MALANG, Tugumalang.id – Pencarian pemancing bernama Alvin Nur Hidayat (35) yang hilang di Pantai Tanjung Sirap dihentikan pada Jumat (23/8/2024). Selama tujuh hari, pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan tidak membuahkan hasil.
Kasatpolairud Polres Malang, AKP Slamet Subagyo mengatakan pencarian telah dilakukan hingga perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar.
Di arah timur, pencarian telah dilakukan hingga Sendangbiru. Radius pencarian dari bibir pantai mencapai empat mil atau enam kiliometer. “Pencarian di Sendangbiru juga dibantu oleh nelayan,” ujar Bagyo.
Baca Juga: Pemancing Temukan Granat Aktif di Sungai Belong
Pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan topi milik korban sekitar 500 meter dari titik kejadian. Selain topi tersebut, belum ada benda atau petunjuk lainnya yang membantu petugas menemukan korban.
“Belum ada, kemarin hanya ada topinya itu saja,” ucap Bagyo.
Alvin dilaporkan hilang saat memancing di Pantai Tanjung Sirap, pada Sabtu (17/8/2024). Ia jatuh ke laut saat berusaha mengambil kail yang tersangkut di tebing karang. Rekan Alvin sempat berupaya menolong, namun usaha mereka sia-sia.
Bagyo menyebut ini bukan pertama kalinya Alvin memancing di pantai yang terletak di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang tersebut. “Dia lebih dari sekali (memancing di sana). Kami dapat (informasi) dari rekan-rekan korban,” kata Bagyo.
Baca Juga: Ambil Kail yang Tersangkut di Tebing, Pemancing Terseret Arus di Pantai Tanjung Sirap
Alvin berangkat dari rumahnya di Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang pada pukul 08.00 WIB dan sampai di kawasan Pantai Jembatan Panjang Tanjung Sirap pada pukul 09.00 WIB. Setelah tiga jam memancing, kailnya tersangkut di tebing.
Ia pun berusaha mengambil tebing tersebut. Awalnya, salah satu saksi memegangi kerah baju korban agar korban tidak jatuh. Namun, korban mengatakan agar bajunya tak usah dipegangi. Tak lama kemudian, korban terjatuh ke laut dan terseret arus.
Rekan-rekan korban berusaha membantu korban dengan melempar jangkar. Akan tetapi, korban tak mampu meraih jangkar tersebut. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke petugas penjaga pantai dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Bagyo menyebut di area tersebut terdapat pusaran arus, sehingga orang yang jago berenang pun akan kewalahan untuk melawan arus. Pusaran arus ini juga membuat pencarian korban terkendala. Penyelaman pun tak memungkinkan untuk dilakukan karena arusnya terlalu berbahaya.
“Di lokasi kejadian itu karangnya luar biasa. Di sana juga ada pertemuan arus. Gelombang air yang di atas dengan arus (yang dibawah) itu berbeda,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























