Malang, Tugumalang.id – Kunjungan ke Alun-alun Kota Malang melonjak tajam setelah kawasan tersebut direvitalisasi. Tingginya animo masyarakat membuat kepadatan pengunjung meningkat signifikan, sehingga pengawasan terhadap anak menjadi lebih sulit.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat, sebanyak 62 anak dilaporkan sempat hilang atau terpisah dari orang tua dalam kurun waktu dua hari terakhir akibat padatnya pengunjung di kawasan tersebut.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, menjelaskan bahwa jumlah pengunjung Alun Alun Merdeka meningkat hingga empat kali lipat pasca revitalisasi. Kondisi itu menyebabkan kepadatan di sejumlah titik, terutama di area bermain anak.

Ia menyebut, laporan anak yang terlepas dari pengawasan orang tua terjadi di tengah situasi alun alun yang sangat ramai. Dalam dua hari, jumlah laporan mencapai puluhan kasus.
“Kondisinya memang ramai, terutama di tempat permainan anak anak. Laporan anak yang terpisah sama orang tuanya itu jumlahnya hari ini ada 26 anak dan kemarin Minggu ada 36 anak,” ungkapnya, Senin (2/2/2026).
Mayoritas Terjadi di Area Playground
Berdasarkan laporan sementara, sebagian besar anak terpisah dari orang tua saat bermain di area playground. Kepadatan pengunjung dan kurangnya pengawasan menjadi faktor utama terjadinya kejadian tersebut.
“Jadi saat mereka bermain di playground. Karena seru mungkin orang tuanya ada yang ke masjid, ada yang belanja, ada yang ke toilet. Sehingga anaknya mungkin mencari dan hilang,” ujarnya.
Meski demikian, Gamaliel memastikan seluruh anak yang dilaporkan hilang telah ditemukan dan diserahkan kembali kepada orang tua masing masing.
“Mereka sudah aman, sudah ketemu orang tuanya lagi,” imbuhnya.
Baca juga: Wajah Baru Alun-Alun Kota Malang: Fasilitas Lengkap Pasca Revitalisasi
DLH Siapkan Langkah Antisipasi
Meski tidak menimbulkan korban lanjutan, DLH Kota Malang menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk mengambil langkah antisipasi ke depan. Sejumlah rencana disiapkan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Langkah tersebut antara lain pembatasan jumlah anak yang bermain di area playground serta penambahan speaker atau pengeras suara informasi. Fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi laporan anak terpisah dari orang tua.
“Sehingga kalau ada informasi lagi (anak hilang) dapat segera didengar petugas atau orang tua maupun anak,” jelasnya.
Baca juga: Rekomendasi 4 Kuliner Legendaris Dekat Alun-alun Kota Malang
DLH Kota Malang juga mengimbau seluruh pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah dalam mengawasi anak anak saat beraktivitas di Alun Alun Merdeka. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya pencegahan terhadap hal hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi tindak kejahatan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























