Jumat, September 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Pawon Baja, Kopi Robusta Dampit Kelas Premium Khas Warga Kayutangan

Redaksi by Redaksi
Oktober 13, 2022 5:15 pm
in Advertorial
Achmad Mufid Rifai.

Achmad Mufid Rifai. Foto/dok.TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kayutangan Heritage. Kawasan itu saat ini sudah bersolek. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memoles kawasan tengah kota tersebut menjadi kawasan wisata yang khas. Banyaknya pengunjung di kawasan tersebut membuat UMKM sekitar bangkit.

Achmad Mufid Rifai salah satunya. Pria 33 tahun, warga yang tinggal di kawasan Kayutangan ini menjajal bisnis di dunia kopi sejak tahun 2019. Tempat tinggal itu tepatnya di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gang 2b nomer 870. Ada baner besar di sana bertuliskan ‘Kopi Robusta Dampit Kelas Premium. Pawon Baja. Diambil dari Perkebunan Keluarga Semua Biji Dipetik Merah. Sedia Roasting Medium dan Dark’.

READ ALSO

Lepas 88 Lulusan, Yudisium Fakultas Psikologi Periode III 2026 Cetak Generasi Siap Berkarya

Budisatrio: Karang Taruna Harus Hadir saat Masyarakat Membutuhkan

Ya, Pawon Baja, memang diusung Epik, sapaan akrabnya sebagai merk produknya. Maknanya sederhana, kata ‘pawon’ dalam bahasa Jawa berarti ‘dapur’ dan ‘baja’ diambil dari kedua nama anaknya. “Jadi Pawon Baja ini sebenarnya untuk menghidupi (menafkahi) kedua anak saya,” kata dia saat ditemui Rabu (12/10/2022).

Produk kopi Pawon Baja. Foto/dok.TM

Sebelumnya, Epik yang sempat bekerja di salah satu perusahaan batu bara selama tujuh tahun sudah mulai berkenalan dengan para petani kopi dan belajar soal jenis serta proses pengolahan kopi.

Hingga kemudian, ia memutuskan untuk resign dan memulai usaha baru, termasuk Pawon Baja. Epik juga bergabung dengan sebuah komunitas yakni East Java Ecotourism Forum (EJEF).

Awalnya, Epik hanya iseng melayani pesanan teman-temannya yang ingin dibawakan kopi dampit saat pulang kampung ke rumah mertua di Dampit, Malang. Hanya satu atau dua kilogram.

“Sebelumnya saya penggemar kopi aja, sampai suatu saat, istri saya kan asli orang Dampit. Ketika pulang kampung ke sana, orang-orang di sini (tetangga) ingin dibawakan kopi dari Dampit satu atau dua kilogram. Dari situ banyak yang suka dan jadi peluang,” tutur dia.

Di situlah Epik mulai memberanikan diri untuk menggandeng petani di Dampit dan membuat merk sendiri. Dalam berbisnis, iapun berkomitmen untuk menjaga rasa khas kopinya. Sebab itu, ia sangat memperhatikan proses pengolahan hingga produksi kopi.

“Karena kebun saya sendiri, otomatis saya tahu proses sebelum panen sampai pascapanen. Saya roasting sendiri. Saya pastikan juga bahwa kopi yang saya jual itu petik merah. Karena orang-orang yang melakukan petik merah itu ngga banyak. Intinya, konsisten,” terang dia.

Sebelum pandemi, kata Epik, penjualan kopinya bisa sampai luar pulau Jawa seperti Kalimantan dan Tanggerang. Pengirimannya juga ke luar negeri. Ada Kuwait, Hongkong, Malaysia dan Singapura. Paling banyak, ia menyupplay kebutuhan kafe atau kedai kopi di sana. Semua berkat marketing dari mulut ke mulut.

Namun, saat pandemi COVID-19 melanda dan berbagai kebijakan PPKM, penjualannya merosot tajam. Untuk bertahan, ia memulai dengan mengedukasi mereka yang suka kopi atau ingin membuka kedai kopi. “Saya bertahan dari komunitas saya sendiri. Untuk kedai, hanya yang memang relasi dan bertahan, karena saat pandemi banyak yang sepi,” urai dia.

Tak hanya itu, semenjak ada Kawasan Wisata Kayutangan, Epik juga berkolaborasi dengan UMKM lainnya di sekitar tempatnya tinggal untuk saling mendukung. Ia kebagian mendukung bahan mentah kopi di beberapa kedai yang ada di dalam gang kawasan itu.

Kini produknya bahkan sudah memiliki legalitas dan perizinan dengan memanfaatkan program gratis dari pemerintah.

“Saya sudah ada Nomor Induk Berusaha (NIB) akhir tahun 2020. Kedua, saya sudah daftar merk bulan maret (2022) ini. Jadi merk saya sudah terdaftar. Kebetulan saya memanfaatkan produk pemerintah untuk daftar merk itu gratis. Di kampung heritage ini juga sudah masuk, jadi bantu sama pemerintah dan dibantu temen-teman pokdarwis. Untuk sertifikasi merk, mereka jadi fasilitator,” tandasnya.

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Herlianto. A

Tags: kayutangan heritagekopiKopi RobustaPawon Baja

Related Posts

Lepas 88 Lulusan, Yudisium Fakultas Psikologi Periode III 2026 Cetak Generasi Siap Berkarya
Advertorial

Lepas 88 Lulusan, Yudisium Fakultas Psikologi Periode III 2026 Cetak Generasi Siap Berkarya

Jumat, 4 Sep 2026
Budisatrio: Karang Taruna Harus Hadir saat Masyarakat Membutuhkan
Advertorial

Budisatrio: Karang Taruna Harus Hadir saat Masyarakat Membutuhkan

Jumat, 4 Sep 2026
Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Malang Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang
Advertorial

Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Malang Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang

Kamis, 3 Sep 2026
PLN UP3 Malang Berkolaborasi dengan Polres Malang Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik
Advertorial

Menyambut Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Malang Berkolaborasi dengan Polres Malang Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik

Kamis, 3 Sep 2026
Direktur Polinema Paparkan Strategi Lulusan Terserap Dunia Kerja dan Kewirausahaan Mahasiswa
Advertorial

Direktur Polinema Paparkan Strategi Lulusan Terserap Dunia Kerja dan Kewirausahaan Mahasiswa

Kamis, 3 Sep 2026
Kemensos Telusuri Data Penerima Bansos yang Terindikasi Aktivitas Judi Online
Advertorial

Kemensos Telusuri Data Penerima Bansos yang Terindikasi Aktivitas Judi Online

Kamis, 3 Sep 2026
Next Post
Situasi kisruh di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dalam laga Arema Fc versus Persebaya.

Tidak Semua Korban Tragedi Kanjuruhan Meninggal di Pintu Keluar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.