Malang, Tugumalang.id – Politeknik Negeri Malang (Polinema) resmi mengukuhkan 1.045 wisudawan dari 43 program studi dalam Wisuda ke-72 atau tahap IV tahun 2025 yang digelar di Graha Polinema pada Sabtu (29/11/2025). Pada momentum kelulusan itu, para lulusan diajak untuk mengambil peran nyata dalam menghadapi krisis iklim global.
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menegaskan bahwa krisis iklim dan kerusakan lingkungan kini menjadi ancaman yang tidak dapat diabaikan. Ia menyebut berbagai daerah di Indonesia akhir-akhir ini dilanda bencana alam, sehingga perguruan tinggi harus memberi perhatian lebih serius terhadap isu tersebut.

“Pemanfaatan alam untuk kesejahteraan manusia. Namun jangan sampai kesejahteraan itu menjadi bencana di kemudian hari. Maka, perlu profesi profesi yang memiliki irisan kuat dengan kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Menurut Supriatna, kesadaran publik mengenai krisis iklim adalah kunci untuk menatap masa depan yang lebih baik. Dengan meningkatnya kepedulian masyarakat, ia optimistis tercipta lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Baca juga: Polinema Gelar Pelatihan K3L untuk Perkuat Budaya Keselamatan Kampus
Sejalan dengan itu, ia menyampaikan bahwa ke depan akan bermunculan banyak jenis pekerjaan baru. Salah satu yang menunjukkan pertumbuhan pesat adalah green jobs, yaitu pekerjaan yang berfokus pada isu lingkungan dan perubahan iklim.
“Jadi kondisi ini akan memunculkan green jobs sebagai jenis pekerjaan untuk membantu mengatasi perubahan iklim,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi berkepanjangan diperkirakan berlangsung hingga 2044. Di saat yang sama, berbagai industri global mulai mengadopsi konsep green jobs, mulai dari sektor pertanian, konstruksi, manufaktur hingga transportasi.
Secara global, green job diproyeksikan menciptakan 23 juta lapangan kerja pada tahun 2030. Di Indonesia, potensinya mencapai sekitar 3 juta peluang pekerjaan hijau. Perkembangan green jobs ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi hijau yang menjadi prioritas nasional.
Baca juga: Jalin Kerja Sama Internasional dengan JSCC Tiongkok, Polinema Fokus Pada Pengembang Join Diploma Bidang Teknik Sipil
Dalam konteks itu, lulusan Polinema dari berbagai disiplin ilmu didorong untuk mengembangkan ide, berinovasi, serta terlibat dalam penanganan krisis iklim dan lingkungan di daerah masing-masing.
“Silahkan bersiap untuk memasuki peluang kerja di green jobs,” kata Supriatna.
Polinema sendiri telah membekali para lulusannya dengan wawasan green skill dan green jobs, termasuk mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam kurikulum akademik. Salah satu contohnya adalah pengembangan mata kuliah K3 yang kini diperluas menjadi K3 dan Lingkungan.
Selain itu, Polinema juga memperkuat pengajaran tentang energi terbarukan, pengolahan limbah, serta meningkatkan fokus penelitian terkait isu lingkungan. Sinergi dengan industri berbasis sektor hijau turut diperkuat sebagai bagian dari strategi pengembangan kompetensi mahasiswa.
“Langkah ini diharapkan akan menjadi tulang punggung penggerak aksi yang mampu berdampak positif pada masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Polinema berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Sepanjang 2025, Polinema telah meluluskan total 3.727 wisudawan.
“Pesan kami untuk lulusan, manfaatkan ilmu pengetahuan dengan baik. Seimbangan soft skill dan hard skill agar bisa menjadi potensi besar,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko


















