Malang, Tugumalang.id – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Malang mencapai rata-rata 720 kiloliter per hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pertamina menambah frekuensi pengiriman BBM, termasuk menjadi empat kali pada akhir pekan.
Kondisi sejumlah SPBU di Kota Malang belakangan menjadi perbincangan. Stok BBM terkadang kosong dengan keterangan menunggu pengiriman. Antrean kendaraan pun mengular hingga ke jalan raya.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan akan memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi melalui pengelolaan stok dan penyesuaian pola distribusi.
Rantai pasok BBM di wilayah Jatimbalinus yang mencakup empat provinsi juga menjadi perhatian. Pengelolaannya meliputi sumber pasokan, baik dari impor maupun kilang, hingga penyaluran ke daerah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menyampaikan, pengaturan suplai dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumsi dan kondisi operasional di lapangan.
“Kebutuhan BBM masyarakat di Malang menjadi perhatian kami dalam mengatur pola pengiriman dan menjaga kelancaran pasokan. Pada September 2026, rata rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 720 kiloliter per hari,” ungkapnya.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pertalite Habis di Sejumlah SPBU Kota Malang
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengiriman BBM dari Surabaya ke Malang dilakukan secara bertahap. Sejak 8 Oktober 2026, pengiriman dijadwalkan tiga kali sehari, yakni pukul 01.00, 07.00, dan 13.00 WIB.
Dua pengiriman pertama mencakup Pertamax, Pertalite, dan Biosolar. Sementara itu, pengiriman ketiga mencakup Pertamax dan Pertalite.
Frekuensi distribusi BBM di Malang juga akan ditambah menjadi empat kali pada akhir pekan. Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan tingginya mobilitas kendaraan di Malang, yang menjadi kawasan wisata sekaligus pusat pendidikan.
“Khusus akhir pekan, pengiriman direncanakan sebanyak empat ritase untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Harga BBM Naik di Tengah Efisiensi, Pemkot Malang Kaji Opsi Beralih ke Kendaraan Listrik
Selain menambah frekuensi pengiriman, Pertamina mengoperasikan Fuel Terminal Malang selama 24 jam. Langkah tersebut menjadi strategi tambahan untuk mendukung kesiapan operasional dan kelancaran penyaluran BBM.
Pertamina juga mengevaluasi suplai untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan di lapangan. Masyarakat diimbau bijak dalam menggunakan BBM.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko

















