Tugumalang.id – Pengerjaan proyek jalan di kawasan Pasar Induk Gadang (PIG) terus dikebut setelah sejumlah lapak di sisi utara yang sebelumnya menghambat pekerjaan telah dibongkar. Kondisi tersebut membuat proses pembangunan kini berjalan lebih lancar dan memasuki tahapan berikutnya.
Anggota DPRD Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat mengatakan progres tersebut menunjukkan bahwa kendala di lapangan mulai dapat diselesaikan. Ia optimistis Pemerintah Kota Malang mampu menuntaskan proyek sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Dengan lapak yang sudah dibongkar dan pekerjaan sekarang berjalan lebih lancar, saya optimistis Pemkot bisa menyelesaikan proyek ini sesuai target. Tinggal bagaimana progresnya terus dijaga dan jangan sampai ada kendala baru yang menghambat,” kata Rendra.
Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila 2026, Rendra: Persatuan Harus Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari
Berdasarkan perkembangan proyek, pengerjaan jalan tersebut membentang sekitar 670 meter, mulai dari Simpang Empat Gadang hingga Simpang Empat Jalan Rajasa Bumiayu. Konstruksi jalan menggunakan cor beton di bawah lapisan aspal agar kondisi jalan lebih kuat dan tidak mudah mengalami kerusakan.
Selain badan jalan, pekerjaan juga mencakup drainase. Saat ini masih terdapat pekerjaan drainase di sisi barat sepanjang sekitar 100 meter yang perlu diselesaikan.
Proyek tersebut memiliki Surat Perintah Kerja (SPK) dengan durasi 172 hari kalender dan ditargetkan selesai pada November 2026. Tahapan selanjutnya akan memasuki pekerjaan pengaspalan yang direncanakan mulai dilakukan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Garuda Keadilan PKS Kota Malang Bahas Kaderisasi Anak Muda, Rendra Tekankan Regenerasi
Rendra menilai penyelesaian proyek ini penting karena kawasan Pasar Gadang memiliki aktivitas ekonomi yang tinggi dan menjadi bagian dari mobilitas masyarakat. Perbaikan jalan di kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi infrastruktur, tetapi juga kemudahan akses warga menuju kawasan pasar.
“Pasar Gadang ini sangat ditunggu kemanfaatannya oleh banyak warga. Karena itu, saya kira progres yang sudah berjalan harus terus dijaga supaya manfaat jalannya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Rendra juga melihat pengawasan terhadap proyek menjadi bagian penting selama sisa waktu pengerjaan. Berdasarkan informasi yang ada, proyek tersebut turut mendapatkan pengawasan, termasuk dari unsur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), selain pengawasan legislatif.
Menurut Rendra, pengawasan tidak perlu dipandang sebagai hambatan bagi pelaksanaan proyek. Sebaliknya, pengawasan dapat menjadi bagian dari upaya memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan.
“Yang kita harapkan tentu bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi hasil pekerjaannya juga sesuai dengan spesifikasi dan bisa bertahan lama. Apalagi ini fasilitas yang akan digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Dengan sejumlah kendala awal yang mulai teratasi, Rendra berharap pengerjaan dapat dipertahankan sesuai timeline hingga penyelesaian akhir. Ia juga mendorong agar tahapan pekerjaan berikutnya terus dikawal sehingga target penyelesaian pada November dapat tercapai.
“Sekarang tinggal kita kawal bersama. Pemkot sudah bekerja, progresnya juga berjalan. Saya yakin kalau ritmenya dipertahankan, proyek ini bisa selesai sesuai kontrak dan segera memberikan manfaat untuk masyarakat,” pungkas Rendra. (Adv)
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Tim Jiren
Editor: Herlianto. A































