Tugumalang.id – Program Sekolah Rakyat baru saja mulai dijalankan pemerintah. Presiden RI Prabowo Subianto kembali mewacanakan perluasan program Sekolah Garuda sebagai bagian dari agenda prioritas di sektor pendidikan. Bahkan, saat kunjungan kerja di Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026), Presiden telah memerintahkan pemerintah kabupaten dan kota untuk mulai mempersiapkan program tersebut.
Lantas, apa itu Sekolah Garuda dan apa perbedaannya dengan Sekolah Rakyat?
Program Sekolah Garuda pertama kali dikenalkan kepada publik pada 8 Oktober 2025. Program ini diproyeksikan sebagai langkah strategis untuk membangun pemerataan pendidikan unggulan dan berkualitas di Indonesia, khususnya bagi siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dari berbagai daerah agar mampu bersaing di tingkat global.

Mengacu pada berbagai sumber resmi, Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi anak-anak berprestasi, termasuk mereka yang berasal dari wilayah 3T atau terdepan, terluar, dan tertinggal.
Baca juga: Presiden RI Prabowo Subianto Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang
Konsep dan Tujuan Program Sekolah Garuda
Secara konsep, Sekolah Garuda merupakan sekolah setara SMA yang menerapkan sistem boarding school atau asrama. Namun, fokus utama program ini adalah penguatan potensi akademik siswa melalui kurikulum berbasis sains dan teknologi.
Pendekatan tersebut dirancang untuk menyiapkan peserta didik agar mampu bersaing masuk ke perguruan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan demikian, Sekolah Garuda diarahkan sebagai pusat pengembangan talenta unggul di bidang strategis.
Sementara itu, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda sama-sama menjadi program prioritas pemerintahan Prabowo dalam rangka pemerataan akses pendidikan. Perbedaannya terletak pada sasaran peserta didik. Sekolah Rakyat lebih difokuskan untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, sedangkan Sekolah Garuda ditujukan bagi siswa berprestasi yang memiliki potensi akademik tinggi.
Baca juga: Sekolah Rakyat Srigonco Bantur Mulai Dibangun di Lahan 5,9 Hektare
Skema Pengembangan dan Target Sekolah Garuda
Berdasarkan penjelasan dari laman resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Sekolah Garuda mengusung kurikulum pembelajaran berbasis riset. Selain penguatan akademik, siswa juga difasilitasi untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang sains, teknologi, dan inovasi.
Dalam implementasinya, pemerintah menerapkan dua skema pengembangan, yakni Sekolah Garuda Transformasi (SGT) dan Sekolah Garuda Baru (SGB). Skema SGT difokuskan pada penguatan sekolah-sekolah berprestasi yang telah ada di daerah. Sementara itu, SGB mengarah pada pembangunan fasilitas sekolah baru sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing.
Baca juga: Wajib Tahu! Segini Uang Pangkal dan Biaya SPP SMA Taruna Nusantara Malang
Pemerintah menargetkan hingga tahun 2029 akan terbangun sebanyak 80 Sekolah Garuda Transformasi dan 20 Sekolah Garuda Baru di berbagai daerah prioritas.
Hingga saat ini, Sekolah Garuda telah diluncurkan di 16 lokasi yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, 12 lokasi merupakan Sekolah Garuda Transformasi dan 4 lokasi lainnya adalah Sekolah Garuda Baru.
Daftar Sekolah Garuda Transformasi:
-
SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh)
-
SMA Unggul Del (Sumatera Utara)
-
MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan)
-
SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta)
-
SMA Cahaya Rancamaya (Jawa Barat)
-
SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah)
-
SMA Pradita Dirgantara (Jawa Tengah)
-
SMAN 10 Samarinda (Kalimantan Timur)
-
SMAN Banua BBS (Kalimantan Selatan)
-
MAN Insan Cendekia Gorontalo (Gorontalo)
-
SMAN Siwalima Ambon (Maluku)
-
SMA Averos Sorong (Papua Barat Daya)
Daftar Sekolah Garuda Baru:
-
Belitung Timur
-
Timor Tengah Selatan
-
Konawe Selatan
-
Bulungan
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























