Rabu, Juni 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Pokdarwis Kampung Gribig Religi Lestarikan Tradisi Bubur Sapar

Redaksi by Redaksi
September 17, 2021 8:07 pm
in Budaya
Mbabar Bubur Sapar. Foto: dok

Mbabar Bubur Sapar. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Orang Jawa mempunyai tradisi Safaran, mengacu pada bulan Safar pada kalender Jawa. Sifat bulan Safar hampir sama dengan bulan sebelumnya yang merupakan kelanjutan dari bulan Suro (Muharram).

Setiap daerah di Jawa, terkadang mempunyai tradisi Safaran yang berbeda, tergantung daerah masing-masing.

READ ALSO

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Sementara di Kampung Gribig Religi (KGR), menggelar Mbabar Bubur Sapar di komplek cagar budaya dan pesarean Ki Ageng Gribig, pada Kamis kliwon malam Jumat legi (16/9/2021).

Mbabar Bubur Sapar. Foto: dok

Kegiatan Mabar Bubur Safar ini adalah sebuah event promosi pariwisata Kota Malang yang berasal dari Kampung Tematik yang ada di Kota Malang. Kampung Gribig Religi merupakan salah satu kampung wisata yang berbasis religi dan satu-satunya kampung yang paling ramai dikunjungi peziarah.

Tentu, event ini tidak seramai seperti tahun-tahun sebelumnya karena masa pandemi COVID-19, di mana Kota Malang berstatus PPKM Level 3, maka kegiatan ini tidak bisa dikunjungi wisatawan.

Sekertaris KGR, Agus Ahmad Saichu menyampaikan bahwa safar mengingatkan pada kita semua, bahwa (bulan) dapar adalah bulan ke kedua dalam kalender Jawa. Bulan sapar setelah bulan pertama yaitu bulan suro.

“Bubur sapar atau biasa kita menyebut jenang grendul berbentuk bundar-bundar, itu mengandung makna, ada kalanya siklus kehidupan manusia ada di atas, kadang ada pula di bawah. Jadi, seperti konsep bola atau roda kehidupan,” jelasnya.

Bahan untuk membuat bubur sapar adalah beras ketan. “Sebagaimana kita tahu ketan adalah lekat atau lengket ini mengandung makna bahwa perbedaan apapun dalam hal bermasyarakat tetap lengket atau erat dalam bersosialisasi dengan warga masyarakat yang lain. Sehingga ada harmonisasi dalam menjalani kehidupan ini,” lanjut Sekertaris Forkom Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang ini.

Terpisah, Pengggas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi memberikan tanggapan bahwa bulan safar sebenarnya banyak diyakini sebagai bulan yang penuh bencana, bala malapetaka, dan kesialan. “Mayoritas masyarakat Jawa hingga saat ini masih mempercayai bahwa bulan ini dipenuhi dengan hal-hal yang bersifat ketidakberuntungan,” sebut Ki Demang, sapaan akrabnya.

“Masyarakat Jawa sendiri yang beraliran kejawen, menganggap hari Rabu Legi pada bulan Safar dianggap sebagai hari yang jelek sekali sehingga tidak boleh dibuat bepergian, hari Rabu Pahing yang dipercaya sebagai Dina Taliwangke yaitu hari yang sebaiknya disirik (dihindari),” tambah Ketua Forkom Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang ini.(*)

Related Posts

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Ilustrasi tradisi ater-ater di Jawa. (Foto: Instagram/ @perpusipkabtegal)
Budaya

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

Rabu, 27 Mei 2026
Ilustrasi Wamen Kebudayaan RI Giring Ganesha saat mengunjungi objek cagar budaya Villa Bima Shakti di Selecta Kota Batu. Foto: Azmy
Budaya

Pemkot Batu Perluas Pendataan Objek Cagar Budaya di 2026, Ada Bunker Jepang hingga Situs Petirtaan

Selasa, 12 Mei 2026
Next Post
Rektor UIN Sunan Ampel, Surabaya, Prof Masdar Hilmy S.Ag, MA, Ph.D (kiri)dan Ketua PW Ansor Jawa Timur Syafiq Syauqi/tugu malang

Inovasi Pertama di Indonesia, GP Ansor Jatim dan UIN Surabaya Dirikan Madrasah Cyber

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapenda Kota Malang Sosialisasikan Opsen PKB dan BBNKB hingga Tingkat RT RW

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.