Kota Batu, Tugumalang.id – Kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dan Pemerintah Kota Batu mendorong UMKM naik kelas melalui program Perintis Berdaya Connect (PBC).
Program tersebut diresmikan Menko PMK Abdul Muhaimin Iskandar di gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT-KUMKM) Kota Batu, Rabu (26/8/2026). PBC di Kota Batu digadang-gadang menjadi role model nasional dalam penguatan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Menko PMK Abdul Muhaimin Iskandar menjelaskan, peluncuran PBC merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran pemerintah sebagai agregator dan fasilitator pertumbuhan UMKM. Ekosistem tersebut diharapkan mendorong UMKM naik kelas.
“Ekosistem yang dibangun melalui peran pemerintah sebagai agregator sangat penting agar kolaborasi terus bertumbuh, baik dari sisi pendampingan, pembinaan, maupun fasilitas pelatihan intensif,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut.
Ia menegaskan pentingnya penguatan akses yang integratif, mulai bahan baku, permodalan, pemasaran, hingga teknologi. Hal itu untuk menjawab keresahan pelaku usaha, terutama terkait ketergantungan pada bahan baku impor.
“Keluhan pelaku UMKM cukup banyak dan harus terus kita upgrade, mulai dari teknologi hingga kemudahan akses permodalan. Tugas Kemenko ini memastikan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan mudah diakses. Selama ini bahan baku masih dominan impor, ke depan harus kita perbanyak dari dalam negeri,” tegas Cak Imin.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan Melonjak, Realisasi Pajak Hiburan Kota Batu Tembus 83 Persen
Selain itu, Cak Imin memberikan apresiasi atas operasional PLUT-KUMKM Kota Batu yang dinilai aktif secara kontinu.
“PLUT di Kota Batu ini patut menjadi percontohan bagi daerah lain karena terus beroperasi secara berkelanjutan, tidak sekadar mengandalkan event temporer,” ujarnya.
Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang memilih Kota Batu sebagai lokasi replikasi PBC setelah sebelumnya dikembangkan di Kota Bandung.
Nurochman menegaskan, pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kota Batu tidak hanya berfokus pada penambahan kuantitas pelaku usaha. Namun, juga pada peningkatan kualitas agar UMKM mandiri dan berdaya saing.
“Bagi kami, pemberdayaan bukan sekadar menambah jumlah pelaku usaha, tetapi bagaimana usaha yang sudah tumbuh dapat naik kelas, semakin mandiri, mampu memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Nurochman.
Ia menerangkan, PBC Batu hadir sebagai connector sekaligus orkestrator untuk mengintegrasikan berbagai potensi dan fasilitas yang telah berjalan di Kota Batu. Di antaranya Karang Taruna, Dekopinda, Komite Ekonomi Kreatif, Rumah Kemasan, hingga cold storage pertanian.
“PBC bukan sekadar program baru, tetapi cara baru untuk menghubungkan berbagai kekuatan yang ada di Kota Batu. Melalui PBC, PLUT didorong menjadi One Stop Business Development Ecosystem agar kebutuhan pelaku usaha dapat bertemu dengan solusi, produk bertemu pasar, dan talenta bertemu dunia kerja,” jelasnya.
PLUT diarahkan jadi ekosistem bisnis terpadu
Melalui inisiatif tersebut, PLUT-KUMKM Kota Batu diproyeksikan menjadi One Stop Business Development Ecosystem yang menghubungkan berbagai program strategis.
Ekosistem itu mengintegrasikan pemberdayaan pemuda, penguatan koperasi, pengembangan daya saing produk melalui Rumah Kemasan, hingga penguatan rantai pasok pertanian melalui fasilitas cold storage.
“Harapan kami, PBC Batu menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM, koperasi, dan komunitas kreatif di Malang Raya untuk memperluas jejaring pasar serta meningkatkan daya saing di skala nasional maupun global,” harap Cak Nur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko





























