Malang, Tugumalang.id – Kekeringan melanda wilayah Malang Selatan sejak Juni hingga Oktober 2026. Debit sumber mata air mengecil sehingga warga harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan air bersih.
Istiawati Kastianingsih, warga Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, mengaku mengeluarkan uang hingga Rp165 ribu per minggu untuk membeli air bersih. Ia biasanya membeli satu tangki kecil air seharga Rp55 ribu. Dalam seminggu, ia bisa membeli hingga tiga kali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kalau rumah (warga yang membeli) semakin pelosok, harganya semakin mahal,” ujar Isti saat ditemui wartawan Tugu Malang ID, Sabtu (3/10/2026).
Baca juga: Kekeringan Malang Selatan, 13.912 Jiwa Terdampak dan 2,35 Juta Liter Air Disalurkan
Isti menyebut kekeringan di Desa Pagak terjadi setiap tahun. Namun, tahun ini kondisinya terasa lebih parah dan berlangsung lebih lama.
Pada tahun-tahun sebelumnya, kekeringan hanya dirasakan pada Agustus. Tahun ini, kekeringan sudah terjadi sejak Juni dan hingga Oktober masih belum berakhir.

Dalam kondisi normal, Isti dan warga lainnya memanfaatkan sumber mata air yang lokasinya tidak jauh dari rumah penduduk. Saat ini, debit mata air tersebut mengecil sehingga tidak mampu mengaliri rumah warga.
“Airnya masih ada, tidak sampai benar-benar kering. Tapi debitnya kecil,” kata Isti.
Untuk mengurangi pengeluaran membeli air bersih, Isti dan warga lainnya menerapkan sejumlah strategi. Salah satunya mencuci pakaian langsung di sumber mata air atau sungai.
Jika biasanya mereka mencuci dengan air yang mengalir di rumah, kini pakaian kotor harus dibawa ke lokasi yang masih memiliki banyak air. Strategi lainnya adalah tidak menggunakan air mengalir untuk mencuci piring, melainkan menggunakan air dalam bak yang dapat dipakai berkali-kali.
Baca juga: Kekeringan di Malang Selatan Meluas, 4.119 KK Krisis Air Bersih
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Purwoto, mengatakan saat ini terdapat 13 desa di enam kecamatan yang terdampak kekeringan. Setiap hari, BPBD Kabupaten Malang menyalurkan puluhan ribu liter air ke desa-desa tersebut.
“Kami mengerahkan total sembilan tangki. Secara bergiliran kami kirim air dua hari sekali,” terang Purwoto.
Hingga Jumat (2/10/2026), BPBD Kabupaten Malang telah menyalurkan lebih dari 3,5 juta liter air bersih. Bantuan air bersih akan terus digelontorkan selama warga masih membutuhkan.
Kekeringan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Desember 2026.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko

















