Tugumalang.id – Olimpiade Sains Nasional (OSN 2025) resmi dibuka pada Selasa (7/9/2025) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang. Menariknya, ajang keilmuan bergengsi tingkat nasional ini tengah menggodok bidang lomba baru lewat Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial.
Ekshibisi Kecerdasan Artifisial ini menjadi salah satu bidang yang diperlombakan mendampingi sembilan bidang keilmuan yang dilombakan pada umumnya.
Ekshibisi AI ini diikuti 1.347 peserta dari 14 provinsi. Sebanyak 30 siswa terpilih menjadi finalis mengikuti ekshibisi perdana yang akan menjadi langkah awal memperkenalkan kompetisi di bidang kecerdasan buatan.
Baca Juga: Unikama Jadi Satu-satunya Kampus PGRI yang Raih Pendanaan Revitalisasi LPTK 2025
Pembukaan OSN 2025 ini diresmikan langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, M.Si dan tuan rumah Wakil Rektor IV Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD.

Ajang bergengsi yang dikuti para pelajar di tingkat SMA/MA/SMK/MAK/sederajat dari seluruh Indonesia ini menjadi puncak kompetisi sains dan teknologi tingkat nasional yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Puspresnas dan Alkademi. Kompetisi ini juga didukung penuh para mitra mulai Paragon Corp, Microsoft, Radya Labs, Achmad Zaky Foundation, Cakrawala University dan Sirclo.
Sementara, OSN 2025 diikuti oleh 262.985 peserta dari 30 provinsi dan satu Sekolah Indonesia Luar Negeri di Malaysia. Ada lebih dari 540 finalis terpilih yang akan berkompetisi di sembilan bidang yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Informatika, Kebumian, Ekonomi, dan Geografi.
Baca Juga: Pasar Bunga Sekar Mulyo Batu, Gudang Tanaman Hias Berkualitas Nasional
Dalam sambutannya, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Dr Mariman Darto, S.E., M.Si menekankan kepada para peserta untuk menjadikan OSN sebagai wadah aktualisasi diri bagi talenta muda Indonesia dari setiap daerah. Mulai dari jenjang dasar hingga menengah.

“Ini juga langkah untuk menyiapkan talenta unggul di bidang riset inovasi sekaligus memperoleh input untuk tahap pembinaan melalui bina talenta Indonesia. Ini juga perwujudkan dari pendidikan bermutu bagi semua karena ada proses penjaringan talenta terbaik dari seluruh Indonesia,” katanya.
Mariman, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa OSN juga menjadi cara mempercepat penjaringan prestasi putra-putri terbaik bangsa secara akuntabel. Yakni dengan melibatkan catur pilar pendidikan, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, masyarakat dan media.
Hal menarik juga ia sampaikan terkait bagaimana OSN menjadi satu langkah untuk menerjemahkan Asta Cita presiden Indonesia. Mariman menilai, ajang ini mengimplementasikan Asta Cita ke 4 yang berhubungan dengan penyiapan sumber daya manusia untuk pencapaian RPJMN 2025-2029 yaitu tersedianya sumber daya manusia di bidang STEAM.
”Target kita sadar betul bahwa pengetahuan melalui sains adalah bagian penting dari upaya kita dalam meningkatkan daya saing bangsa. Saya yakin dengan menanamkan kemampuan berpikir ilmiah yang analitik dan kritis pada generasi muda saya harap dapat menjawab tantangan zaman di masa depan,” harapnya.
Sementara mewakili UMM sebagai tuan rumah, Wakil Rektor IV Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD., menyampaikan pihaknya merasa bangga dapat menjadi tempat berkumpulnya para pelajar berprestasi dari seluruh Indonesia.
Menurutnya, OSN bukan hanya sekadar melahirkan inovasi, tapi juga calon pemimpin negeri sepuluh atau lima belas tahun mendatang.
“Terus terbangkan tinggi cita-cita kalian, tunjukkan bahwa warga Indonesia mampu berkontribusi bagi dunia. Namun setinggi-tingginya kalian terbang, jangan lupa Indonesia selalu di sanubari,” pesannya.
Kegiatan OSN 2025 akan berlangsung dari 6–12 Oktober 2025, melibatkan serangkaian kegiatan mulai dari tes teori, praktik, hingga kunjungan edukatif. Selain kompetisi utama, peserta juga akan mengikuti berbagai sesi inspiratif yang mempertemukan mereka dengan ilmuwan dan praktisi nasional.

Dengan semangat kolaborasi dari Puspresnas, BPTI, Kemendikdasmen, dan UMM, OSN 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam menumbuhkan budaya ilmiah di kalangan pelajar Indonesia. Wadah berkompetisi dengan gembira, karena sains sejatinya adalah proses menemukan kebahagiaan dalam berpikir.
Godok Talenta Baru di Bidang Coding dan AI
Seperti diketahui, Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial yang diikuti oleh 1.347 peserta dari 14 provinsi. Sebanyak 30 siswa terpilih sebagai finalis. Ini menjadi langkah awal memperkenalkan kompetisi di bidang coding dan AI.
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI Mariman Darto bahwa saat ini pihaknya juga terus berprogres untuk menjadikan bidang AI ini sebagai bidang baru yang dilombakan di OSN.
”Coding dan AI juga menjadi salah satu kurikulum yang diberikan kepada peserta didik agar mereka bisa punya skill based kemampuan berpikir yang analitik yang ideal dan penting,” kata dia.
Menurut dia, animo peserta mengikut ekshibisi untuk pertama kalinya ini saja sudah tinggi.
”Saya rasa animonya sudah bagus dan semoga tahun depan akan resmi jadi cabang lomba yang ke-10,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























