Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Riset Terbaru, Pesantren Bukan Ruang Feodal

Redaksi by Redaksi
November 10, 2025 9:40 am
in Pendidikan
Proses penelitian Urin Laila Sa’adah tentang pesantren. Foto/dok

Proses penelitian Urin Laila Sa’adah tentang pesantren. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Urin Laila Sa’adah, mahasiswa program doktoral Psikologi Universitas Negeri Malang, dengan riset terbarunya menunjukkan bahwa pesantren bukan ruang feodal, melainkan ekosistem keteladanan, cinta ilmu, dan daya juang yang tak lekang oleh zaman.

Di tengah perbincangan publik mengenai isu feodalisme di dunia pesantren, kehidupan sehari-hari para santri sejatinya menyimpan kisah lain yang lebih dalam — kisah tentang ketekunan, ketahanan mental, dan pengabdian tanpa pamrih.

READ ALSO

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Hingga tahun ajaran 2020/2021, terdapat 4,37 juta santri yang menimba ilmu di lebih dari 30 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia (data Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama).

Baca Juga: Rekomendasi Kos Putri Dekat Universitas Negeri Malang, Cocok untuk Maba!

Angka itu terus bertambah dari tahun ke tahun, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren yang tetap tinggi, bahkan di tengah tantangan modernisasi dan arus digital.

Proses penelitian Urin Laila Sa’adah tentang pesantren. Foto/dok
Proses penelitian Urin Laila Sa’adah tentang pesantren. Foto/dok

Salah satu yang meneliti fenomena ini adalah Urin Laila Sa’adah, mahasiswa program doktoral Psikologi Universitas Negeri Malang.

Dalam risetnya yang dilakukan di beberapa pesantren salaf ternama di Jawa Timur seperti Pondok Lirboyo, Ploso, Langitan dan beberapa pesantren salaf lainnya, Laila mencoba membedah realitas kehidupan santri dari sisi psikologis: bagaimana mereka bertahan, belajar, dan tumbuh dalam lingkungan yang penuh aturan, disiplin, serta relasi tradisional antara Kiai dan santri.

“Banyak orang melihat hubungan santri dan Kiai dari luar, lalu menyebutnya feodal. Padahal, di dalam pesantren, hubungan itu justru membentuk nilai keteladanan dan spiritualitas yang tinggi,” ujar Urin.

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi TAS, Tim Dosen Universitas Negeri Malang Gelar Pelatihan Pengelolaan Arsip Sekolah Berbasis Digital

Menurutnya, ketahanan mental santri justru tumbuh karena kuatnya figur Kiai sebagai panutan hidup. “Kiai tidak hanya mengajar, tapi juga mendoakan, menasihati, dan memberi contoh lewat perilaku. Santri melihat sosok Kiai sebagai figur pembelajar sejati. Dari situ muncul semangat untuk bertahan dan menuntaskan pendidikan,” jelasnya.

Proses penelitian Urin Laila Sa’adah tentang pesantren. Foto/dok

Di pesantren salaf, proses belajar bisa berlangsung antara enam hingga dua belas tahun. Para santri hidup bersama teman dari berbagai daerah, latar belakang sosial, dan karakter yang berbeda. Konflik dan gesekan adalah hal yang wajar. Namun di situlah latihan hidup dimulai.

Santri belajar mengelola emosi, menyelesaikan perbedaan dengan adab, dan saling menolong. “Teman-teman di pesantren menjadi sumber kekuatan sosial. Mereka saling menjaga agar tetap kuat di jalan ilmu,” tutur Laila.

Dari penelitian ini, Urin menemukan bahwa dua faktor eksternal paling berpengaruh terhadap ketahanan belajar santri adalah keteladanan Kiai dan dukungan teman sebaya.

Dua hal inilah yang membentuk regulasi diri santri: bagaimana mereka memandang kesulitan sebagai ujian, bukan beban.

Keteladanan Kiai juga mencerminkan nilai anti-feodalisme yang sejati karena meski dihormati, Kiai hidup dalam kesederhanaan, dekat dengan santri, dan memberi contoh melalui laku, bukan paksaan.

“Feodalisme adalah ketika kekuasaan menciptakan jarak. Tapi dalam pesantren, yang tercipta justru kedekatan spiritual dan penghormatan berbasis cinta ilmu,” tegas Laila.

Santri tidak hanya ditempa untuk cerdas membaca kitab, tetapi juga tangguh menghadapi kehidupan sosial setelah keluar dari pesantren. Pengalaman hidup bersama, berdisiplin tinggi, dan belajar dalam keterbatasan membuat mereka siap menghadapi dinamika masyarakat.

“Ketika santri keluar, mereka tidak hanya membawa ilmu, tapi juga ketangguhan batin ini adalah modal sosial bangsa,” tambahnya.

Bagi orang tua, Urin memberi catatan penting bahwa memilih pesantren bukan berarti melepaskan tanggung jawab.

“Orang tua perlu tetap hadir dalam pengasuhan, menanamkan cinta ilmu sejak dini. Pesantren bukan tempat menyerahkan anak sepenuhnya, tapi tempat menyempurnakan nilai yang sudah ditanamkan di rumah,” ujarnya.

Sebagai alumni MAK Tambakberas Jombang dan mantan aktivis PMII Sunan Ampel Kota Malang, Laila memahami dunia pesantren bukan dari luar pagar, tapi dari dalam lingkar kehidupannya sendiri.

Ia kini aktif di Komunitas Perlindungan Perempuan dan Anak, menjembatani nilai pendidikan pesantren dengan kerja sosial di masyarakat.

Melalui risetnya, ia ingin menegaskan satu hal: bahwa pesantren bukanlah benteng feodalisme, melainkan taman tempat tumbuhnya adab, ilmu, dan keteladanan.

“Santri memang tunduk pada Kyai, tapi ketundukan itu lahir dari cinta dan penghormatan, bukan paksaan. Di situlah letak kekuatan moral pesantren keteladanan yang membentuk manusia tangguh tanpa kehilangan hati nurani,” tutupnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis Universitas Negeri Malang

Editor: Herlianto. A

Tags: FeodalismeMahasiswa UINPesantrenUIN Malang

Related Posts

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam
Advertorial

Fakultas Psikologi UIN Malang Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Islam

Sabtu, 17 Okt 2026
Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda
Advertorial

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Jumat, 16 Okt 2026
UIN Malang - Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset
Advertorial

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Jumat, 16 Okt 2026
Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning

Jumat, 16 Okt 2026
Reuni Akbar UIN Malang tahun 2026 dilanjutkan dan pelantikan katan alumin. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

Reuni Akbar UIN Malang 2026, Merajut Ukhuwah Mengukir Inspirasi

Kamis, 15 Okt 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang tegaskan komitmen pembangunan zona integritas. /Foto: Dok. Fakultas Psikologi UIN Malang.
Pendidikan

Fakultas Psikologi UIN Malang Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Kamis, 15 Okt 2026
Next Post
Jadwal dan syarat SNPMB 2026 yang telah dirilis dan wajib diketahui oleh calon mahasiswa. /Foto: Instagram @snpmb_id

Calon Mahasiswa Wajib Tahu, Ini Jadwal dan Syarat SNPMB 2026

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.