Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Featured

Kisah Perjuangan Pasutri Netra di Kota Malang Jual Kerupuk Keliling, Tolak Dikasihani 

Redaksi by Redaksi
Februari 21, 2023 3:21 pm
in Featured, Insight
Suplik dan suaminya Sandi ketika beristirahat di depan toko mongki Mertojoyo.

Suplik dan suaminya Sandi ketika beristirahat di depan toko mongki Mertojoyo. Foto/Siti Romelah

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Suasana di siang yang begitu terik pada Sabtu (18/02/2023) siang tidak membuat semangat pasangan suami istri (pasutri) Suplik Irawati (50) dan suaminya Sandi (48) menyerah pada keadaan.

Warga Dinoyo, Kota Malang, ini sebagai penyandang tuna netra. Namun demikian, keadaan itu tak membuatnya putus asa. Mereka tetap berjuang mempertahankan hidup dengan keadaan yang serba pas-pasan.

READ ALSO

Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi

Belajar Kepemimpinan dari Coach Fahmi: Pemimpin Berkarakter Fondasi Bangsa yang Tangguh

Malah pasangan pasutri netra tersebut punya prinsip tidak ingin dikasihani meski harus bersusah payah jualan kerupuk keliling dengan kondisi penglihatan terbatas.

Dalam suatu kesematan, Suplik menceritakan keadaannya. Menurutnya, ketika dia lahir baik-baik saja kondisi penglihatannya. Bahkan, termasuk anak yang sehat. Namun saat usianya dua tahun, Suplik terserang demam hingga membuat mata kanannya menempel. Sedangkan mata kirinya dalam kondisi terbatas untuk melihat atau samar-samar.

“Ya, dulu saya lahirnya normal. Waktu usia dua tahun demam lalu kelopak mata kanan saya nempel sehingga nggak bisa melihat lagi,” ujar Suplik tampak ceria meski dalam kondisi cuaca yang panas.

Gerobak Suplik dan Sandi saat berjualan keliling di Kota Malang. Foto/Siti Romelah

Sedangkan suaminya, Sandi, menjadi difabel netra sejak lahir. Namun, Suplik mengatakan, keduanya memiliki prinsip tidak mau dikasihani oleh orang lain, juga tidak mau ada ketergantungan meski memiliki penglihatan yang terbatas.

Saat ini keduanya harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Mereka dikaruniai dua orang putra, bernama Dimas kelas 5 SD dan Alif Saputra kelas 1 SD. Kedua anaknya jarang ikut orang tuanya jualan.

Perjuangan pasutri ini sangat berat. Di tengah kerasnya kehidupan kota, keduanya harus tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun ada saja yang memanfaatkan keadaannya yang terbatas ini. Menurut Suplik, pernah ada pembeli yang menggunakan uang sobek, uangnya sudah rusak.

Namun keduanya tetap bersabar, meskipun harus menerima perlakuan tidak baik dari orang lain. Adapun pendapatannya hanya sekitar Rp50 sampai 70 ribu perhari. Karena bukan jualan makanan basah, jadi jika dagangannya yang tidak laku bisa dijual lagi besoknya.

Dagangan itu bukan miliknya sendiri, tapi milik salah satu toko. Sementara Suplik serta suaminya yang berkeliling menjualnya. Jika stok tinggal sedikit, pemilik dagangan akan menambahnya lagi.

Selain kendala penglihatan, pembeli juga jarang dan cuaca yang tidak menentu juga membuat keduanya harus tetap berusaha. Bagaimanapun itu sumber penghasilan utama mereka.

“Gimana ya, ya meskipun panas atau hujan tetap jualan, bawa payung biar nggak kehujanan,” ujarnya ditemui di depan toko roti mongki Mertojoyo.

Pasutri ini berdagang keliling setiap hari, dengan jalur yang sama. Mulai dari rumahnya ke Mertojoyo sampai Swalayan Sardo. Rute ini memang mudah untuk dihapal. Bahkan biasanya mereka berjualan dua kali dalam sehari.

“Saya menyesal kenapa baru sekarang bekerja, ke mana saja dulunya. Setidaknya jika dulu sudah bekerja, sekarang juga nggak terlalu susah,” tukas Suplik.

Reporter: M-7

Editor: Herlianto. A

Tags: kota malangPasutriPasutri Netratuna netra

Related Posts

Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi
Insight

Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi

Jumat, 17 Jul 2026
Coach Fahmi berbagi pandangan tentang kepemimpinan berkarakter sebagai fondasi bangsa yang tangguh. /Foto: Dok.
Insight

Belajar Kepemimpinan dari Coach Fahmi: Pemimpin Berkarakter Fondasi Bangsa yang Tangguh

Rabu, 15 Jul 2026
Gastronom Malang
Insight

Gastronom Malang Arie Aripin Raih Penghargaan Tokoh Teknologi dan Inovasi 2026

Sabtu, 27 Jun 2026
Konsep Louisana style atau makan bar-bar seafood di Uniccrab Malang. Foto: Dok
Insight

Uniccrab, Jujugan Nomor Satu Kuliner Seafood with Louisiana Style alias Makan Bar-bar di Malang

Rabu, 24 Jun 2026
Surya Burhanuddin (lima dari kiri) dan Sjenny Burhanuddin (empat dari kiri) melakukan potong kue di sela acara. Foto-foto: rubianto (tugumalang.id)
Insight

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Berlangsung Gayeng, Surya dan Sjenny Bisa jadi Role Model Anak Muda di Indonesia

Sabtu, 20 Jun 2026
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Arie Arifin dan Owner Hilda + Hana Bakery Hillda Naura Ashilah saat ngopi bareng. Foto: Azmy
Insight

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Senin, 8 Jun 2026
Next Post
Wali Kota Malang, Sutiaji.

Berkat Wali Kota Malang Sutiaji, 320 Anak Terima Beasiswa dari Pemkot Malang

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.