Sabtu, Mei 17, 2025
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Catatan
  • Home
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Catatan
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Potensi Tembus 16.000 Ton per Tahun, Kopi Lereng Kawi Perlu Terus Diorbitkan

Redaksi by Redaksi
Desember 6, 2024 7:57 am
in News
Kopi merah jambuwer. Dok buari untuk tugumalang.id

Kopi merah jambuwer. Foto/Dok buari untuk tugumalang.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Jelang digelarnya Festival Kopi Nusantara II Lereng Kawi, puluhan petani kopi ikuti sarasehan di Wisata Jowaran dan Rumah Limasan, Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Rabu (4/11/2024).

Hadir beberapa stakeholder dari berbagai elemen. Dari kalangan Legislatif, hadir Hikmah Bafaqih, Anggota Dewa Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur; Winartono, M.I.Kom, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Pendamping Desa Kemendesa PDT Kabupaten Malang; Rurid Rudianto, tokoh penting petani kopi Lereng Kawi; Muhammad Imron, Akademisi dari Universitas Raden Rahmat Malang; dan beberapa tokoh penting lainnya.

READ ALSO

Gubernur Jatim Matangkan Pembentukan Koperasi Merah Putih, Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Uang Habis, Atlet Binaraga Kabupaten Malang Kembali Makan Ayam Tiren

Baca Juga: Pemkot Batu Ajak Petani Alih Komoditas Kopi Agar Tak Kerap Merugi

Sebagai keynote speaker Muhammad Imron, dari Universitas Raden Rahmat (Unira) Malang yang menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Pengurangan Risiko Bencana dan Riset Desa menjelaskan tujuan adanya Festival Kopi II Lereng Kawi 2024.

Peserta dan narasumber sarasehan, rabu (4/12/2024) lalu. Foto: dok.
Peserta dan narasumber sarasehan, rabu (4/12/2024) lalu. Foto: dok.

Menurutnya, digelarnya Festival Kopi Nusantara II, terdapat beberapa tujuan yang ditargetkan. Yaitu, mempromosikan kopi lokal dan produk unggulan, memberdayakan ekonomi masyarakat lokal, meningkatkan edukasi tentang kopi dan budaya lokal, menginisiasi festival sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan, mendorong partisipasi dan kolaborasi antar pelaku eskosistem kopi dan seni, dan melestarikan seni budaya topeng panji.

”Itu adalah target dari tujuan jangka pendek dengan adanya festival kopi semacam ini. Sedangkan tujuan jangka panjangnya, adalah agar menjadi inisiasi untuk meningkatkan daya tarik wisata Lereng Kawi Experiental Tourism,” terangnya.

Baca Juga: Pj Wali Kota Batu Kembali Tanam Kopi di Kawasan Agroforestry Lereng Gunung Arjuno

Gagasan Experiental tourism ini, lanjutnya, adalah upaya untuk menyatukan beragam potensi yang dimiliki oleh desa-desa di kawasan Lereng Kawi. Untuk saat ini, sudah terdapat beberapa pihak yang turut serta berkolaborasi untuk mewujudkannya.

Peserta sarasehan menjelang festival Kopi Nusantara, Rabu (4/12/2024) lalu. Foto: dok.
Peserta sarasehan menjelang Festival Kopi Nusantara II, Rabu (4/12/2024) lalu. Foto: dok.

“Di antaranya adalah Dirjen Budaya, Unira Malang, Pemerintah Desa Balesari, Desa Jambuwer, Desa Sumberdem dan Desa Ngajum Kecamatan Ngajum. Harapannya ada banyak lagi pihak yang turut terlibat dan berpartisipasi aktif dalam membangun wisata berbasis pengalaman ini,” harapnya.

Sementara itu, Rurid Rudianto, petani kopi Desa Jambuwer yang juga berkesempatan memberikan gagasannya, mengajak petani kopi untuk membuat komunal kopi Lereng Kawi.

Walaupun diakui bahwa pada tiap kawasan sebenarnya sudah memiliki brand di masing-masing desa, akan tetapi upaya persepsi mengatasnamakan Kopi Lereng Kawi adalah cita-cita besar untuk bisa diwujudkan.

“Dengan nama Kopi Lereng Kawi ini adalah payung besarnya. Sebab, data telah ada dan kongkrit. 5 Kecamatan yang meliputi Kecamatan Dau, Kecamatan Wagir, Kecamatan Ngajum, Kecamatan Wonosari, dan Kecamatan Kromengan, potensi kopinya sudah tembus 16.000 ton/tahun. Dan, kualitas kopi itu bisa diperbaiki bersama sehingga harga jual kopi bisa tinggi,” jelasnya.

Tentu saja, upaya semacam ini agar bisa terus terawat, maka kita harus komitmen untuk menjaga 3K. Yaitu Kuantitas, Kualitas, dan Kontinuitas.

”Jika hal ini telah menjadi komitmen bersama, maka harapan untuk mewujudkan brand Kopi Lereng Kawi dapat dipenuhi oleh komunitas petani kopi Lereng Kawi yang pada dasarnya telah memiliki potensi kopi yang besar,” sambungnya.

