Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan Aqua Dwipayana

Menyesal Pindah Kerja ke Jakarta

Redaksi by Redaksi
Mei 11, 2021 11:23 am
in Aqua Dwipayana
Catatan Aqua Dwipayana, curhat

Dr Aqua Dwipayana

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Aqua Dwipayana*

Salah seorang teman saya yang memiliki keahlian khusus dan sangat dibutuhkan negara, Senin tadi pagi (10/5/2021) menyampaikan curahan hatinya. Dia menyesal pindah kerja ke Jakarta sehingga sedang mempertimbangkan untuk kembali ke daerah buat menekuni profesinya yang sangat mulia.

READ ALSO

Pengusaha Rudy Suardana Tutup Usia, Dr Aqua Dwipayana Kagumi Bakti Sang Anak Ventje Suardana

Pesan Dr Aqua Dwipayana Kepada Wartawan Senior Kota Bandung: Jadikan Profesi Wartawan Sarana Menebar Pesan Kebajikan

Teman itu yang selama ini dikenal sangat idealis menceritakan alasan penyesalannya. Terutama adalah lingkungan kerjanya yang tidak kondusif. Bahkan sebagian pegawai lama menganggap kehadirannya sebagai saingan dan ancaman.

Kondisi itu membuat dirinya merasa tidak nyaman bekerja. Ngga betah berlama-lama di lingkungan tersebut.

“Ternyata saran Pak Aqua beberapa bulan lalu ke saya agar tidak mengambil tawaran pindah kerja ke Jakarta, terbukti kebenarannya. Waktu itu saya dengan berbagai pertimbangan setelah menerima masukan dari banyak orang, akhirnya memutuskan menerima tawaran itu. Meski Pak Aqua menyarankan jangan diambil tawaran tersebut,” ujar teman itu penuh penyesalan.

Beberapa bulan lalu, teman itu kontak saya. Menyampaikan permintaan plus tawaran kepada dia untuk pindah kerja ke Jakarta. Jabatannya strategis lengkap dengan berbagai fasilitas.

Pejabat tinggi tersebut menawarkan pekerjaan itu setelah melihat kinerja teman tersebut yang luar biasa. Di saat pandemi Covid-19 prestasinya hebat sekali. Tidak ada yang mengimbangi secara nasional.

Sebelum memutuskan mengambil tawaran itu, pejabat tinggi tersebut mengundangnya ke Jakarta. Mengajak bicara sekaligus menyampaikan penawaran pindah kerja ke pusat.

Pekerjaannya cukup menantang. Skalanya nasional. Menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi sangat strategis.

Menghadapi Banyak “Tembok”
Teman itu menceritakan secara detil semuanya ke saya. Sengaja itu disampaikan agar saya tahu kronologisnya. Setelah itu dia minta saran saya apakah tawaran yang kelihatan menggiurkan itu diambil atau tidak.

Saya menyimak semua ceritanya. Sambil membayangkan yang bakal dikerjakannya di Jakarta. Juga tantangan yang akan dihadapinya dan harus mampu “ditaklukkan”.

Setelah teman itu selesai cerita tentang tawaran pindah kerja tersebut dan membayangkan pejabat tinggi yang menyampaikan penawaran kerja, saya  langsung berkesimpulan bahwa kerjaan di Jakarta meski sangat menantang dan bergengsi, tidak cocok buat teman yang idealis itu. Dia bakal menghadap banyak “tembok” dan benturan dengan berbagai pihak.

Dengan tegas saya menyarankan kepada teman itu untuk tidak mengambil tawaran yang cukup menggiurkan tersebut. Selain tidak cocok dengan idealismenya, sedikit banyak saya tahu plus minus pejabat tinggi yang menawarkan pekerjaan itu.

“Sebaiknya tawaran itu tidak usah bapak ambil. Fokus saja pada semua pekerjaan yang sedang dikerjakan. Meski skalanya lebih kecil namun bapak bisa berkreasi dan berinovasi sepuas-puasnya karena sudah lama menekuninya,” ujar saya.

Lagi pula, lanjut saya, selama ini dia sudah menekuni pekerjaan di daerah. Hasilnya mendapat apresiasi dari banyak orang. Itu saja ditekuni terus.

Setelah menyimak semua saran saya, teman itu  mantap untuk melaksanakannya. Menekuni pekerjaan yang sudah ada.

“Pemikiran saya sama dengan Pak Aqua. Lebih baik saya menekuni pekerjaan yang sudah ada daripada pindah ke Jakarta. Saya akan sampaikan kepada yang menawari pekerjaan bahwa tawarannya tidak saya ambil,” kata teman itu mantap.

