Tugumalang.id – Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Universitas Negeri Malang (UM) melakukan kunjungan edukatif ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Surabaya Export Center, hingga UMKM DeDe Satoe di Surabaya pada 14 November 2024.
Kunjungan edukasi itu untuk memperluas wawasan tentang bisnis internasional dan mendorong pemahaman nyata terkait ekspor.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjembatani teori akademik dengan praktik lapangan di dunia bisnis internasional, khususnya dalam konteks ekspor dan globalisasi UMKM.
Baca Juga: Tim Penelitian Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Riset Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja Tunagrahita
Rombongan mahasiswa PDIM UM yang terdiri dari 17 mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah internasionalisasi UMKM Prof. Dr. Hj Sudarmiatin SE, MSi disambut hangat oleh ketua Kadin Jawa Timur H Adik Dwi Putranto SH beserta Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Internasional & Promosi Luar Negeri Kadin Jatim Prof Tommy Kaihatu di Graha Kadin Jawa Timur.

Dalam sesi focus group discussion (FGD), para mahasiswa memperoleh wawasan mendalam mengenai peran strategis Kadin Jatim dalam memfasilitasi ekspor serta mendukung internasionalisasi usaha kecil dan menengah (UKM).
Baca Juga: Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Kembangkan Modul Pertolongan Psikologis untuk Penyintas Harassment
Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto SH menjelaskan berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi pelaku usaha di pasar global, serta pentingnya sinergi antara dunia usaha dan akademisi dalam mendorong daya saing Indonesia di kancah internasional.

Sedangkan Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Internasional & Promosi Luar Negeri Kadin Jatim, Prof Tommy Kaihatu banyak memberikan insight tentang peran Kadin Jawa Timur dalam mendukung kolaborasi riset dan pendampingan UMKM dengan perguruan tinggi dan stakeholder lainya dalam mendukung UMKM naik kelas.
Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Internasionalisasi UMKM menyampaikan tujuan company visit mahasiswa PDIM UM itu.
“Tujuan company visit ini untuk mengetahui implementasi regulasi tentang internasionalisasi UMKM di Jatim. Kadin sebagai pengelola dan pembina sekaligus pendamping UMKM untuk masuk pasar internasional ternyata memiliki upaya yang luar biasa untuk mengantarkan UMKM bertemu dengan buyer. Demikian pula dengan Export Center Surabaya,” ucapnya.

Menurutnya, salah satu pelaku usaha yang dibina oleh Kadin Jatim adalah Dede Satoe. Produk sambal dari Dede Satoe telah diekspor ke beberapa negara seperti Amerika, Kanada, Australia, Belanda hingga Korea Selatan. Selain inisiatif dari UMKM itu sendiri, kontribusi dari Kadin untuk memenuhi persyaratan UMKM cukup vital sehingga bisa go internasional.
Di sisi lain, kegiatan FGD yang berlangsung interaktif antar mahasiswa PDIM dan Pimpinan Kadin Jatim itu kemudian dilanjutkan sesi penandatanganan MoA antara PDIM UM dengan Kadin Jawa Timur.
Selain melakukan kunjungan industry ke Kadin Jatim, company visit itu juga mengunjungi langsung UMKM DeDe Satoe. Para mahasiswa berkesempatan melihat langsung proses produksi dan strategi bisnis yang diterapkan dalam mempertahankan kualitas serta memenuhi permintaan global.
Pemilik DeDe Satoe berbagi pengalaman bagaimana usaha kecil dapat berkembang hingga menembus pasar luar negeri berkat inovasi, ketekunan, dan dukungan dari berbagai pihak.
“Kami senang bisa berbagi pengalaman dengan mahasiswa PDIM UM. Pelaku usaha perlu beradaptasi dengan cepat terhadap tuntutan pasar global dan memanfaatkan teknologi serta jejaring untuk mendukung ekspansi bisnis,” ujar pemilik UMKM DeDe Satoe.
Sementara itu pada kunjungan ke Expor Center Surabaya (ECS), mahasiswa mendapatkan pemaparan tentang mekanisme ekspor, pengelolaan rantai pasokan dan strategi peningkatan kualitas produk agar dapat bersaing di pasar global. Diskusi dengan praktisi ekspor memberikan gambaran nyata tentang prosedur, regulasi, serta tantangan yang dihadapi eksportir Indonesia.
Nur Diana selaku Koordinator Kelas PDIM UM dan ketua program company visit menyampaikan bahwa bahwa kunjungan ini memberikan perspektif baru dan inspirasi bagi mereka dalam mengembangkan riset serta memahami praktik bisnis internasional secara lebih mendalam.
“Melalui kunjungan ini, kami jadi lebih memahami bagaimana konsep dan implementasi internasionalisasi UMKM di Indonesia melalui fakta empiris. Ini akan menjadi bekal berharga bagi kami sebagai akademisi dan memberikan pendampingan UMKM Indonesia agar semakin banyak yang go Internasional, mengingat kinerja ekspor UMKM Indonesia sangat rendah,” paparnya.
Dikatakan, output kunjungan edukatif ini diharapkan akan bisa menghasilkan artikel yang terpublish di Jurnal internasional dan Book Chapter dengan topik currents issue di seputar Internasionalisasi UMKM di akhir semester.
Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian program akademik PDIM UM yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pendidikan tinggi dan dunia usaha dalam mempersiapkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan global.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan pemikiran kritis dan inovatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor bisnis dan ekspor.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A
























