Kota Batu, Tugumalang.id – Sebanyak 227 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Batu dipastikan berangkat menuju Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026) dini hari. Dari ratusan jemaah tersebut, Dewi Marijah menjadi peserta haji tertua dengan usia 85 tahun. Momen istimewa itu telah lama ia nantikan sembari menjalani aktivitas sehari-hari di kebun bunga miliknya.
Dewi Marijah tercatat sebagai peserta haji tertua pada musim haji 2026. Ia merupakan warga Jalan Mawar Merah No. 64 RT 05 RW 11, Sukorembug, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Ia diketahui telah mendaftar sebagai calon jemaah haji sejak tahun 2018.
Tekad Berangkat Haji di Usia 85 Tahun
Perempuan kelahiran April 1941 itu mendapat prioritas keberangkatan karena faktor usia. Meski kondisi pendengaran dan penglihatannya mulai menurun, semangatnya untuk menunaikan ibadah haji tidak surut.
Setiap hari, Dewi Marijah masih aktif mengurus kebun bunga miliknya. Di sela aktivitas tersebut, ia terus memanjatkan doa agar bisa berangkat ke Tanah Suci. Penantian panjang itu akhirnya terwujud pada tahun ini.
Baca juga: Sinergi UIN Malang Bersama Kementerian Haji dan Umrah, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Layanan Jemaah
Siti Rohmah (48), anak Dewi Marijah yang menjadi pendampingnya, mengatakan sang ibu memang sudah lama memimpikan ibadah haji. Bahkan sebelumnya, keluarga sempat memberangkatkannya untuk menunaikan umrah.
“Pulang umrah itu, tekad berhajinya malah semakin kuat. Alhamdulillah, sekarang bisa berangkat haji, impian beliau sejak lama,” ujar Siti.
Dewi Marijah dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026. Menjelang keberangkatan, ia juga rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi sebagai bagian dari persiapan.
Wali Kota Batu Lepas 227 CJH
Selain Dewi Marijah, terdapat pula peserta haji termuda yakni Lelaiyana (17) dari Desa Pesanggrahan. Keduanya bersama ratusan CJH lainnya resmi dilepas langsung oleh Nurochman pada Senin (20/4/2026).
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, Pemerintah Kota Batu menyiapkan tujuh armada bus serta dua unit truk pengangkut logistik dan perlengkapan jemaah.
Nurochman menegaskan ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan finansial. Menurutnya, ibadah haji adalah perjalanan suci yang menuntut kesabaran, keikhlasan, serta tawakal kepada Allah SWT.
“Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini, sehingga para jemaah adalah insan-insan terpilih,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para jemaah agar menjaga kekompakan dan saling membantu selama berada di Tanah Suci.
“Jaga kebersamaan, komunikasi, dan niat. Keikhlasan akan menjadi kekuatan utama dalam menyempurnakan ibadah,” pesannya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


















