Malang, Tugumalang.id – Instruksi tak biasa dilontarkan pelatih Jerman, Joachim Low, kepada pemain muda Mario Gotze menjelang akhir laga final Piala Dunia 2014. Perintah berani itu bukan hanya menguji mental sang pemain, tetapi juga berujung pada momen penentu yang membungkam Argentina dan memastikan gelar juara dunia untuk Jerman.
Final Piala Dunia 2014 tidak hanya dikenang karena gol kemenangan Jerman, tetapi juga karena satu kalimat penuh motivasi dan kepercayaan dari Joachim Low kepada supersub Der Panzer, Mario Gotze, yang saat itu masih berusia 22 tahun.
Menit ke-88, saat laga melawan Argentina masih buntu, Joachim Low memanggil Gotze ke pinggir lapangan. Instruksinya singkat, namun sarat makna. Ia meminta pemain muda itu menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya bisa lebih menentukan dibanding megabintang Lionel Messi.
Baca juga: Kaleidoskop Timnas Indonesia di Tahun 2025: Drama Pergantian Pelatih hingga Mimpi ke Piala Dunia yang Pupus
“Tunjukkan pada dunia bahwa kamu lebih baik dari Messi,” kata Joachim Low kepada Mario Gotze saat memasukkannya ke lapangan pada menit ke-88 final Piala Dunia 2014, dilansir dari fifa.com.

Perintah tersebut bukan tanpa alasan. Messi datang ke final sebagai bintang utama Argentina. Ia tampil impresif sepanjang turnamen dengan gol-gol penting dan peran sentral dalam permainan tim. Sebaliknya, Gotze bersama Jerman justru minim kontribusi di fase gugur.
Masuk sebagai pemain pengganti di momen krusial, Gotze yang memiliki tinggi badan 176 centimeter memikul ekspektasi besar dari pelatihnya. Tekanan semakin terasa karena waktu pertandingan kian menipis, sementara Argentina tampil disiplin dalam bertahan.
Namun, pesan Joachim Low seolah menjadi bahan bakar bagi Gotze. Pada babak perpanjangan waktu setelah 90 menit tanpa gol, tepatnya menit ke-113, pemain muda itu menjawab tantangan tersebut dengan aksi gemilang.
Ia mengontrol bola dari umpan silang Andre Schurrle menggunakan dada, sebelum akhirnya melepaskan tendangan voli yang tak mampu dihentikan kiper Argentina, Sergio Romero.
Gol tersebut bukan sekadar penentu kemenangan 1-0 Jerman atas Argentina. Lebih dari itu, gol tersebut menjadi pembuktian nyata bahwa pesan sang pelatih mampu menjadi pemicu keberanian pemain muda dalam momen terbesar.
Dalam satu kesempatan, Gotze berhasil melakukan apa yang diminta Joachim Low – menjadi pembeda di laga final dan membawa Jerman meraih gelar juara dunia. Bahkan, momen itu terjadi di tengah bayang-bayang kehebatan Lionel Messi yang menjadi sorotan utama sepanjang turnamen.
Instruksi singkat di tepi lapangan itu kini menjadi bagian dari cerita legendaris final Piala Dunia 2014. Pesan tersebut sarat makna tentang kepercayaan, tekanan, dan keberanian seorang pemain muda menjawab tantangan di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko


















