Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Laurencia Ike, Malang Plaza dan Kemanusiaan

Redaksi by Redaksi
Mei 10, 2021 8:22 pm
in Ruang Cendekia
Irham Thariq, Wartawan Tugu Malang ID

Irham Thariq, Wartawan Tugu Malang ID

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh Irham Thoriq*

Laurencia Ike Anggriani menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk Malang Plaza. Kini dia berusia 58 tahun. Sedangkan Ike bekerja di Malang Plaza sejak umur 19 tahun. Selama 25 tahun, dia menjadi direktur atau pimpinan di mal paling tua di Malang Raya tersebut.

READ ALSO

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Tapi, dia tetap energik. Penuh semangat untuk terus mengembangkan mal yang terkena disrupsi oleh banyak hal: toko online hingga ketatnya persaingan mal di Kota Malang.

”Saya kerja sebagai ibadah saja,” kata Ike saat ditemui beberapa waktu lalu.

Selain sebagai sebuah ibadah, juga sebagai pengabdian. Ike merasa berutang banyak pada pemilik Malang Plaza. Ketika dia tidak tahu apa-apa, sang pemiliklah yang mengajari Ike banyak hal.

”Mulai dari pengetahuan soal pajak, administrasi, dan lain-lainnya, semua kerjaan harus beres,” imbuhnya.

Karena pelajaran yang begitu besar inilah, Ike terus mengabdi. Meskipun usaha milik dia sendiri di luar sana sudah banyak dan besar. Dia menurut saja kepada keluarga pemilik yang tidak memperbolehkannya keluar dari mal tersebut.

”Padahal, anak saya sudah menyuruh saya pensiun, tapi tidak boleh. Ya, saya anggap hiburan saja ketika bekerja,” kata Ike sambil menunjuk anaknya Roy Saputro Yuwono yang ikut dalam pertemuan tersebut.

Roy adalah CEO dari Shelton Bisnis Indonesia (SBI), perusahaan yang bergerak di bidang minuman herbal dan kesehatan. Salah satu produknya yang viral adalah Spartan-X, minuman berstamina untuk pria dan perempuan.

Selain soal pekerjaan, Ike tampaknya banyak belajar pada pemilik Malang Plaza soal kemanusiaan. Inilah yang dia pegang dan menjadi “ruh” dari Malang Plaza. Karena kemanusiaan inilah, nuansa kekeluargaan begitu kental di Malang Plaza.

Dari total 55 karyawan yang ada saat ini, sekitar 40 orang adalah karyawan yang bertahan sejak mal ini berdiri 38 tahun silam.

”Jadi, banyak yang dari bujang bekerja di sini, sampai sekarang punya cucu,” imbuh ibu dua anak ini.

Jika perusahaan lain banyak mempensiunkan dini karyawannya, mal ini justru terus mempekerjakan karyawan yang sudah tua-tua.

”Di sini tidak ada waktu pensiun, tapi ketika mau pensiun dipersilakan. Setiap bulan sudah kami sisihkan uang pensiun untuk mereka,” kata Ike.

Tapi, karena nyaman bekerja dengan sistem kekeluargaan, banyak yang tidak pensiun meski umurnya di atas 60 tahun.”Kekeluargaan di sini sangat kental, tidak ada jarak antara pimpinan dan bawahan,” kata Maksum, salah satu karyawan senior di tempat ini.

Ketika kami berkunjung ke ruangan Ike beberapa waktu lalu, Maksum memang ikut bergabung. Saya melihat tidak ada jarak antara Maksum dengan Ike. Dengan tidak ada jarak itu, Maksum dengan santai menyampaikan pendapatnya tentang sejumlah acara yang akan digelar di mal tersebut. Karena sifat kekeluargaan yang kental inilah, Ike tidak kuat hati untuk memecat karyawannya karena pandemi Covid-19 ini.

”Kadang saya rogoh kocek sendiri kalau kurang buat operasional, kebetulan saya ada beberapa bisnis lain di luar sini,” katanya.

Saat saya tanya kenapa tidak memakai strategi sejumlah perusahaan yang selalu menyingkirkan orang-orang tua yang tidak lagi produktif, Ike menjawab enteng. ”Masak tega, kalau saya sangat tidak tega,” kata Ike.

Kekeluargaan dan kemanusiaan sudah mengantarkan Malang Plaza hingga berusia 36 tahun. Usia yang tak lagi muda serta penuh tantangan. Tapi, saya yakin, karena dasar kemanusiaan inilah, Malang Plaza akan tetap survive di tengah disrupsi yang menggempur.

Sebagaimana kata Simon Sinec dalam bukunya “Start With Why”, sejumlah brand besar selalu mempunyai jawaban atas pertanyaan “mengapa” soal produk mereka. Dan Malang Plaza, saya kira, sudah menjawab satu pertanyaan mengapa mereka harus ada, yakni kemanusiaan.

*Penulis merupakan wartawan tugumalang.id

 

Related Posts

Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, Fuji Astutik, M.Psi, Psikolog. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jumat, 16 Okt 2026
Achmad Sufyan Wahyudi, M.Pd/ Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Kamis, 15 Okt 2026
Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Tak Bisa Mudik, HARRIS Malang Tawarkan Staycation Hingga Trip Ke Alam

Tak Bisa Mudik, HARRIS Malang Tawarkan Staycation Hingga Trip Ke Alam

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.