Malang, Tugumalang.id – Pernahkah muncul perasaan lelah karena terus-menerus memikirkan sikap atau perkataan orang lain? Terkadang, perubahan kecil pada sikap teman saja bisa membuat pikiran melayang ke mana-mana hingga muncul pertanyaan seperti, “Aduh, aku salah apa ya?” atau “Kira-kira mereka bakal ngejudge nggak ya?”
Overthinking akibat kekhawatiran terhadap opini orang lain ternyata juga pernah dirasakan oleh sosok inspiratif Maudy Ayunda. Melalui kanal YouTube pribadinya, aktris sekaligus aktivis pendidikan ini membagikan konsep kesehatan mental dari buku The Let Them Theory karya Mel Robbins. Konsep tersebut menawarkan cara hidup yang lebih dewasa dengan membiarkan hal-hal di luar kendali berjalan apa adanya.
Berhenti Mengontrol Hidup Orang Lain
Inti dari teori ini sebenarnya sederhana, tetapi memiliki dampak yang kuat, yakni belajar melepaskan keinginan untuk mengontrol segala hal. Maudy menekankan bahwa dalam hidup ada banyak hal yang sebenarnya tidak perlu diperbaiki, dijelaskan, atau dipertahankan mati-matian.
Baca juga: Cara Ampuh Mengatasi Overthinking dan Menenangkan Pikiran
Biarkan mereka pergi, biarkan mereka tidak suka, dan biarkan mereka berpikir apa pun. Dengan menerapkan prinsip ini, seseorang sedang membangun batasan diri yang sehat agar tidak mudah terombang-ambing oleh ekspektasi lingkungan sosial.
Bersahabat dengan Perbandingan di Era Digital
Di era digital, paparan terhadap pencapaian orang lain menjadi hal yang hampir tidak terhindarkan. Melihat teman yang kariernya melesat, sudah memiliki rumah, atau mendadak viral sering kali membuat kaum muda merasa tertinggal. Dari situ muncul rasa iri yang kerap berujung pada penghakiman terhadap diri sendiri.
Namun, Maudy menghadirkan perspektif baru dari buku Mel Robbins tersebut. Rasa iri sebenarnya bukan emosi negatif yang harus dibenci, melainkan sebuah sinyal. Perasaan itu muncul karena seseorang sedang diperlihatkan sesuatu yang sebenarnya ia inginkan.
Ketimbang menyiksa diri dengan kepanikan karena merasa berjalan lebih lambat, konsep Let Them justru mengajak kita membiarkan orang lain sukses lebih dulu. Biarkan mereka memimpin jalan, sementara kita fokus memainkan kartu yang ada di tangan sendiri. Dengan begitu, fokus bergeser dari mengejar validasi menjadi membangun kedamaian hidup sesuai timeline masing-masing.
Menghadapi “The Great Scattering” dalam Pertemanan
Salah satu bagian yang paling menyentuh dari ulasan Maudy adalah fenomena The Great Scattering. Ini merupakan fase alami ketika lingkaran pertemanan yang dulu sangat dekat perlahan menjauh karena perbedaan kota, fase hidup, hingga energi yang tidak lagi sefrekuensi.
Maudy menjelaskan bahwa pergeseran ini bukanlah bentuk penolakan, melainkan proses pertumbuhan yang wajar. Ada tiga faktor utama yang memengaruhinya, yakni kedekatan fisik, waktu atau fase hidup, serta kecocokan energi. Memaksakan hubungan yang sudah tidak lagi selaras justru dapat menimbulkan kecanggungan. Dengan membiarkan orang lain pergi secara lembut, seseorang memberi ruang bagi koneksi baru yang lebih tulus untuk hadir.
Let Them Theory Berhenti Takut Dihakimi
Salah satu hal yang sering menghambat potensi seseorang adalah rasa takut dihakimi atau dinilai oleh orang lain. Takut dianggap sok, terlalu ambisius, atau takut terlihat gagal membuat banyak orang menahan diri untuk mencoba hal baru.
Baca juga: Kiat Manajemen Stres: Cara Efektif Mengatasi Tekanan dan Menjaga Keseimbangan Hidup
Mengutip Mel Robbins, Maudy menyebut bahwa mencoba mengendalikan pikiran orang lain adalah pekerjaan tanpa gaji yang hanya akan menguras energi. Seberapa keras pun upaya untuk terlihat sempurna, komentar negatif tetap akan muncul. Karena itu, cara terbaik untuk menghadapinya adalah hidup dengan versi diri yang paling jujur. Maudy pun mengajak melakukan refleksi dengan bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang akan dilakukan hari ini jika tahu tidak ada seorang pun yang akan menghakimi?”
Fokus pada Kendali Diri
Let Them Theory bukan mengajarkan seseorang untuk menjadi dingin atau apatis. Sebaliknya, konsep ini merupakan pendekatan untuk belajar menghargai diri sendiri. Kita mungkin tidak bisa mengontrol siapa yang suka atau setuju dengan kita, tetapi kita memiliki kuasa penuh untuk menentukan bagaimana kita hadir bagi diri kita sendiri.
Dengan berhenti mencoba mengontrol hidup orang lain, ketenangan sejati akan lebih mudah ditemukan. Seperti pesan penutup dari Maudy, setiap orang selalu memiliki kuasa untuk membuat hidup menjadi lebih baik atau belajar menerima hal-hal apa adanya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis : ‘Isyatur Rodhiyah (magang)
redaktur: jatmiko
























