Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Kecamatan Sukun Jadi Wilayah Penyebaran Kasus DBD Terbanyak di Kota Malang

Redaksi by Redaksi
Januari 26, 2026 4:53 pm
in News
Penyebaran Kasus DBD

Foto: Ilustrasi (Pixabay)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang – Wabah demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di wilayah Kota Malang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat, Kecamatan Sukun menjadi wilayah dengan temuan penyebaran kasus DBD terbanyak di Kota Malang dalam tiga tahun terakhir.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengatakan bahwa penanganan DBD terus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Hal tersebut disebabkan angka temuan kasus yang masih tergolong tinggi setiap tahunnya.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

“Setiap tahun DBD masih ada dan jumlahnya cukup besar. Artinya, DBD masih menjadi ancaman kesehatan di Kota Malang,” kata Husnul, Senin (26/1/2026).

Berdasarkan data Dinkes Kota Malang, jumlah kasus DBD sepanjang tahun 2023 mencapai 462 kasus. Angka tersebut kemudian melonjak menjadi 777 kasus pada tahun 2024, sebelum turun menjadi 715 kasus pada tahun 2025.

Dominasi Kasus DBD di Kecamatan Sukun

Dalam pemetaan per kecamatan, Kecamatan Sukun tercatat sebagai wilayah dengan kasus DBD terbanyak secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, temuan kasus DBD di Sukun mencapai 118 kasus. Angka ini meningkat menjadi 192 kasus pada 2024 dan kembali berada di angka 192 kasus pada 2025.

Sementara itu, posisi kedua ditempati Kecamatan Blimbing, disusul Kecamatan Kedungkandang dan Lowokwaru. Kecamatan Klojen tercatat sebagai wilayah dengan tingkat penyebaran DBD terendah di Kota Malang.

Baca juga: Kasus Penyebaran DBD Kabupaten Malang Tembus 637 Orang per Mei 2025

Angka Kematian dan Dampak Serius DBD

Tidak hanya dari sisi penyebaran, Kecamatan Sukun juga mencatat angka kematian akibat DBD tertinggi di Kota Malang dalam tiga tahun terakhir, yakni mencapai enam kasus kematian. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Kedungkandang dengan empat kematian, Blimbing dua kematian, Lowokwaru satu kematian, dan Klojen nihil kematian.

Data tersebut menunjukkan bahwa DBD bukan hanya persoalan jumlah kasus, tetapi juga berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat jika tidak ditangani secara optimal.

Anomali Cuaca dan Penguatan Edukasi Masyarakat

Husnul menjelaskan, anomali cuaca menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus DBD, terutama saat musim penghujan yang memicu munculnya genangan air di berbagai titik, seperti pot bunga, wadah bekas, hingga tempat penampungan air.

“Maret dan April biasanya menjadi puncak kasus. Untuk itu, mulai sekarang kami minta 16 puskesmas dan 33 pustu lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kunci utama pemberantasan DBD adalah menghilangkan sarang nyamuk Aedes aegypti. Menurutnya, pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M dan 3M Plus masih menjadi langkah paling efektif dalam memutus rantai penularan.

“Kalau perindukan nyamuknya hilang, maka perkembangan nyamuk dari telur sampai dewasa bisa ditekan. Kalau itu ditekan, rantai penularan DBD juga ikut turun,” urainya.

Baca juga: Tips Jitu Hindari Penyebaran Virus Demam Berdarah

Dinkes Kota Malang juga mendorong seluruh instansi di daerah untuk menggalakkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk, seperti melalui program Jumat Bersih dan kegiatan kebersihan lingkungan lainnya. Masyarakat juga diimbau untuk aktif menjaga kebersihan rumah dan lingkungan guna meminimalisir genangan air.

Husnul mengungkapkan bahwa Angka Bebas Jentik (ABJ) Kota Malang saat ini masih berada di angka 92 persen, sementara angka ideal berada di kisaran 95 persen. Selisih tiga persen tersebut dinilai menjadi salah satu faktor masih terus ditemukannya kasus DBD.

Dinkes Kota Malang pun menargetkan agar kasus DBD pada tahun 2026 tidak mengalami lonjakan.

“Harus kita tekan di tahun ini dan jangan sampai kasus melonjak,” tandasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko

Tags: DBD Kota MalangKasus DBDKecamatam Sukun.wilayah penyebaran DBD Kota Malang

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Alun-alun Kota Batu

Tata Ruang Alun-Alun Kota Batu Disorot, Ruang Publik Kian Tergeser Parkiran

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.