JAKARTA, Tugumalang.id – Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman resmi diperkenalkan kepada publik yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta pada Selasa (13/1/2026) kemarin. Dalam sesi konferensi pers tersebut, Herdman mengisyaratkan tak akan membawa skuad utama di Piala AFF 2026.
Pelatih berpaspor Inggris itu akan menjadikan turnamen yang bergulir pada Juli 2026 mendatang sebagai panggung bagi pemain lapis kedua.
Herdman beralasan kejuaran Piala AFF tak masuk dalam kalender FIFA, sehingga sulit bagi pemain-pemain diaspora Indonesia yang merumput di luar negeri mendapatkan izin dari klubnya masing-masing.
Baca Juga: Resmi! John Herdman jadi Nahkoda Baru Timnas Indonesia
Menghadapi situasi ini, Herdman akan menjadikan ajang sepak bola prestisius di kawasan Asia Tenggara ini sebagai kesempatan melihat talenta pemain-pemain lokal Indonesia.
“Turnamen di bulan Juli dan Agustus adalah sesuatu yang berbeda. Akan sulit untuk membawa pemain tier 1 dan 2, karena mereka punya komitmen kepada klubnya, dan itu di luar kalender FIFA,” terang Herdman dilansir dari laman Antara, Rabu (14/1/2026).
“Jadi itulah pentingnya memiliki kolam talenta yang luas dan saya pikir turnamen AFF jadi kesempatan yang bagus untuk saya memahami seberapa dalam kolam talenta yang dimiliki Indonesia,” tegas eks juru latih Timnas Kanada ini.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Kembar Pasar Gadang Kota Malang Dimulai Setelah Lebaran 2026
Herdman akan memberikan kesempatan kepada para pemain yang tidak mendapatkan menit bermain di Maret atau Juni pada kalender FIFA.
Beri Contoh Keikutsertaan Kanada di Piala Emas
Lebih lanjut, pelatih berusia 50 tahun itu memberi contoh semasa ia menukangi Timnas Kanada yang tampil di Piala Emas. Turnamen antar negara di kawasan Amerika Utara dan Tengah yang digagas oleh CONCACAF.
Dalam ajang tersebut, Herdman memaksimalkan pemain-pemain muda yang dimiliki Kanada dengan pencapaian terbaik adalah menembus semifinal edisi 2021.
Hal serupa yang akan dicoba Herdman bersama Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026 mendatang dengan memaksimalkan para pemain muda skuad Garuda.
“Anda punya kesempatan untuk menggunakan kolam yang jauh lebih besar dan itu mirip dengan apa yang kita lakukan di CONCACAF dengan Gold Cup (Piala Emas). Kita tidak punya akses untuk mendatangkan Alphonso Davies atau Jonathan David untuk turnamen itu,” bebernya.
“Anda harus menggunakan pemain lokal dan kolam yang jauh lebih besar dan bisa belajar serta melihat pemain di situasi itu,” ujar Herdman.
Dihantui Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF
Timnas Indonesia tercatat sudah 15 kali berpartisipasi di turnamen Piala AFF yang dulu bernama Piala Tiger itu, sejak pertama kali digelar di Singapura pada tahun 1996.
Total sudah enam kali Timnas Indonesia berhasil melangkah hingga babak final, namun belum ada satupun yang berhasil mengakhirinya sebagai juara.
Pada edisi 2024 lalu, saat masih dilatih Shin Tae-yong langkah Timnas Indonesia terhenti di fase grup. Saat itu, Timnas Indonesia memilih banyak menurunkan pemain-pemain muda jebolan Timnas Indonesia U-23.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