Berubah Pikiran
Saya mengapresiasi keputusannya yang saya nilai bijak. Saya yakin prestasi teman itu bakal lebih banyak karena sangat menguasai pekerjaannya secara komprehensif.

Beberapa minggu kemudian saya kaget karena teman itu berubah pikiran. Memutuskan mengambil tawaran pekerjaan di Jakarta. Dia langsung pindah ke ibu kota negara.

Saat saya tanyakan kenapa berubah pikiran, teman itu mengatakan setelah menerima masukan dari banyak orang termasuk atasannya di daerah. Jadi dia mantap bekerja di Jakarta.

Sementara saya yang melihatnya dari mata batin dan menilai secara obyektif, memperkirakan teman itu tidak akan betah kerja di Jakarta. Suasana kerja dan iklimnya beda sekali dengan pekerjaannya di daerah. Tempat kerjanya di pusat penuh intrik dan menimbulkan banyak gesekan.

Jadi perkiraan saya teman itu bekerja di Jakarta hanya seumur jagung. Hitungannya bulan. Idealismenya akan berbenturan dengan banyak orang dan sulit untuk kompromi karena tidak sesuai nurani.

Perkiraan saya yang menggunakan mata batin plus logika berdasarkan semua fakta ternyata menjadi kenyataan. Teman itu sudah tidak betah dan ingin kembali menekuni pekerjaannya di daerah.

Saya katakan semua itu pelajaran dan pengalaman berharga. Ambil hikmahnya. Jangan sampai terulang kembali kejadian serupa.

“Makasih banyak Pak Aqua. Semua itu jadi pelajaran dan pengalaman berharga buat saya. Ke depan saya akan mengoptimalkan untuk mengikuti nurani agar tidak salah mengambil keputusan,” pungkas teman itu.

Setelah kami bicara lebih dari 30 menit, saya  bersyukur dan puas. Bisa menyadarkan teman yang menyadari keputusannya salah. Alhamdulillah…

>>Dari Bogor menjelang istirahat saya ucapkan selamat berusaha mengingatkan teman yang “tersesat”. Salam hormat buat keluarga. 23.45 10052021😃<<<

 

*Pakar Komunikasi, Motivator Nasional, Penulis Buku Trilogi The Power of Silaturahim

Related Posts

Dr Aqua Dwipayana (paling kiri) bersama Direktur Manajemen Risiko Bank Jatim Eko Susetyono (kanan) ketika melayat Rudy Suardana di rumah duka Adi Jasa Surabaya.
Aqua Dwipayana

Pengusaha Rudy Suardana Tutup Usia, Dr Aqua Dwipayana Kagumi Bakti Sang Anak Ventje Suardana

Jumat, 24 Mar 2023
Dr Aqua Dwipayana membagi-bagikan dua buku super best seller karyanya kepada Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Dr Ijang Faisal dan pengurus media online TuguBandung.id.
Aqua Dwipayana

Pesan Dr Aqua Dwipayana Kepada Wartawan Senior Kota Bandung: Jadikan Profesi Wartawan Sarana Menebar Pesan Kebajikan

Kamis, 23 Mar 2023
Dr Aqua Dwipayana dengan gembira saat silaturahim dan ngobrol sama Prof M Mas'ud Said di rumahnya di Malang.
Aqua Dwipayana

Cara Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Membahagiakan Diri dan Orang Lain dengan Silaturahim

Senin, 20 Mar 2023
Dr Aqua Dwipayana,Motivator Nasional - Kisah Kerja Keras dan Selalu Berpikir Positif yang Dijalani Dr Aqua Dwipayana di Masa Muda Jadi Inspirasi bagi Seorang Amel
Aqua Dwipayana

Kisah Kerja Keras dan Selalu Berpikir Positif yang Dijalani Dr Aqua Dwipayana di Masa Muda Jadi Inspirasi bagi Seorang Amel

Sabtu, 18 Mar 2023
Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Diundang Khusus Pemilik Gurita Bisnis di Yogyakarta untuk Sampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi
Aqua Dwipayana

Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Diundang Khusus Pemilik Gurita Bisnis di Yogyakarta untuk Sampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi

Jumat, 17 Mar 2023
Cak Fu bersama para cucu, Dr Aqua Dwipayana, dan mantan narapidana teroris Umar Patek.
Aqua Dwipayana

Cak Fu: Dr Aqua Dwipayana Sosok yang Tak Pernah Lupa Akar Sejarahnya, Menebar Silaturahim dan Benih Kebaikan

Rabu, 1 Mar 2023
Next Post
Catatan Aqua Dwipayana, curhat

Kuliah saat Pensiun

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.