Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Sakola Motekar, Sekolah Warga di Ciamis yang Berawal dari Maiyahan dan Semangat John Lenon

Redaksi by Redaksi
September 6, 2022 5:34 pm
in Insight, Pilihan Redaksi
sakola motekar

Anak-anak bermain bersama di hari Minggu, di halaman komunitas Sakola Motekar. Foto: Instagram Sakola Motekar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Anak kecanduan gadget dan makanan kurang sehat adalah salah satu persoalan umum yang ingin dijawab oleh Sakola Motekar, komunitas sekolah warga yang berada di Kampung Cibunar, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Sekolah non formal ini memberikan alternatif bagi anak-anak dan warga untuk belajar menyatu dengan lingkungan sosialnya di mana mereka hidup.

READ ALSO

Jejak Sufistik Surya dan Sjenny

Film Anak Malang Tembus Panggung Internasional

“Sejauh ini sekolah terkesan memisahkan anak-anak dari lingkungan sosialnya, gadget membuat mereka jauh dari mainan tradisional kampungnya. Makanan-makanan yang ada juga membuat anak tidak mengenal makanan daerahnya,” kata salah satu pegiat Sakola Motekar, Dani Jamaludin.

sakola motekar
Tampak bagian depan lokasi Komunitas Sakola Motekar. Foto: dok Tugu Media Grouo

Tim “Jelajah Jawa-Bali, Mereka yang Memberi Arti” oleh Tugu Media Group dan PT Paragon Technology and Innovation mengunjungi sekolah non formal tersebut pada Sabtu (3/9/2022).

Tim disambut langsung oleh Dani Jamaludin atau biasa disapa Ebel di depan salah satu sanggar Sakola Motekar. Dia bercerita banyak tentang kisah perjalanan komunitas tersebut sejak berdiri tahun 2018 hingga sekarang.

Berawal dari Kumpulan Maiyahan

sakola motekar
Tim Jelajah Jawa-Bali, tentang Mereka yang Memberi Arti saat berada di lokasi Sakola Motekar. Dari kiri: Herlianto A, Irham Thoriq, dan Dani Jamaludin. Foto: dok Tugu Media Group

Menurut Ebel, cikal bakal Sakola Motekar adalah kelompok yang ikut maiyahan Emha Ainun Najib atau Cak Nun. Nah, para jemaah itu sering berkumpul, berkenalan, dan bertukar pandangan.

“Dari intensitas pertemuan itu, kami lalu membuat sesuatu yang lebih konkrit dan aplikatif,” kata pria asli Ciamis tersebut.

Maka berdirilah Sakola Motekar pada 2018. Motekar (Modal Tekad Kadaek Rampak) berarti kreatif dalam bahasa Sunda. Selain Ebel, pegiat lain yang juga membidani sekolah tersebut ada Deni WJ. Hingga kini, jumlah pegiat yang aktif sekitar lima sampai tujuh orang.

Menurut Ebel, Sakola Motekar membangun sistem belajar yang berbasis pada penyatuan anak dengan lingkungan sosialnya. Beberapa programnya, misalnya pembelajaran dengan mainan tradisional yang digelar setiap hari Minggu.

Anak-anak datang ke lokasi Sakola Motekar, lalu ada yang mendampingi bermain mainan tradisional, misalnya egrang, ludo, prepet jengkol, dan lainnya. Setiap minggunya, permainan selalu baru agar anak antusias. Dengan begitu, mereka lupa dengan gadget. “Anak-anak main bukan sekedar bermain, tetapi juga sambil belajar,” kata dia.

Kemudian, selain permainan anak juga ada edukasi makanan sehat bagi kaum ibu. Edukasi ini meliputi kelas pangan sehat, kelas pekarangan rumah, dan kelas pilah sampah.

“Jadi pada saat anak-anak bermain di hari Minggu, para ibu-ibu jualan makanan sehat dan yang beli ya anak-ank itu,” kata Ebel.

sakola motekar
Tempat jualan warga di hari Minggu saat anak-anak Komunitas Motekar bermain bersama. Foto: dok Tugu Media Group

Selain beberapa program tersebut, Sakola Motekar juga punya program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Di mana masyarakat bisa belajar apa saja di situ. Sementara pengisinya dari siapapun yang memiliki keahlian dan bersedia menyedekahkan ilmunya pada warga.

