Kota Batu, Tugumalang.id – Pemkot Batu mulai menata arah kebijakan pembangunan masa depan lewat Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Rabu (18/2/2026). Forum ini mengarah pada siasat Pemkot Batu membentuk kemandirian fiskal di tengah pengurangan dana TKD dari pemerintah pusat.
Di tengah keterbatasan tersebut, forum tersebut menjadi pijakan awal untuk merealisasikan visi besar “Mbatu SAE” (Madani, Berkelanjutan, Agrokreatif, Terpadu, Unggul, Sinergi, Akomodatif, dan Ekologis) menuju Generasi Emas 2045.
Kepala Bappelitbangda Kota Batu, Bangun Yulianto, menegaskan dalam perencanaan tahun ini menjadi penentu kesejahteraan masyarakat di tahun 2027 mendatang. Ia mengibaratkan proses perencanaan layaknya persiapan perang yang membutuhkan ketajaman strategi dan pengelolaan logistik yang presisi.
Di tengah optimisme pembangunan, Bangun memberikan peringatan serius terkait struktur APBD. Merujuk pada data proyeksi 2026, belanja daerah diperkirakan mencapai Rp 1,05 triliun, sementara pendapatan daerah berada di angka Rp 909 miliar.
“Catatan krusial kita adalah dominasi Dana TKD dari pusat yang mencapai 64%, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru di angka 36%,” ungkap Bangun.
Baca juga: Forum Ranwal RKPD 2027, Wali Kota Batu Tegur SKPD Soal Birokrasi Tandingan
Mengingat dana transfer pusat yang berkurang, Pemkot Batu menekankan pentingnya efisiensi dan strategi kemandirian fiskal agar program prioritas tetap berjalan lancar. Meski begitu, Pemkot Batu tetap mengalokasikan pendanaan pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk tahun 2026 sebagai pondasi menuju 2027.
Beberapa pos anggaran prioritas meliputi sektor pendidikan Rp 25,5 Miliar, kesehatan Rp 2,9 Miliar, Infrastruktur Rp 7 Miliar, Ketentraman & Ketertiban Umum Rp 2,5 Miliar, Sosial Rp 500 Juta dan Perumahan Rakyat Rp 230 Juta
Baca juga: Lelang Jabatan Sekda Segera Bergulir, Kriterianya Mampu Terjemahkan Visi Misi Mbatu Sae
Ada 4 isu strategis dalam RKPD 2027. Untuk tahun 2027, Pemkot Batu menetapkan 4 isu Transformasi Ekonomi Daerah menuju daya saing yang kompetitif. Mulai di bidang pendidikan dan kesehatan, birokrasi pelayanan publik, pengembangan ekonomi kreatif hingga penguatan infrastruktur desa.
Dengan program-program tersebut, Pemkot menetapkan target indikator kinerja antara lain menekan angka kemiskinan hingga 2,49 persen, menekan angka pengangguran terbuka hingga 3,03 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di angka 80,84 – 81,74 hingga Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di angka 75,54.
Forum Ranwal RKPD 2027 tersebut juga menyoroti perlunya transformasi dalam beberapa aspek. Mulai Transformasi Sosiall Transformasi Ekonomi hingga Transformasi Tata Kelola.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























