Tugumalang.id – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2023 menjadi ajang untuk memperkuat tanggung jawab sosial PT Pegadaian XII Surabaya. Penguatan itu terwujud dari pelaksanaan acara puncak HPSN di Alun-alun Jenggawah Kabupaten Jember.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (19/02/2023) itu berkolaborasi dengan Bank Sampah binaan PT Pegadaian Nasional dan Dinas Lingkungan hidup beserta praktisi setempat.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini diawali dengan FGD (Focus Group Discusion) pada Sabtu (18/02/2023) bersama narasumber dari Forum Bank Sampah MSME Indonesia. Kemudian juga DLH Provinsi Jawa Timur serta akademisi Universitas Negeri Jember. Turut terlibat masyarakat setempat sebagai peserta.
Mulyono Rekso, kepala PT Pegadaian XII Surabaya, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) merupakan bagian dari kolaborasi antara divisi tanggung jawab sosial PT Penggadaian bersama kementrian lingkungan hidup dan kehutanan yang menangani pengelolaan sampah dan limbah.

“Penyelenggaraan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara divisi tanggung jawab sosial PT Penggadaian dan kementrian lingkungan hidup dan kehutanan yang menangani pengelolaan sampah dan limbah,” ungkapnya.
Molyono juga mengatakan yang hadir di puncak acara tersebut merupakan beberapa pimpinan wilayah Jawa Timur mulai dari Bupati Jember, Hendy Siswanto, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa Timur, Dr Abdul Muin, Kepala Divisi TJSL Kantor Pusat PT Pegadaian, Rully Yusuf, Forum Bank Sampah MSME Indonesia dari seluruh Indonesia.
“Dalam kolaborasi antara PT pegadaian kementerian lingkungan hidup dalam menyelenggarakan acara ini di ikuti oleh 17 perwakilan bang sampah Pegadaian seluruh Indonesia. Kemudian juga yang mendapatkan penghargaan berbagai kategori, di antaranya kategori inovasi pengelolaan sampah. Kategori pemberdayaan masyarakat dengan pengelolaan sampah,” tuturnya.
Mulyono juga menjelaskan kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh masyarakat mulai dari berbagai unsur pimpinan kecamatan, kelurahan, masyarakat, hingga anak sekolah ikut serta lomba inovasi tentang pengelolaan sampah di sekolah dengan konsep Go Green.
“Kegiatan ini juga di ikuti oleh seluruh masyarakat mulai dari berbagai unsur pimpinan kecamatan, Kelurahan, Masyarakat, hingga anak sekolah,“ ucapnya.
Dia juga tidak lupa menekankan pentingnya pengelolaan sampah untuk kesehatan masyarakat dan juga untuk memberdayakan perekonomian masyarakat.
Untuk sampah organik bisa diolah menjadi pupuk organik atau kompos, sedangkan yang non organik bisa diolah kembali dan bisa ditukar menjadi tabungan emas Pegadaian.
Oleh: M-6
Editor: Herlianto. A





























