Sunday, July 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Menilik Jendela Literasi Peninggalan Bapak Pendidikan Malik Fadjar di Kota Malang

Redaksi by Redaksi
May 17, 2022 1:55 pm
in Pendidikan
Direktur Eksekutif Rumah Baca Cerdas Institute A Malik Fadjar, literasi pendidikan

Direktur Eksekutif Rumah Baca Cerdas Institute A Malik Fadjar, Subhan Setowara menunjukkan buku buku literasi peninggalan Abdul Malik Fadjar (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id – Hari Buku Nasional yang tepat jatuh pada 17 Mei pertama kali dicetuskan oleh Menteri Pendidikan Nasional kabinet Gotong Royong (2001-2004), Abdul Malik Fadjar pada 2002. Siapa sangka sosok Bapak Pendidikan ini telah mewariskan jendela literasinya di Kota Malang.

Jendela literasi itu kini dinamai Rumah Baca Cerdas Institute A Malik Fadjar. Letaknya tak sulit dicari, tepatnya berada di Jalan Raya Permata Jingga, Kota Malang. Tak tanggung tanggung, perpustakaan itu telah diresmikan oleh BJ Habibie pada 2005 silam.

READ ALSO

Universitas Ma Chung Siapkan Lompatan Baru Menuju Trendsetter Pendidikan

Magister Psikologi UIN Malang Gelar Open House, Dorong Calon Mahasiswa Berdampak Lewat Pendidikan

Direktur Eksekutif Rumah Baca Cerdas Institute A Malik Fadjar, Subhan Setowara menjelaskan, perpustakaan itu memiliki ruang baca, ruang diskusi dan juga kafe. Perpustakaan yang memiliki koleksi sekitar 12.500 buku dengan berbagai dimensi keilmuan itu dibuka untuk umum secara gratis setiap hari mulai pukul 10.00 WIB.

“Sebagian besar buku di sini adalah buku pribadi dan koleksi beliau, buku buku tulisan beliau juga ada di sini. Buku di sini sangat beragam karena beliau suka membaca buku multi disipliner ilmu. Mulai ilmu filsafat, psikologi, agama, sosial, pendidikan, bahasa, sains, teknologi, sastra hingga sejarah,” jelasnya.

Salah satu buku karya Malik Fadjar.

Sosok Mantan Rektor Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) ini memang dikenal sebagai sosok guru, aktivis dan negarawan visioner. Lautan wawasan literasinya yang luas mengiringi perjalanan karirnya mulai dari guru di pedalaman, rektor, menteri hingga menjadi Dewan Pertimbangan Presiden.

Salah satu putra bangsa terbaik itu lahir pada 1939 di Yogyakarta dan wafat pada 2020 lalu di Jakarta. Kepergian begawan bidang pendidikan itu tentu menyisakan duka yang mendalam bagi orang terdekat maupun bangsa Indonesia.

“Beliau adalah seorang guru bangsa dan tokoh pendidikan di Indonesia. Beliau selalu berpikir untuk bisa mewariskan ilmunya buat anak muda. Jadi dia selalu berpikir soal warisan untuk generasi mendatang,” ujar Subhan.

Dia menceritakan, Malik Fadjar kerap kali mengumpulkan dosen dosen muda di UMM ketika masih menjadi rektor. Disebutkan, sosok satu ini selalu mendorong pemuda untuk membawa bangsa ini menuju yang lebih baik di masa mendatang.

“Bagi beliau, terpenting itu kita harus punya integritas dan wawasan supaya bisa berperan penting untuk bangsa ini. Beliau pernah menyampaikan bahwa pemuda harus selalu mengikuti pergerakan zaman dan berkiprah sesuai gerak zaman,” paparnya.

Kiprahnya dalam mencerdaskan anak bangsa juga membuatnya kerap kali menjadi jujugan pemimpin era Presiden Gusdur, Megawati hingga Jokowi dalam mencari solusi untuk memecahkan permasalahan bangsa.

“Beliau itu memiliki tipikal tangan dingin. Keunikan beliau itu, sebagai seorang yang bukan berasal dari dunia politik, namun suaranya cukup didengar oleh pemimpin bangsa terutama soal muhamadiyah dan pendidikan,” ungkapnya.

Bertepatan pada peringatan Hari Buku Nasional ini, Subhan mengatakan bahwa fenomena teknologi digital telah menggerus minat baca anak bangsa. Subhan mengatakan, minat baca pemuda termasuk di Kota Malang kini juga mulai menurun.

“Itu harus diakui bahwa minat baca pemuda kita menurun. Untuk itu, kita perlu berkampanye dengan menunjukkan bahwa baca buku itu keren,” tuturnya.

Dia juga mengatakan bahwa pemuda saat ini sulit didekati dengan pendekatan rasional. Sehingga menurutnya, membaca buku perlu dijadikan life style untuk generasi muda sekaligus investasi bangsa.

“Baca buku itu keren lo, itu bagian agar bisa meningkatkan wawasan kita dan harusnya bisa menjadi gaya hidup pemuda zaman sekarang,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: hari bukuliterasimalik fadjarpendidikan

Related Posts

Universitas Ma Chung Siapkan Lompatan Baru Menuju Trendsetter Pendidikan
Pendidikan

Universitas Ma Chung Siapkan Lompatan Baru Menuju Trendsetter Pendidikan

Saturday, 4 Jul 2026
Magister Psikologi UIN Malang
Advertorial

Magister Psikologi UIN Malang Gelar Open House, Dorong Calon Mahasiswa Berdampak Lewat Pendidikan

Friday, 3 Jul 2026
Dindik Jatim Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman
Pendidikan

Dindik Jatim Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

Friday, 3 Jul 2026
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu
Pendidikan

Dinas Pendidikan Kota Batu Pastikan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan Lewat Konsep SAE

Friday, 3 Jul 2026
Gelar Karya PG PAUD Unikama suguhkan beragam karya yang mengusung semangat harmoni rasa dan budaya Nusantara. /Foto: Dok. Unikama
Pendidikan

Gelar Karya PG PAUD Unikama: Usung Semangat Harmoni Rasa dan Karya Nusantara

Friday, 3 Jul 2026
ITSK Soepraoen
Advertorial

Informatic Fair 2026 ITSK Soepraoen Tampilkan Karya Digital Mahasiswa Berbasis Kebutuhan Nyata

Thursday, 2 Jul 2026
Next Post
Vihara Dhammadipa Arama umat Buddha

Menengok Relik Sang Buddha Berusia Ribuan Tahun di Vihara Dhammadipa Arama Kota Batu

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.