Tugumalang.id – PT PLN UP3 Malang bersama Pemerintah Kota Malang menggelar kegiatan Konvoi Becak Listrik sebagai wujud sinergi dalam mendukung transisi energi bersih serta pengembangan transportasi ramah lingkungan berbasis listrik di Kota Malang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program PLN Bersinergi Mendukung Infrastruktur Listrik untuk Becak Listrik Kota Malang.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor PLN UP3 Malang tersebut diawali dengan registrasi peserta dan dilanjutkan salat ashar berjemaah di Masjid Al-Ihsan PLN UP3 Malang.
Baca Juga: Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2026 Perkuat Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PLN UP3 Malang
Acara kemudian dibuka dengan edukasi pemanfaatan aplikasi PLN Mobile serta pengenalan infrastruktur pengisian kendaraan listrik melalui SPKLU dan SPLU.
Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

“PLN tidak hanya menyediakan infrastruktur pengisian listrik, namun juga memastikan ekosistem kendaraan listrik dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan efisiensi biaya operasional bagi pengemudi,” ujar Agung.
Ia menjelaskan bahwa becak listrik hanya membutuhkan sekitar 1 kWh energi listrik atau setara biaya sekitar Rp2.500 per sekali pengisian daya, sehingga lebih hemat dibandingkan transportasi konvensional.
Sebagai bentuk dukungan awal, PLN juga telah menyalurkan 1.000 kWh token listrik gratis dengan alokasi sekitar 500 token listrik per SPLU di Jalan Sriwijaya, Malang, serta membuka partisipasi pegawai PLN dalam program donasi token listrik.
Baca Juga: Becak Listrik, Energi Baru di Jalur Wisata Heritage Malang, PLN UP3 Malang Perkuat Transportasi Ramah Lingkungan
Selain mendukung operasional, PLN turut meningkatkan aspek keselamatan dengan menyediakan helm khusus bagi pengemudi becak listrik sesuai standar keselamatan transportasi.
Senior Manager Niaga PLN UID Jawa Timur menyampaikan bahwa bantuan dari pemerintah sebanyak 500 unit menjadi langkah strategis dalam mendorong ekonomi mikro berbasis energi listrik.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pengemudi, mengurangi emisi karbon, serta mendukung sektor pariwisata dan mobilitas ramah lingkungan di Kota Malang,” jelasnya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi peran PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik yang menjadi fondasi berbagai aktivitas masyarakat dan pemerintahan.

“Berbagai kegiatan besar di Kota Malang berjalan dengan baik karena dukungan listrik yang andal dari PLN. Kehadiran becak listrik menjadi bukti nyata transformasi energi yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pelepasan konvoi 20 becak listrik sebagai simbol dimulainya pemanfaatan transportasi ramah lingkungan secara lebih luas di Kota Malang.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, PLN bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN turut menyalurkan bantuan sembako kepada para pengemudi becak listrik.
Kegiatan juga diisi dengan kultum Ramadan menjelang buka puasa bersama sebagai momentum refleksi dan kebersamaan antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap Kota Malang dapat menjadi model nasional pengembangan transportasi dan ekonomi mikro berbasis energi listrik, sekaligus mempercepat implementasi transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.
PT PLN (Persero) terus berkomitmen menyediakan listrik yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui percepatan transisi energi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis PT PLN UP3 Malang
Editor: Herlianto. A





























