tentu masih jauh dari itu. Aku tertawa kecil, meski tak puasa, paling tidak aku menghargai mereka yang tengah beribadah.

Diskusi doxing dimulai, diskusi doxing selesai, diskusi pun diakhiri dengan buka bersama. Banyak rekan semakin berdatangan, menyempatkan waktu berkumpul meski beberapa sibuk liputan, mengedit berita, atau berlibur bersama keluarga di pantai. Waktu berbuka, semua datang. Entah berapa, mungkin belasan.

Sudah Pamit Tapi Tak Kunjung Beranjak Pergi

Selepas makan bersama, aku sebenarnya ingin segera pamit. Tapi tak terasa, setelah teman-teman meminum kopi, ngobrol pun jadi ke mana-mana, banyak topik, banyak isu. Mulai bahas kondisi kantor media, tantangan media, pengembangan YouTuber, hingga akhir kisah KPK. Ajang tersebut lebih tepat disebut acara silaturahmi, tak ada tema khusus, yang penting ngumpul-ngumpul agar lebih akrab.

Hari semakin gelap, aku pun memohon izin untuk undur diri terlebih dahulu dengan alasan rumah yang jauh. Tapi sepertinya itu percuma. Karena meski sudah izin, ternyata obrolan masih berlanjut. Pantat seakan masih menempel terus di bangku kayu kedai kopi. Bahkan setelah mengenakan jaket, memakai sarung tangan, menyiapkan kunci motor, diskusi tetap saja berlanjut. Bahkan setelah aku berdiri dari bangku untuk pamit, aku kembali duduk. Kawan-kawan terus berdatangan, diskusi semakin meluas.

“Jare pamit, kok ga mulih-mulih?” Tadi sudah pamit, kok belum pulang-pulang juga, begitu olok seorang kawan. Tapi aku tetap saja duduk, mengikuti alur acara sampai waktu yang tak bisa ditentukan. Entah waktu itu sampai jam berapa. Jam 21.00 atau pukul 22.00 atau bahkan lebih. Yang jelas, pada ujungnya, kala itu aku memang pamit terlebih dahulu. Berterima kasih pada rekan-rekan dan berharap berjumpa di kegiatan besar lain. Paling tidak, meski sebentar atau jarang dilakukan, kualitas pertemuanlah yang mungkin dinilai menjadi hal yang positif. .

*Penulis adalah editor Tugujatim.id, Tugu Media Group

Related Posts

Universitas Negeri Malang
Pendidikan

Bangga! Universitas Negeri Malang Peringkat Tujuh Kategori Kampus Terbaik Asia di Bidang Pendidikan Versi SIR 2024

Rabu, 25 Des 2024
Polresta Malang Kota membongkar sindikat curanmor di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Selasa, 24 Des 2024
PMB Unikama
Pendidikan

Calon Mahasiswa Baru Wajib Catat! Jalur Prestasi PMB Unikama Resmi Dibuka

Kamis, 19 Des 2024
Profesor UB dikukuhkan
Pendidikan

9 Profesor UB Dikukuhkan, Ada yang Teliti Leadership ala Nabi Muhammad

Rabu, 18 Des 2024
vokasi umm
Pendidikan

Wamen Dikti Sains Lepas 165 Peserta TC hingga Kelas Daihatsu Vokasi UMM ke Jepang

Rabu, 18 Des 2024
Dosen ITN Malang
Pendidikan

Dosen ITN Malang Buat Inovasi Pemanfaatan Limbah Grey Water Hasil Budidaya Ikan Nila

Rabu, 18 Des 2024
Next Post
Silaturahim Dr Aqua Dwipayana dari Kota Bandung Berlanjut ke Pulau Bali

Silaturahim Dr Aqua Dwipayana dari Kota Bandung Berlanjut ke Pulau Bali

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.