Malang, Tugumalang.id – PT Jasa Tirta 1 (PJT 1) mulai melakukan flushing di Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (5/10/2026). Penggelontoran sedimen tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar 10 hari untuk mengendalikan sedimentasi.
Flushing dilakukan untuk menggelontorkan lumpur dan material sedimen. Langkah itu diperlukan untuk menjaga kapasitas tampungan bendungan agar tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kepala Divisi Jasa WS Brantas PJT 1 Adi Bowo Kusumo mengatakan, sedimentasi di Bendungan Sengguruh cukup tinggi setelah musim hujan 2025 yang berlangsung panjang dengan intensitas curah hujan tinggi. Kondisi tersebut membuat aliran permukaan atau run off membawa lebih banyak material sedimen masuk ke bendungan.
“Di tahun 2025 itu musim hujannya lebat dan cukup panjang. Makanya sedimennya cukup banyak juga yang masuk ke sini,” kata Adi saat ditemui di Bendungan Sengguruh, Senin (5/10/2026).

Baca juga: Keruk Sedimen yang Mengendap, PJT 1 Kuras Bendungan Sengguruh
Flushing kali ini ditargetkan menggelontorkan sekitar 700.000 meter kubik sedimen. Pengurangan sedimentasi diharapkan dapat mempertahankan fungsi Bendungan Sengguruh dalam menyediakan tampungan air.
“Flushing ini fungsinya untuk menjaga daya tampung waduk agar bisa menampung air yang semestinya,” ujarnya.
Kapasitas terpasang Bendungan Sengguruh sebenarnya berada di kisaran 21 juta meter kubik. Namun, akibat sedimentasi, kapasitas tampungan efektif yang tersedia saat ini disebut berada di bawah 1 juta meter kubik.
Setelah flushing, kapasitas tampungan diharapkan dapat meningkat hingga 1,5 juta meter kubik.
“Pengembalian kapasitas seperti semula sebenarnya memungkinkan, tapi butuh biaya yang sangat besar,” katanya.
Baca juga: Konservasi Hulu, PJT I Tanam 10 Ribu Bibit Pohon di Titik Nol Sungai Brantas
Flushing Bendungan Sengguruh tidak memiliki pola waktu yang tetap. Sebelumnya, flushing dilakukan pada 2023.
Pelaksanaan flushing dilakukan berdasarkan kebutuhan yang ditentukan melalui data teknis serta analisis lingkungan. Kegiatan serupa akan kembali dilakukan apabila hasil kajian menunjukkan kebutuhan untuk menggelontorkan sedimen.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko


















