Malang, Tugumalang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,17-6,00 persen pada 2027. Angka tersebut tak jauh berbeda dengan pertumbuhan ekonomi pada 2025 yang mencapai 5,92 persen.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab Malang akan mendorong sektor-sektor yang dinilai dapat mendongkrak penciptaan nilai tambah dan kesempatan kerja. Sektor tersebut antara lain pertanian dan hilirisasi produk pertanian, industri pengolahan, UMKM dan ekonomi kerakyatan, pariwisata dan ekonomi kreatif, investasi, jasa, serta konstruksi.
Pemkab Malang juga akan mengarahkan program agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan upaya menekan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan. Program yang disiapkan di antaranya pelatihan, sertifikasi kompetensi, penempatan tenaga kerja, pengembangan UMKM dan usaha produktif, serta peningkatan investasi.
“Pendekatan kewilayahan juga diperkuat dengan mengintegrasikan intervensi pada wilayah dan kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses ekonomi dan pelayanan dasar,” ujar Wakil Bupati Malang dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (23/9/2026).
Baca juga: Pemkab Malang Usulkan SPAM untuk Penuhi Kebutuhan Air Pabrik Es Pujiharjo

Di sektor pendidikan, Pemkab Malang menargetkan Rata-rata Lama Sekolah sebesar 8,37 tahun. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemutakhiran dan validasi data 31.677 Anak Tidak Sekolah secara by name by address.
Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan skema belanja untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah ke pendidikan formal maupun kesetaraan. Pemkab juga akan mengupayakan agar tidak muncul Anak Tidak Sekolah baru.
“Kami melakukan penajaman alokasi anggaran pendidikan agar tidak hanya berorientasi pada belanja operasional, tetapi memberikan dampak langsung terhadap capaian Pendidikan,” kata Lathifah.
Baca juga: BPK Periksa Belanja Pemkab Malang, Sanusi Siapkan Data dan Dokumen
Pada kesempatan tersebut, Lathifah juga menyampaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2027 sebesar Rp1,567 triliun. Target itu meningkat 27,94 persen dibandingkan APBD Induk 2026.
Penetapan target tersebut mempertimbangkan tren realisasi, potensi riil pendapatan, serta hasil evaluasi penerimaan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pertimbangannya adalah realisasi PAD 2025 yang meningkat 28,60 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, target Retribusi Daerah 2027 ditetapkan sebesar Rp455,25 miliar atau meningkat 52,84 persen.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































