Malang, Tugumalang.id – Sebanyak 25 kabupaten/kota di Jawa Timur mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino. Daerah-daerah tersebut telah mengeluarkan surat darurat terkait kebutuhan air bersih pada awal Oktober 2026.
25 kabupaten/kota yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih tersebut adalah:
- Banyuwangi
- Situbondo
- Bondowoso
- Probolinggo
- Pasuruan
- Jember
- Lumajang
- Pamekasan
- Bangkalan
- Malang
- Blitar
- Tulungagung
- Trenggalek
- Ponorogo
- Ngawi
- Mojokerto
- Gresik
- Lamongan
- Bojonegoro
- Pacitan
- Tuban
- Sampang
- Kediri
- Nganjuk
- Sumenep
Baca juga: Kekeringan Malang Selatan, Warga Pagak Beli Air Bersih Rp165 Ribu per Minggu
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak kekeringan. Di antaranya penyaluran bantuan air bersih, modifikasi cuaca, hingga salat istisqa atau salat meminta hujan.
“Ini fenomena El Nino, kering, kemarau yang cukup panjang. Kami sudah melakukan berbagai ikhtiar,” kata Khofifah usai menyalurkan bantuan 10 ribu liter air bersih di Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10/2025).
Operasi modifikasi cuaca dilakukan ketika BMKG mendeteksi adanya potensi awan yang masuk ke wilayah daratan. Operasi ini digelar untuk mengupayakan hujan ringan hingga sedang di beberapa tempat.

Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Pemprov Jatim juga mendorong pembangunan akses air melalui pipanisasi dari sumber air terdekat. Khofifah mencontohkan pembangunan jaringan pipa di Singosari yang mengambil sumber air dari kawasan Arjuno dengan jarak sekitar 17 kilometer.
“Kami membuat akses dengan pipanisasi dari sumber air terdekat. Sumber air terdekat itu bisa sampai belasan kilometer, seperti di Singosari dan Bromo,” jelasnya.
Baca juga: Kekeringan di Malang Selatan, 13.912 Jiwa Terdampak dan 2,35 Juta Liter Air Disalurkan
Khusus di Desa Pagak, Khofifah menyebut terdapat potensi pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air warga. Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan tim terkait, termasuk TNI, untuk melihat kemungkinan pembangunan sumur bor. Ia menilai sumur bor dengan kedalaman 80-100 meter masih terjangkau.
Selain sumur bor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga menyiapkan pembangunan jaringan pipanisasi melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Menurut Khofifah, skema tersebut dinilai lebih berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat dalam jangka panjang.
“SPAM ini sustainability-nya bisa lebih terjamin dan lebih strategis jangka panjang,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko
















