Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Mengenal Lebih Dekat Sosok Buya Hamka: Ulama dan Seorang Pemikir Modernisme Islam di Indonesia

Redaksi by Redaksi
Agustus 2, 2024 4:06 pm
in News
Sosok Tokoh Buya Hamka

Mengenal lebih dekat sosok Buya Hamka, ulama dan seorang pemikir sejati modernisme Islam di Indonesia/Foto: dok.UICI (Universitas Insan Cita Indonesia).

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka merupakan sosok ulama dan tokoh nasional yang mewarnai perjalanan bangsa Indonesia. Ulama yang dikenal sebagai pemikir dan juga seorang penulis. Salah satu karya Buya Hamka adalah novel berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang sempat diangkat ke layar lebar dengan judul serupa pada tahun 2014 lalu.

Buya Hamka yang tercatat pernah aktif di Masyumi dan Muhammadiyah lahir di tengah pertentangan kaum muda dan kaum tua tentang pergerakan bangsa dan juga paham agama. Sehingga sedari muda, Buya Hamka sudah terbiasa mendengar perdebatan sengit antara kaum muda dan kaum tua.

READ ALSO

Buku Imaji NU Masa Depan Diluncurkan di Tengah Muktamar ke-35

Daftar Rais Aam PBNU dari Masa ke Masa dan Pondok Pesantrennya

Tumbuh di lingkungan keluarga berlatar belakang agamis di Padang Panjang, Sumatera Barat. Membuat Buya Hamka sudah terbiasa terlibat dalam pemikiran-pemikiran tentang Islam. Apalagi sang ayahanda, Dr. Syaikh Abdul Karim Amrullah sebagai salah satu tokoh pelopor gerakan Islam ‘Kaum Muda’ di Minangkabau pada medio 1906.

Dari situlah pemikiran-pemikiran kritis Buya Hamka mulai terasah dari lingkungan keluarga. Memasuki usia 16 tahun di akhir tahun 1924, ia memutuskan merantau ke Yogyakarta dan banyak bertemu dengan tokoh-tokoh pergerakan Islam modern seperti Haji Omar Said (HOS) Tjokroaminoto, Ki Bagus Hadikusumo, R.M. Soerjopranoto, dan H. Fakhruddin.

Baca Juga: Sejarah Tanggal 2 Mei Sebagai Hardiknas, Ternyata Berkaitan Erat dengan Sosok Tokoh Pergerakan

Pergumulannya bersama tokoh-tokoh tersebut membuat Buya Hamka muda mulai mengenal perbandingan antara pergerakan politik Islam dalam Syarikat Islam Hindia Timur dan Gerakan Sosial Muhammadiyah.

Dari Muhammadiyah dan Masyumi jalan juang seorang Buya Hamka mulai dikenal publik pada saat itu. Kedua lembaga tersebut dianggap merepresentasikan modernisme Islam. Sebagai seorang ulama dan pemikir, Hamka melihat ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang netral atau bebas nilai. Ia mendobrak pemikiran kolot pada saat itu tentang ilmu pengetahuan.

Baginya perkembangan ilmu pengetahuan termasuk yang berbau Barat (asing) dianggap dapat disesuaikan dengan nilai-nilai ajaran Agama Islam.

Buya Hamka mencoba menjadi penengah di tengah polemik tentang hakikat tasawuf di kalangan kaum muda pada saat itu. Banyak kaum modernis berslogan kembali pada kemurnian ajaran Islam yang bersumber pada Al Quran dan sunnah. Di sisi lain ajaran tasawuf dianggap mengandung banyak penyimpangan dari sunnah Rasul.

Hal itulah yang kemudian dilihat seorang Buya Hamka. Ia merasa kalimat-kalimat awal tasawuf modern banyak percampuran Islam dengan ajaran agama lain terutama dalam tarekat-tarekat tertentu. Melihat situasi pertentangan tersebut, Buya Hamka menyuguhkan tasawuf yang berbeda, tasawuf yang dipadukan dengan kata modernitas.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Rektor Unisma Terpilih 2024-2028, Prof. Junaidi Mistar yang Pernah Bekerja Jadi Petugas Patung Demi Dapat Data Riset di Australia

Dalam dakwahnya, Buya Hamka kerap kali menggunakan banyak teori dan pendapat para pemikir barat untuk menerangkan kepada masyarakat untuk meyakinkan tentang ajaran Agama Islam seperti Rukun Iman. Hal itu dilakukannya agar penemuan para pemikir barat yang lebih condong ke sains dapat memperkuat argumen tentang melihat dan meyakini tentang konsep keimanan dalam Islam.

