MALANG, Tugumalang.id – Nama Nova Arianto kini tengah jadi buah bibir pencinta sepak bola Tanah Air. Pelatih Timnas Indonesia U-17 ini sukses membawa skuad Garuda Muda tampil impresif di ajang Piala Asia U-17 2025, sekaligus mengantarkan Indonesia lolos ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.
Nova, yang sebelumnya dikenal sebagai asisten Shin Tae-yong di Timnas Indonesia senior, dipercaya PSSI untuk menakhodai Timnas U-17 sejak awal 2024. Keputusan itu terbukti tepat.
Timnas Indonesia U-17 membuka kiprah mereka di Grup C dengan hasil mengejutkan: menang 1-0 atas tim kuat Korea Selatan. Momentum positif berlanjut di laga kedua, saat Evandra Florasta dkk menumbangkan Yaman dengan skor telak 4-1.
Baca juga: Timnas Indonesia U-17 Lolos ke Piala Dunia, Ini Kata Nova Arianto
Dua kemenangan beruntun ini memastikan langkah Timnas Indonesia U-17 ke perempat final dan sekaligus mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2025, pencapaian bersejarah yang menjadikan Nova Arianto pelatih Indonesia pertama yang membawa tim kelompok usia ke ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Jejak Karier Nova Arianto dan Selebrasi “Suster Ngesot”
Lahir di Semarang pada 4 November 1979, Nova Arianto mewarisi darah sepak bola dari sang ayah, pelatih legendaris Indonesia Sartono Anwar. Karier profesionalnya dimulai bersama Arseto Solo pada musim 1997/1998.
Bermain sebagai bek tengah dengan tinggi 187 cm, Nova dikenal sebagai tembok pertahanan kokoh. Ia sempat membela PSIS Semarang, PSS Sleman, hingga menjadi pilar utama Persebaya Surabaya selama periode 2002–2007. Bersama Bajul Ijo, Nova mencatatkan prestasi gemilang: juara Divisi 1 (2003 & 2006) serta Liga Indonesia 2004.
Meski berposisi sebagai bek, Nova mencetak beberapa gol penting, salah satunya disertai selebrasi unik ala “suster ngesot”, yang menjadi ciri khasnya dan masih diingat hingga kini.
Kariernya berlanjut ke Persib Bandung (2007–2011), lalu Sriwijaya FC, di mana ia turut mengantar klub tersebut menjuarai Indonesian Super League (ISL) 2011/2012, sebelum menutup karier di Pelita Bandung Raya pada 2015.
Pengalaman di Timnas Indonesia
Nova sempat memperkuat Timnas Indonesia sejak muda. Ia tergabung dalam skuad PSSI Baretti (1995–1996), tampil di Timnas U-18 (1996), dan akhirnya memperkuat Timnas senior pada 2008–2010. Selama itu, ia mengoleksi 12 caps dan mencetak 1 gol, serta meraih trofi Piala Kemerdekaan 2008.
Baca juga: Timnas Indonesia U-17 Kalahkan Korea Selatan di Piala Asia U-17 2025, Nova Arianto Soroti Pembinaan PSSI
Karier Kepelatihan: Dari Asisten hingga Pelatih Timnas U-17
Setelah gantung sepatu, Nova langsung menekuni dunia kepelatihan. Ia memulai sebagai asisten pelatih di Pelita Bandung Raya (2015–2016), lalu sempat menukangi Madiun Putra di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016.
Nova juga pernah menangani Bhayangkara FC U-21 dan U-20, serta Lampung Sakti. Pada 2019, ia masuk ke dalam tim pelatih Shin Tae-yong dan menjadi tangan kanan pelatih asal Korea Selatan itu di berbagai level Timnas Indonesia, termasuk U-20 dan U-23.
Pengalaman itu membuat PSSI mantap menunjuk Nova sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-17 pada Januari 2024. Meski sempat gagal membawa Timnas U-16 juara di Piala AFF U-16 2024, Nova bangkit dan membawa Garuda Muda tampil gemilang di kualifikasi Piala Asia U-17 2025.
Indonesia lolos dari fase grup tanpa kekalahan—menang 10-0 atas Kepulauan Mariana, 1-0 atas Kuwait, dan imbang 0-0 melawan Australia.
Kini, Nova Arianto berpeluang mencetak sejarah baru bersama Timnas Indonesia U-17 di panggung Piala Asia U-17 2025 dan Piala Dunia U-17 2025. Sebuah pencapaian luar biasa dari mantan bek tangguh yang kini sukses menjelma jadi pelatih berprestasi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























