Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Pemerintah Tutup TikTok Shop, Produsen Mukena di Malang Kelimpungan

Redaksi by Redaksi
September 27, 2023 1:46 pm
in News
Aktivitas rumah produksi mukena Kimya yang ada di Malang.

Aktivitas rumah produksi mukena Kimya yang ada di Malang. (Foto/dok. Kimya)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Presiden Jokowi telah memberikan arahan untuk menutup Tiktok Shop yang ada di dalam sosial commerce TikTok usai menggelar rapat terbatas pada Senin (25/9/2023). Kini, produsen mukena di Malang yang memanfaatkan fitur Tiktok Shop gemetar lantaran terancam bakal kehilangan 80 persen omzetnya.

Diketahui, pemerintah juga telah menyepakati revisi Permendag 50/2020 yang mengatur regulasi e-commerce di Indonesia. Salah satu poin kuat yang disepakati yakni melarang penggabungan aplikasi media sosial dengan e-commerce. Arahan Presiden Jokowi itu tentu berpotensi menggoyahkan era keemasan UMKM yang sedang berjaya berkat TikTok.

READ ALSO

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Salah satu pelaku UMKM produsen mukena di Malang, Diana Manzila, mengungkapkan bahwa dirinya mampu merekrut lebih dari 50 karyawan yang terdiri dari penjahit hingga admin dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun usai produknya laris manis di Tiktok Shop.

Baca Juga: Di Malang, Presiden Jokowi Minta Perbanyak Pasar Rakyat Cegah Dampak El Nino

“Memang kami penjualannya tidak hanya di TikTok, ada yang lewat reseller, penjualan langsung, Shopee dan lainnya. Cuman pendapatan terbesar kami 75-80 persen ya dari TikTok,” ungkapnya.

Dalam sehari, produsen mukena dengan brand bernama Kimya itu mampu menjual sekitar 40 hingga 150 produk mukena dalam waktu sehari lewat Tiktok Shop. Dikatakan, penjualan itu mampu menghasilkan omzet sekitar Rp5 juta hingga Rp20 juta sehari.

Produsen mukena di Malang dengan brand Kimya melakukan aktivitas live di Tiktok Shop.
Produsen mukena di Malang dengan brand Kimya melakukan aktivitas live di Tiktok Shop. (Foto/dok. Kimya)

Bahkan kalau ramai, kata Diana, bisa sampai Rp 25 juta per hari. Angka itu tentu bisa menembus ratusan juta jika diakumulasikan menjadi omzet bulanan. Artinya, omzet ratusan juta itu terancam hilang jika TikTok Shop benar-benar ditutup.

Kini, Diana hanya bisa pasrah dengan kemelut rencana perubahan regulasi tentang sosial commerce itu. Dia juga mengaku sedih jika Tiktok Shop benar benar dihapuskan. Pasalnya, ada puluhan karyawan yang menggantungkan hidup pada usaha yang dia rintis itu.

Baca Juga: Kantor Pos Siap Mengantarkan 500 Surat Asa Keadilan dari Aremania ke Presiden Jokowi

“Ya sedih pasti. Cuman saya sebagai brand owner tentu harus bisa menyesuaikan dengan kondisi dan apa kata pemerintah. Artinya, ya harus belajar bagaimana nanti pemisahan antara Tiktok Shop dengan TikToknya,” kata dia.

“Saya pribadi, tentu sangat menyayangkan karena di Tiktot itu ada hampir 7 juta UMKM dan sekitar 10 juta afiliator yang hidupnya bergantung dari Tiktok. Tapi sepertinya pemerintah hanya mendengarkan 1 pihak, nggak melihat UMKM yang sangat terbantu oleh Tiktok,” lanjutnya.

Pemerintah Dianggap Hanya Dengarkan Satu Pihak

Dia berharap pemerintah tak memutuskan kebijakan hanya dengan memandang atau mendengar keluhan dari satu pihak saja. Dia menyarankan agar pemerintah melihat dan mendengarkan juga pelaku UMKM yang bertumbuh dan berkembang melalui Tiktok.

