Malang, Tugumalang.id – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf berkolaborasi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur untuk mendorong penyajian data tunggal sosial ekonomi nasional. Langkah ini ditempuh agar seluruh program bantuan sosial pemerintah semakin tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan, penyusunan data harus dilakukan secara kolaboratif dan mutakhir karena sifatnya yang dinamis. Dengan berpedoman pada data yang sama, penyaluran program dari pemerintah pusat hingga daerah diharapkan berjalan linier, terintegrasi, dan lebih efektif.
Integrasi Data Tunggal BPS untuk Penyaluran Program Tepat Sasaran
“Saya kira Provinsi Jatim menjadi daerah terdepan dalam upaya penyajian satu data bersama BPS. Kalau datanya akurat, insya Allah intervensi kita juga akan tepat sasaran dan berdampak,” kata Gus Ipul, Kamis (20/11/2025) malam.
“Kalau kita berpedoman pada data yang sama, maka akan sangat mudah mengintegrasikan program, sehingga ego sektoral itu bisa dilihat,” imbuhnya.
Baca juga: Mensos Gus Ipul Ungkap 600 Ribu Penerima Bansos Terlibat Judi Online, 300 Ribu Sudah Dihentikan
Aplikasi Singosari dan Posyandu Reborn Perkuat Pembaruan Data Sosial
Integrasi data tersebut diwujudkan melalui peluncuran aplikasi Singosari, sistem Informasi Pengelolaan Data Desa Terintegrasi yang memuat kumpulan informasi fungsi sosial dan ekonomi berbasis DTSEN. Ke depan, aplikasi ini juga akan dimanfaatkan untuk penguatan program Posyandu Reborn.
Gus Ipul menjelaskan, melalui Posyandu Reborn akan terbangun kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pendamping sosial, relawan desa, TNI, Polri, hingga instansi terkait lainnya guna memperbaiki dan memperbarui data secara bersama-sama.
“Insya Allah Posyandu Reborn ini akan menjadi wadah bersama bagi kita semua,” ujar Gus Ipul.
Kolaborasi Pemprov Jatim dan BPS Dorong Program Pengentasan Kemiskinan
Baca juga: Mensos Gus Ipul Pantau Sekolah Rakyat di Malang, Pastikan Siswa Segera Terima Laptop
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan bahwa kualitas data sangat menentukan ketepatan sasaran program yang akan disalurkan. Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya strategis pengentasan kemiskinan di Jawa Timur.
“Kami semua akan memberikan support atas program-program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo dan Wapres Gibran dalam menciptakan generasi emas 2045,” ujar Khofifah.
Di sisi lain, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan komitmen BPS untuk terus menyajikan data statistik yang berkualitas dan terpercaya. Ia menegaskan bahwa kolaborasi intensif dengan Kementerian Sosial telah berjalan secara berkelanjutan.
“Dari waktu ke waktu, minggu ke minggu kami terus melakukan kolaborasi yang luar biasa,” kata Amalia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























