Malang, Tugumalang.id – Warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, digegerkan dengan penemuan jenazah pria dalam kondisi membusuk di aliran Sungai Sumberpakel, Dusun Sukorejo, Desa Srimulyo, Minggu (13/7/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani kopi yang tengah memanen di kebunnya. Ia mencium bau busuk menyengat dan mengikuti sumber bau tersebut hingga menemukan sepasang kaki manusia yang menyembul dari tumpukan sampah di aliran sungai.
“Jenazah tersangkut di bebatuan dan tertimbun sampah sungai,” ujar Kapolsek Dampit, AKP Ahmad Taufik, saat dikonfirmasi.
Baca juga: Pria ODGJ Rambut Pirang Tewas Tenggelam di Bendungan Selorejo Malang

Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian, identitas jenazah akhirnya diketahui. Korban berinisial KH (48), warga Desa Dadapan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. KH diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sudah mengalami gangguan mental sejak kecil.
Kondisi Jenazah Memprihatinkan
Saat ditemukan, kondisi jenazah sangat memprihatinkan. Tubuhnya sudah dalam keadaan membusuk, wajah bengkak dan sulit dikenali, tulang betis mulai terlihat, serta terdapat lubang besar di bagian pantat. Sidik jari korban pun sudah tidak dapat diidentifikasi karena membusuk.
KH diketahui mengenakan kaus hitam bertuliskan “Bantengan Malang” dan memakai udeng (ikat kepala) bermotif batik berwarna merah hitam.
Taufik menyebut, korban pergi dari rumah sejak satu minggu sebelum ditemukan tewas. Akan tetapi, keluarga tidak membuat laporan orang hilang karena korban biasanya pulang ke rumah meski pergi jauh.
“Korban sering pergi dari rumah dan berhari-hari tidak pulang, bahkan bisa sampai dua minggu. Tapi ia selalu pulang ke rumah,” kata Taufik.
Sehari-hari, korban tinggal dengan kakak kandungnya. Ia tidak bekerja dan berkeliling sesuka hatinya. Terkadang ia bermain layangan dan memancing.
Baca juga: Diduga ODGJ, Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta Api di Kepanjen
Saat mendapatkan informasi ini, pihak keluarga yakin jenazah yang ditemukan di Dampit adalah KH. Mereka mengenali kaos dan udeng yang biasa digunakan oleh korban.
“Pihak keluarga menghendaki korban langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan setelah dilakukan perawatan jenasah di RSSA Malang tanpa dilakukan autopsi,” tutup Taufik.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