Sisi lain, Hikmah Bafaqih, M.Pd., Anggota DPRD Jawa Timur yang turut serta hadir pada sarasehan tersebut, menyampaikan dorongan agar petani kopi juga bergerak untuk mengunduh dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Malang sendiri.

”Dengan potensi besar yang ada di Lereng Kawi, dalam hal ini tentang kopi, maka sudah seharusnya pemerintah Kabupaten Malang dapat mendukung dan berperan aktif dalam peningkatan sumberdaya yang ada di Lereng Kawi ini,” papar Mbak Ema, sapaan akrab Hikmah Bafaqih.

Upaya tersebut, menurut Mbak Ema yang merupakan Wakil Ketua I pada Komisi E di DPRD Jawa Timur, muncul ide untuk menginisiasi dan berusaha mengajukan kepada Pemerintah Kabupaten Malang untuk diadakannnya Sistem Resi Gudang Kopi (SRG Kopi) Lereng Kawi.

”Dengan adanya SRG KOPI ini, akan menjadi instrumen perdagangan bagi petani kopi untuk memperoleh harga jual yang baik dan pembiayaan produksi,” ungkapnya.

Tapi demikian, lanjutnya, Kopi Lereng Kawi yang mempunyai kualitas terbaik ini, harus bisa menjadi hal baik yang bukan hanya bisa di nikmati oleh orang kota atau orang luar saja. Namun kopi dengan kualitas yang baik ini, juga harus dinikmati oleh kalangan sendiri.

Menanggapi hal itu, Winartono, yang hadir mendampingi dalam memfasilitasi suksesnya acar tersebut, ia manyampaikan bahwa acara ini dipandang sudah lengkap dan terukur.

”Ini (acara sarasehan.red) sudah pas. Ada unsur pelaku yaitu kelompok petani kopi, ada akademisi, ada pemerintah Desa, dan unsur pengambil kebijakan,” terangnya.

Alumni Magister FISIP Universitas Brawijaya ini berharap Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa PDT harus menyambut dengan antusias.

“Hal ini mahal lho. TPP, dan termasuk pula Pemerintah, bahkan tak mudah memunculkan praktik inisiasi semacam ini. Syukur-syukur kita bisa jadi katalisator perbaikan atau ide kreatif pemberdayaan,” imbuhnya,

Ia malah mencontohkan ide membranding “Kopi Lereng Kawi” atau semisalnya. “Ya selama ini kopi Malang brand yang muncul keluar masih wilayah Dampit dan sekitarnya,” kata Cak Win.

“Yang terpenting, kita harus senantiasa berusaha menjadi bagian dari solusi. Ini bisa kita mulai dari hal kecil. Biar keberdayaan masyarakat dan desa tidak sulapan, menjadi semacam atraksi sirkus, atau gimmick tapi kosong,” pungkasnya sambil memasang senyum.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis

Editor: Herlianto. A

Tags: Festival Kopi Nusantarakabupaten malangkopiKopi Lereng Kawi

Related Posts

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan soal koperasi merah putih. (Foto/M Sholeh)
News

Gubernur Jatim Matangkan Pembentukan Koperasi Merah Putih, Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Sabtu, 17 Mei 2025
Atlet binaraga Kabupaten Malang saat berlatih di gym. Foto: dok. PBFI Kabupaten Malang
News

Uang Habis, Atlet Binaraga Kabupaten Malang Kembali Makan Ayam Tiren

Sabtu, 17 Mei 2025
Warga Perumahan Grand Mutiara Kedungrejo. Foto: dok. Warga
News

Rumah Mangkrak, Warga Perumahan Grand Mutiara Kedungrejo Sudah Bayar Rp9 Miliar

Sabtu, 17 Mei 2025
Prakiraan cuaca Malang Raya pada Sabtu, 17 Mei 2025 menunjukkan potensi hujan di sore hari. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra
News

Prakiraan Cuaca Malang Raya Sabtu 17 Mei 2025, Potensi Hujan di Sore Hari

Sabtu, 17 Mei 2025
Promosi Parawisata Kota Batu di China
News

Promosi Pariwisata Kota Batu di China Lewat Guangzhou International Travel Fair 2025

Jumat, 16 Mei 2025
Ilustrasi gaya hidup berkelanjutan. (Foto/ist)
News

Kampanye Gaya Hidup Berkelanjutan, Less Worry Laundry Manfaatkan Motor Listrik

Jumat, 16 Mei 2025
Next Post
Pemantauan perbaikan infrastruktur jalan di Kota Batu jelang tahun baru 2025. Foto: Azmy

Sambut Tahun Baru 2025, Kota Batu Kebut Perbaikan Infrastruktur Jalan hingga Trotoar

BERITA POPULER

  • Peralatan pabrik rokok ilegal

    Bea Cukai Gerebek Pabrik Rokok Ilegal Diduga Milik Manajer Arema FC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak Sopir Menjadi Guru Besar Unisma, Kisah Inspiratif Prof Istirochah Pujiwati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manager Arema FC Diduga Terlibat Kasus Rokok Ilegal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wujudkan World Class University, Unisma Gelar Gebyar Pemelajar BIPA 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gendut Si Raja Jambret Akhirnya Tertangkap di Kota Batu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Catatan

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.