Malang – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sukses menyelenggarakan kegiatan sertifikasi bidang konstruksi pada 28–30 November 2025. Sebanyak 100 peserta dari kalangan masyarakat umum, tenaga kerja konstruksi, hingga fresh graduate di Kota Malang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Uji sertifikasi ini menjadi puncak dari Pelatihan Tenaga Terampil Konstruksi yang diselenggarakan ITN Malang. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang melalui Dinas PUPRPKP, Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, serta Pusat Pembinaan Pelatihan dan Sertifikasi Mandiri (P3SM).

Fokus utama kegiatan ini adalah mendukung implementasi regulasi jasa konstruksi yang mewajibkan tenaga kerja memiliki Surat Keterangan Keahlian (SKK). Kepemilikan SKK menjadi syarat penting agar tenaga terampil mampu bersaing di dunia kerja dan memenuhi kriteria dalam proyek konstruksi, termasuk dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Baca juga: ITN Malang Bantu Siapkan Masterplan RSUD Waibakul Sumba Tengah, Wujudkan Fasilitas Kesehatan Terstandarisasi
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., yang secara resmi menutup kegiatan, menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga untuk mencetak tenaga kerja yang siap bersaing secara nasional dan global.
“Terima kasih atas kepercayaan Pemkot Malang melalui PUPRPKP dan P3SM yang telah menunjuk ITN sebagai tempat uji kompetensi. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang. ITN siap memfasilitasi pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi masyarakat,” ujarnya di Aula Kampus 1 ITN Malang, Kamis (30/10/2025).
Sementara itu, Kepala LPKU ITN Malang, Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM, menegaskan komitmen ITN Malang untuk menjadi pusat uji sertifikasi kompetensi yang rutin menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi, baik untuk mahasiswa, alumni, maupun masyarakat umum.
Dalam uji kompetensi kali ini, peserta diuji dalam empat kualifikasi jabatan terampil yang sangat dibutuhkan di dunia konstruksi, yaitu:
-
Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung,
-
Pelaksana Pembuatan Fasilitas Sampah dan Limbah,
-
Pelaksana Konstruksi Bangunan Unit Distribusi SPAM, dan
-
Petugas K3 Konstruksi.
Proses sertifikasi dilakukan oleh dua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di sektor konstruksi, yaitu LSP ASTEKINDO dan LSP GATAKI. Uji kompetensi ini menggunakan metode berbasis portofolio bagi peserta berpengalaman, serta didahului pelatihan berbasis kompetensi sesuai Standar SKK Nasional.
Baca juga: ITN Malang dan Pemkab Bojonegoro Jalin Kerja Sama Strategis, Dorong Sinergi Tridharma untuk Pembangunan Daerah
Perwakilan dan mitra P3SM, Prof. Dr. Ir. Isnandar, MT, menegaskan pentingnya sertifikasi bagi tenaga kerja jasa konstruksi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
“Baik masyarakat umum, perguruan tinggi, SMK, maupun politeknik wajib memiliki sertifikat jika ingin bekerja di bidang jasa konstruksi. Misalnya dalam tender proyek, tenaga kerja harus memiliki SKK. Jika tidak, maka tidak bisa ikut tender,” jelasnya.
Antusiasme peserta terhadap sertifikasi ini tergolong tinggi, terutama pada kualifikasi Petugas K3 Konstruksi yang kini menjadi salah satu jabatan paling krusial dalam setiap proyek pembangunan.
Salah satu peserta, Luthfi Maiza Kusuma, seorang konsultan sekaligus pekerja konstruksi, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan ini.
“Kesannya luar biasa. Saya mendapatkan ilmu baru dan lebih percaya diri dengan bidang yang saya tekuni,” ujarnya.
Luthfi menambahkan, ilmu K3 Konstruksi yang diperolehnya sangat bermanfaat untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Sertifikasi ini juga menjadi pengalaman pertamanya yang meningkatkan nilai profesional dan portofolionya di dunia konstruksi.
Baca juga: Sinergi Pemkot Malang dan ITN Malang Cetak 100 Tenaga Konstruksi Bersertifikat
Manfaat serupa dirasakan oleh Dwi Hasan Sanusi, SM, Store Manager Center Point MOG sekaligus Ketua RW di lingkungannya. Ia menilai, sertifikasi K3 Konstruksi sangat penting bagi operasional perusahaan.
“K3 sangat penting bagi perusahaan kami. Kalau manajernya sudah memahami K3, kami bisa mengontrol keselamatan kerja setiap hari tanpa menunggu pihak mitra datang sebulan sekali,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