Sebagai tokoh yang berpikiran progresif, Hamka mencoba menampilkan Islam dalam bentuk yang lebih terbuka untuk berdiskusi terhadap sebuah penemuan dan pemikiran-pemikiran baru pada saat itu. Ia berpandangan bahwa Islam harus bisa berkembang ke arah yang lebih modern dengan terbuka terhadap hal-hal baru yang dapat didiskusikan dan diperdebatkan untuk memperkuat keimanan itu sendiri.

Kekritisan seorang Buya Hamka juga sempat membuatnya mendekam di penjara pada masa Orde Lama karena dianggap subversif kepada pemerintah saat itu. Meski demikian, keadaan tersebut tak membuat semangat kekritisan dan pemikiran Buya Hamka kepada negeri yang dicintainya itu surut.

Ia terbukti tidak terlibat dalam peristiwa makar yang terjadi di masa pemerintahan Orde Lama karena sempat berseberangan dengan Presiden Soekarno. Ketika tampuk komando kepemimpinan beralih ke tangan Presiden Soeharto sebagai representasi Orde Baru.

Buya Hamka diangkat menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama Indonesia pada tahun 1975 dan kemudian mundur tahun 1981.

Pada akhirnya Indonesia harus kehilangan sosok ulama dan pemikir modernisme Islam itu pada tanggal 24 Juli 1981 bertepatan dengan 22 Ramadhan 1401 Hijriah. Buya Hamka menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta di usia 73 tahun.

Sebagai seorang pendakwah dan juga pemikir, banyak karya-karya berupa artikel dan buku yang ditulis oleh Buya Hamka.

Sebelum berpulang, Buya Hamka sempat menuliskan pemikiran terakhirnya di rubrik Dari Hati ke Hati Majalah Panji Masyarakat edisi 21 Juli 1981 bertajuk “17 Ramadhan”. Artikel tersebut dipungkasi Buya Hamka dengan kalimat “Kemenangan Terakhir Tetap Pada Orang Yang Bertaqwa” dan terbit 3 hari sebelum ia kembali ke Sang Maha Pencipta.

Sampai saat ini pemikiran seorang Buya Hamka masih terus diteladani oleh anak-anak muda Indonesia hingga hari ini.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra
editor: jatmiko

Tags: Abdul Malik Karim AmrullahBuya HamkaMengenal Lebih Dekat Sosok Buya HamkaModernisme IslamSosokUlama

Related Posts

Buku Imaji NU Masa Depan Diluncurkan di Tengah Muktamar ke-35
News

Buku Imaji NU Masa Depan Diluncurkan di Tengah Muktamar ke-35

Minggu, 30 Agu 2026
Daftar Rais Aam PBNU dari Masa ke Masa dan Pondok Pesantrennya
News

Daftar Rais Aam PBNU dari Masa ke Masa dan Pondok Pesantrennya

Minggu, 30 Agu 2026
Muktamar Ke-35 NU Pilih Mekanisme Baru Pemilihan Ketum PBNU
News

Muktamar Ke-35 NU Pilih Mekanisme Baru Pemilihan Ketum PBNU

Minggu, 30 Agu 2026
Pemkab Malang Kaji Empat Lokasi Alun-Alun Kepanjen
News

Pemkab Malang Kaji Empat Lokasi Alun-Alun Kepanjen

Sabtu, 29 Agu 2026
Daftar Rais Aam dan Ketua PBNU dari Masa ke Masa, Siapa Pemimpin Berikutnya?
News

Daftar Rais Aam dan Ketua PBNU dari Masa ke Masa, Siapa Pemimpin Berikutnya?

Sabtu, 29 Agu 2026
RMI PBNU Bahas Peran Bu Nyai Wujudkan Pesantren Aman
News

RMI PBNU Bahas Peran Bu Nyai Wujudkan Pesantren Aman

Sabtu, 29 Agu 2026
Next Post
Makam Eddy Rumpoko

Makam Eddy Rumpoko Telah Dipindah ke TPU Pesanggrahan Kota Batu

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.