Malang, Tugumalang.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), PLN UP3 Malang turut berpartisipasi mendukung panen raya padi sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional dan program Indonesia Maju.
Panen raya yang mengusung tema ‘Wujudkan Kesejahteraan Pangan Menjadi Kenyataan’ ini digelar di Kabupaten Malang dan dihadiri oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Susilo, Forkopimda Kabupaten Malang, dinas terkait, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemuda tani.

Baca juga: Lebaran Tanpa Padam, PLN UP3 Malang Siapkan 830 Personel Siaga
Dalam laporan kegiatan, Aster Divif 2 Kostrad menyampaikan bahwa telah dilakukan penanaman benih padi sebanyak 6.900 kilogram, yang didistribusikan kepada petani sebanyak 25 kilogram per hektare. Selain itu, juga ditanam jagung hibrida sebanyak 7.815 kilogram dan disalurkan pupuk NPK sebanyak 79.900 kilogram, serta pupuk tambahan 15 kilogram per hektare.
Dukungan alat pertanian pun digencarkan, dengan penyaluran 10 unit mesin pompa ke Jember, serta mesin pemanen (combine harvester) sebanyak 6 unit yang tersebar di Kabupaten Malang dan Jember.
Adapun luas lahan yang digarap mencapai 720 hektare, dengan hasil panen sementara mencapai 1.946 ton dari 278 hektare yang telah dipanen. Perkiraan produktivitas mencapai 7 ton per hektare. Panen akan terus berlangsung hingga April 2025.

Mayjen TNI Susilo menegaskan komitmen TNI dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ia menyebut optimalisasi lahan dan pendampingan petani merupakan bagian dari sinergi bersama pemerintah daerah.
“TNI siap berkolaborasi dengan Kabupaten Malang dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ini bagian dari kontribusi kami terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Afisena, menekankan bahwa swasembada pangan adalah tanggung jawab kolektif.
Baca juga: Ramadan 2025, PLN UP3 Malang Berbagi Takjil Gratis
“Peran generasi muda sangat penting dalam pertanian. Saat ini, sudah ada 18.000 petani milenial yang dilantik untuk menghadapi tantangan minimnya minat bertani dari generasi muda,” ujarnya.

PLN UP3 Malang melalui manajernya, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa peran PLN tak terbatas pada penyediaan listrik, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan sektor pertanian.
“Mendukung arahan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, PLN aktif membina Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di berbagai daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendorong kemandirian petani,” jelas Agung.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah menindaklanjuti usulan pemanfaatan listrik untuk pompanisasi oleh 8 kelompok tani di Kabupaten Malang.
“Ke depan, kami berharap lebih banyak kelompok tani memanfaatkan listrik untuk operasional sawah. Ini akan mempercepat perluasan area tanam dan meningkatkan efisiensi pertanian,” tambahnya.
PLN juga menjalin kemitraan strategis dengan berbagai Gapoktan di Indonesia, menyediakan edukasi, akses teknologi, hingga dukungan pemasaran hasil pertanian.
“Program ini adalah bagian dari strategi besar PLN dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Agung.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























