MALANG, Tugumalang.id – Organisasi nonprofit Profauna Indonesia mencatat penurunan signifikan jumlah kelompok lutung jawa (Trachypithecus auratus) di lereng Gunung Arjuno dalam kurun 20 tahun terakhir.
Berdasarkan catatan Profauna, pada 2005 terdapat 20 kelompok lutung jawa di kawasan hutan sisi Kota Batu dan Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Namun, pada 2025 jumlah tersebut menyusut drastis dan hanya tersisa sembilan kelompok di wilayah yang sama.
Ekolog Profauna Indonesia, Rosek Nursahid, menilai kondisi ini patut menjadi perhatian serius karena menunjukkan tekanan yang terus meningkat terhadap habitat lutung jawa di lereng Arjuno.
Baca juga: Populasi Lutung Jawa Terancam Akibat Masifnya Perambahan Hutan Lindung di Kota Batu
Penurunan Populasi dan Tekanan Habitat
Rosek menjelaskan, salah satu faktor utama penurunan populasi lutung jawa adalah berkurangnya tutupan hutan. Alih fungsi kawasan hutan menjadi ladang pertanian disebut berperan besar dalam menyempitkan ruang hidup satwa endemik Pulau Jawa tersebut.

“Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian menjadi pemicu menurunnya populasi lutung jawa di Arjuno. Banyak kawasan yang dulu hutan, sekarang menjadi ladang pertanian,” ujar Rosek dalam pernyataan tertulis, belum lama ini.
Selain degradasi habitat, penurunan populasi juga diduga dipengaruhi oleh praktik perburuan liar yang terjadi sejak awal 2000-an hingga beberapa tahun berikutnya. Pada periode tersebut, lutung jawa diburu untuk dikonsumsi dagingnya.
Hasil Monitoring dan Status Perlindungan
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, tim Profauna Indonesia melakukan monitoring intensif di kawasan lereng Gunung Arjuno. Dari hasil pengamatan, terdata sekitar 54 individu lutung jawa, dengan 10 ekor di antaranya masih masuk kategori individu muda.
Individu muda ditandai dengan warna rambut oranye atau kuning keemasan. Seiring pertambahan usia, warna rambut lutung jawa akan berubah menjadi hitam legam. Meski demikian, Rosek menyebut ada pula lutung dewasa yang masih berwarna oranye, namun jumlahnya sangat sedikit.
“Meskipun ada juga lutung dewasa yang berwarna oranye, namun populasinya sangat sedikit dibandingkan yang warna hitam,” katanya.
Baca juga: Populasi Lutung Jawa Langka di Gunung Biru Kota Batu Tembus 200 Ekor Lebih
Kelompok lutung jawa tersebut terpantau hidup di hutan heterogen yang masih tergolong baik pada ketinggian 1.000 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut. Secara umum, lutung jawa mampu hidup di habitat hutan dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian mencapai 3.000 meter di atas permukaan laut.
Sebagai informasi, lutung jawa merupakan satwa yang dilindungi undang-undang dan dilarang untuk diperdagangkan maupun diburu. Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pelanggaran terhadap perlindungan satwa ini dapat diancam hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.
“Lutung jawa adalah spesies kunci yang menjadi bioindikator kelestarian hutan di Jawa. Sepatutnya semua pihak lebih serius dalam menjaga hutan yang menjadi habitat lutung jawa ini,” pungkas Rosek.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























