Malang, Tugumalang.id – Cabang olahraga (cabor) sambo menjadi penutup manis bagi kontingen Kabupaten Malang di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2025. Bertanding di detik-detik akhir kompetisi, para atlet sambo sukses menyumbang total 8 medali, terdiri dari 4 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Pertandingan sambo berlangsung di GOR Gajahmada Kota Batu pada Jumat hingga Sabtu (4–5 Juli 2025). Nomor sport dipertandingkan di hari pertama, sementara nomor combat digelar di hari kedua. Kabupaten Malang sendiri menurunkan 10 atlet, yakni 8 di nomor sport dan 2 di nomor combat.

Atlet Sambo Kabupaten Malang Peraih Medali di Porprov Jatim 2025
🥇 Medali Emas
Aldin Djalunanda Fahrisma – Sport 53 kg
Fitrotul Maulida – Sport 47 kg
Rizqi Nur Mukhlisah – Sport 50 kg
Irnanda Putra – Combat (medali emas terakhir untuk Kabupaten Malang)
🥈 Medali Perak
Danuarta Marasi Nadeak – Sport 71 kg
Beledeg Samber Bumi – Sport 98 kg
🥉 Medali Perunggu
Mukhamad Reza Alfarizi – Sport 64 kg
Arief Hidayat – Combat
Ketua Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Malang, Sulastiman, yang juga membawahi cabor sambo, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut hasil ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, sudah sesuai target,” ujar Sulastiman.
Medali emas yang diraih oleh Irnanda Putra menjadi penutup perolehan medali emas Kabupaten Malang di Porprov Jatim 2025, menjadikan sambo sebagai cabor penentu sekaligus pengangkat moral di akhir kompetisi.
Baca juga: Atlet Sambo ITN Malang Raih Perak di Kejurprov Jatim 2025
Untuk Porprov Jatim 2025, pihaknya telah melakukan persiapan selama enam bulan. Dalam kurun waktu tersebut, para atlet melakukan latihan yang sesuai dengan program pembentukan otot-otot tertentu.
Empat bulan menjelang Porprov, mereka berlatih meningkatkan teknik. Kemudian tiga bulan menjelang Porprov mereka berlatih lebih intensif di pagi dan sore hari di GOR Gulat Kabupaten Malang yang berlokasi di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang.
Meski telah melakukan latihan intensif, Sulastiman mengatakan ada beberapa kendala yang harus diwaspadai karena mempengaruhi performa atlet. Di antaranya adalah usia atlet yang masih duduk di bangku sekolah, tugas-tugas mereka di sekolah yang menumpuk, kemampuan mereka untuk berlatih dan bertanding, serta kondisi keluarga.
Baca juga: Atlet Gulat Kabupaten Malang Rebut Medali Emas Porprov Jatim 2025 Meski Cedera Lutut
“Oleh karena itu, program yang terstruktur ini tidak menjamin para atlet bisa meraih yang terbaik. Akan tetapi, kami selalu mengupayakan yang terbaik bagi mereka,” kata Sulastiman.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