“Di kami warga bisa belajar apa saja. Misalnya, ada wartawan yang datang, ya kita belajar jurnalistik,” kata dia.

Semangat John Lenon

sakola motekar
Saung Imagine yang digunakan warga Sakola Motekar untuk belajar musik dan budaya. Foto: dok Tugu Media Grouo

Selain kegiatan rutin tersebut, ada yang menarik di lokasi Sakola Motekar yaitu kutipan lagu John Lenon yang dituliskan di bagian depan Saung Imagine, tempat anak-anak belajar musik.

“You may say I’m a dreamer but I’m not the only one, (kamu boleh mengatakan aku adalah seorang pemimpi, tapi saya tidak sendiri),” demikian kutipan itu.

Menurut Ebel, kutipan lagu John Lenon itu dipakai karena memang terinspirasi dengan gerakan-gerakan yang dilagukan oleh legenda musik dunia asal Inggris tersebut. Bahkan di salah satu dinding saung, ada foto John Lenon warna hitam-putih.

Selain foto, juga berderet alat musik di saung tersebut, mulai dari gamelan, gitar, hingga drum. Alat musik itu yang digunakan oleh komunitas tersebut untuk mengasah keahlian musik dan belajar budaya.

“Kami pernah tampil di acara Cak Nun dan beliau minta kami kalau ada acara di sekitar Ciamis, kami diharapkan bisa ikut mengisi,” ujarnya.

Lalu di sebelah selatan saung ada bank sampah yang digunakan untuk memilah sampah plastik dan organik. Setelah dipilah, sampah plastik dijual lagi ke Bank Sampah Ciamis, sementara yang organik diolah menjadi enzim. “Dari hasil penjualan sampah itu, kami gunakan untuk operasional juga,” katanya.

Sementara di sebelah utara saung, ada gedung kecil lantai dua. Gedung ini dijadikan tempat Yayasan Sarasa (Sanggar Anak Desa). Yayasan ini digunakan apabila berhubungan dengan sesuatu yang formal dan membutuhkan legalitas. “Yayasan itu kami pakai kalau kita perlu legalitas saja. Selebihnya kita merdeka, dan bebas belajar,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Ebel juga menjelaskan soal pendanaan. Bahwa Sakola Motekar tak punya sumber pendanaan, selama ini jika butuh dana, disediakan secara gotong royong, kemudian dari hasil sampah. “Di kami tidak ada sumber pendanaannya, memang acaranya warga. Tapi kami selalu yakin pasti ada jalan,” katanya.

Dengan segala keterbatasan itu, Sakola Motekar tetap menggelar kegiatan secara rutin dan gratis bagi warga dan anak-anak. Setiap hari Minggu, sebanyak 20-25 orang anak bermain di halaman Sakola Motekar.

sakola motekar
Poster Jelajah Jawa-Bali dengan Ekosistem Paragon Corp, Bercerita Soal Kreasi Anak Bangsa

Catatan ini adalah bagian dari program Jelajah Jawa-Bali, tentang Inspirasi dari Kelompok Kecil yang Memberi Arti oleh Tugu Media Group x PT Paragon Technology and Innovation. Program ini didukung oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Pondok Inspirasi, Genara Art, Rumah Wijaya, dan pemimpin.id.

Reporter: Herlianto A

Editor: Lizya Kristanti

Tags: ciamisjelajah jawa balisakola motekarsekolah warga ciamis

Related Posts

Jejak Sufistik Surya dan Sjenny
Insight

Jejak Sufistik Surya dan Sjenny

Jumat, 16 Okt 2026
Herlambang Hashemi yang membuat film anak malang tembus ke panggung internasional. Foto/M Sholeh
Insight

Film Anak Malang Tembus Panggung Internasional

Kamis, 15 Okt 2026
KH Abdullah Amiin. Foto: dok. keluarga
Insight

KH Abdullah Amiin, Perintis Pendidikan Islam dan Penggerak NU di Urek-Urek Gondanglegi

Rabu, 14 Okt 2026
Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari
Insight

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Selasa, 13 Okt 2026
Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”
Insight

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Jumat, 9 Okt 2026
Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia
Insight

Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia

Kamis, 8 Okt 2026
Next Post
kabupaten malang

Kabupaten Malang Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.