Isu sepinya pengunjung pasar yang tengah ramai diperbincangkan sekaligus menjadi pertimbangan perubahan regulasi sosial commerce itu, menurut Diana terjadi lantaran ada perubahan kebiasaan masyarakat Indonesia yang lebih suka rebahan atau tinggal di rumah dari pada pergi ke pasar. Kondisi itu menurutnya sudah berubah sejak pandemi Covid-19 melanda negeri.

Masyarakat saat ini juga cenderung lebih suka memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung aktivitas sehari harinya. Misalnya ketika hendak membeli pakaian atau produk lainnya, masyarakat banyak yang lebih suka memanfaatkan online shop dari pada datang langsung ke pasar atau toko.

Dia juga menegaskan bahwa saat ini banyak pelaku UMKM maupun produsen UMKM yang berjuang keras untuk bangkit dari keterpurukan pasca pandemi. Dia juga menegaskan bahwa dirinya merupakan produsen dan bukan importir. Sebab, isu masuknya produk impor melalui Tiktok berpotensi merusak pasar UMKM lokal juga tengah ramai dibicarakan.

“Jadi pemerintah harusnya juga mendengarkan UMKM dan afiliator yang terbantu oleh Tiktok. Banyak lo kalangan difabel yang jualan snaknya atau produk produknya di Tiktok. Banyak ibu rumah tangga yang dulu gak berpenghasilan sekarang berpenghasilan setelah jadi afiliator di Tiktok,” imbuhnya.

Pertumbuhan ekonomi UMKM yang memanfaatkan Tiktok menurutnya terjadi karena ada banyak kemudahan yang diberikan Tiktok dalam melakukan transaksi jual beli produk UMKM. Tak perlu mengeluarkan biaya sewa ruko maupun biaya branding, kata Diana, cukup menyiapkan ide ide kreatif dan meluangkan waktu untuk live agar produknya dilirik atau dibeli customer.

Melalui Tiktok Shop, Diana mengatakan bahwa customer juga bisa melihat produk produk yang hendak dibeli dan bertransaksi tanpa harus keluar rumah. Dikatakan, customer juga bisa melakukan transaksi pembayaran langsung melalui Tiktok Shop ketika hendak membeli produk. Bahkan terdapat potongan potongan harga berupa voucher, gratis ongkir hingga promo promo momen spesial.

“Jadi banyak kemudahan seperti fitur COD, bisa lihat langsung produk, itu memudahkan customer juga. Jadi sambil rebahan bisa lihat produk dan kualitasnya tanpa keluar rumah, tanpa keluar uang parkir yang tidak ditawarkan toko offline. Bahkan ada vocer, gratis ongkir, tanggal spesial misal tanggal kembar 9-9, pay day sell, gajian sell. Itu kan sama persis seperti di Shopee atau Lazada,” paparnya.

Namun menurutnya, produk produk yang dipasarkan melalui Tiktok memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perjuangan panjang untuk membangun kepercayaan customer dan berani mengambil langkah konsisten agar produk yang dipasarkan dilirik pembeli.

“Live tiktok itu gak bisa sehari dua hari langsung ramai pembeli, kami pun ramai harus buat fitting berbulan bulan dan rutin live dulu. Memang begitu prosesnya. Kami baru ramai setelah 4 bulan live rutin di jam 7 malam,” kata dia.

“Jadi kalau bisa Tiktok jangan ditutup dulu, karena uang kami yang dari customer masih banyak yang belum cair di Tiktok, ada sekitar Rp 60 juta. Kan uangnya customer gak langsung masuk ke kami. Kalau produk sudah sampai di customer, baru sekitar 5 hari uang masuk ke kami,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: MukenaPresiden JokowiProdusen MukenaTikTok ShopUMKM

Related Posts

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah
News

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Senin, 31 Agu 2026
Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang
News

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Senin, 31 Agu 2026
Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta
News

Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta

Senin, 31 Agu 2026
66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang
News

66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang

Senin, 31 Agu 2026
Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU
News

Muktamar ke-35 NU Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU

Senin, 31 Agu 2026
Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan
Advertorial

Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
Lokasi penemuan bayi di Kota Batu, Jawa Timur.

Geger Bayi Laki-laki Diduga Dibuang di Poskamling di Kota Batu

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.