MALANG, Tugumalang.id – Sebanyak 36 anak usia tiga hingga enam tahun meramaikan lomba mewarnai yang digelar di Avisena Montessori School Kepanjen, Kabupaten Malang. Lomba ini berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) pagi hingga siang.
Di atas selembar kertas, mereka beradu kreativitas dan ketekunan. Ada yang memadupadankan warna secara bebas, ada juga yang menggunakan teknik gradasi.
Peserta diberi waktu maksimal 90 menit untuk mewarnai gambar sebuah masjid dengan berbagai ornamen yang menunjukkan kemeriahan Iduladha. Tantangannya adalah mewarnai dengan rapi tanpa bantuan spidol dan marker.
Baca Juga: 100 Petani di Kabupaten Malang Terima Bantuan Pupuk dan Alat Pertanian
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan menjadi bagian dari agenda launching sekolah yang rencananya mulai membuka kegiatan belajar pada Juli 2026 mendatang. Lomba ini menjadi ajang pengenalan sekolah yang menggunakan montessori tersebut.
Kepala Sekolah Avisena Montessori School Kepanjen, Lutfiatuz Zuhro mengatakan, lomba mewarnai tersebut sengaja digelar untuk memperkenalkan keberadaan sekolah kepada masyarakat sekaligus menjalin silaturahmi dengan lingkungan sekitar.

“Sekolah kami akan mulai buka di bulan Juli, sesuai semester sekolah pada umumnya. Agenda pengenalan pertama kami dimulai dengan lomba mewarnai,” ujar Lutfi.
Ia menjelaskan, peserta lomba bukan berasal dari calon murid internal sekolah, melainkan anak-anak dari luar Avisena Montessori School. Hal itu dilakukan agar masyarakat lebih mengenal konsep pendidikan yang ditawarkan sekolah tersebut.
Baca Juga: Sekda Kabupaten Malang Buka Domino Demokrasi 2026, Domino Latih Insting dan Kecerdasan
“Lomba mewarnai ini mengusung tema fun atau menyenangkan sehingga anak-anak dapat menikmati kegiatan tanpa tekanan kompetisi berlebihan,” kata Lutfi.

Lutfi menuturkan, konsep Montessori dipilih sebagai pendekatan di sekolah ini karena dinilai mampu membantu anak membangun kemandirian dan motivasi belajar dari dalam diri mereka sendiri. Apalagi, anak-anak usia dini saat ini mampu menyerap informasi apa pun yang ada di sekitarnya.
“Montessori itu tujuan utamanya anak mampu bekerja dengan dirinya sendiri. Jadi anak-anak itu bukan hanya bermain, tetapi bekerja dengan tujuan tertentu menggunakan aparatus pembelajaran yang ada,” jelasnya.
Saat ini, Avisena Montessori School menyiapkan empat kelas toddler untuk usia 1-3 tahun dan dua kelas kinder untuk usia 3-6 tahun. Setiap kelas didampingi dua tutor yang terdiri dari guru utama dan guru pendamping.
“Kalau saya lihat, di Kepanjen memang belum ada yang benar-benar menggunakan konsep Montessori, jadi mungkin (sekolah) ini yang pertama,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























