Rabu, September 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Inovasi Mesin Pengupas Sabut Kelapa Adaptif, Kolaborasi Dosen ITN Malang dan Dua Universitas

Redaksi by Redaksi
Oktober 15, 2024 8:34 pm
in Pendidikan
Dosen ITN Malang bersama tim kolaborasi
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) bersama Universitas Widyagama Malang dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, berkolaborasi membuat alat teknologi tepat guna (TTG) ‘Diseminasi Teknologi Mesin Pengupas Kelapa Adaptif’.

Mereka adalah Dr. Eko Yohanes Setyawan, ST., MT., dan Awan Uji Krismanto ST., MT., PhD dari ITN Malang, Dadang Hermawan, ST., MT., Universitas Widyagama Malang, dan Andi Nugroho, ST., MT., Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.

READ ALSO

Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026

Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa

Kolaborasi itu melibatkan beberapa mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang. Pengabdian ini merupakan program hibah pengabdian kepada masyarakat tahun 2024 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Baca Juga: Teknik Listrik D-3 ITN Malang dan LSP Elektronika Nasional Gelar Sertifikasi PLC, Operator Connecting, dan Operator Fitting

Latar belakang pengabdian kepada masyarakat itu, melihat realitas Kelapa (Cocos Nucifera L) merupakan tanaman komoditas yang memiliki peran penting pada perekonomian. Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia, dengan perkebunan yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara.

Pengolahan buah kelapa membutuhkan teknologi untuk menghasilkan produk turunan kelapa. Salah satunya adalah kopra dan minyak kelapa yang dihasilkan dari buah kelapa. Produk ini menjadi potensi yang besar untuk industri kecil menengah di wilayah Kediri, Jawa Timur.Mesin pengupas sabut kelapa

Namun sayangnya, masih banyak kendala yang terjadi di lapangan dalam proses pengupasan sabut kelapa. Selama ini industri kecil masih menggunakan cara tradisional/manual dengan menggunakan linggis atau alat semi mekanik dengan tenaga manusia.

Cara manual ini berdampak pada kapasitas kerja yang kecil, dimana untuk mengupas satu buah kelapa memakan waktu kurang lebih 1-5 menit. Belum lagi upah yang dibayarkan per satu buah kelapa berkisar 300-400 rupiah. Bila produksi kelapa cukup tinggi, maka biaya, waktu, dan tenaga untuk mengupasnya juga besar.

“Selama ini pengupasan sabut kelapa dilakukan secara manual dengan menggunakan linggis, atau golok. Ada juga alat semi mekanis, tapi tidak efektif karena masih menggunakan tenaga manusia. Selain memakan waktu lama juga membutuhkan tenaga yang besar. Maka, kami berinisiatif membuat mesin pengupas sabut kelapa untuk membantu industri kecil dalam hal ini mitra. Sehingga bisa mengupas sabut kelapa secara cepat, dengan kapasitas besar,” kata Dr. Eko Yohanes Setyawan, ST., MT., saat ditemui beberapa waktu lalu.

Keempat dosen ini membuat teknologi mesin pengupas kelapa adaptif untuk mempermudah masyarakat dalam proses pengupasan sabut kelapa. Mesin adaptif merupakan kategori mesin yang mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan produk yang akan diproduksi. Mesin pengupas sabut kelapa ini mampu mengupas sabut kelapa dari semua ukuran kelapa secara otomatis.

Dari hasil uji, mesin dalam 1 jam dapat mengupas 120 buah kelapa, yang nantinya akan menjadi kopra sebesar 24 kg. Kopra merupakan daging buah kelapa yang sudah dikeringkan sampai kadar air mencapai 5-7 persen. Kopra menjadi bahan baku utama membuat minyak kelapa, dengan cara memasukkannya ke dalam mesin rotary screw untuk dipres diambil minyaknya.

Baca Juga: Mahasiswa UTHM Malaysia Mobility Outbound ke Prodi Arsitektur ITN Malang

“Daerah Kediri tempat mitra pengabdian kami memiliki pengolahan kopra. Dengan adanya mesin pengupas sabut kelapa ini harapannya yang awalnya mitra memakai alat tradisional bisa beralih ke mesin TTG yang mampu menaikkan produktivitas produksi kopra maupun minyak kopra,” sambung dosen sekaligus Kaprodi Teknik Mesin S-1 ITN Malang ini.

Dijelaskan Eko, mesin sangat efektif karena mengurangi waktu dan tenaga kerja manual. Selain itu mesin memiliki desain yang ergonomis bagi pekerja dan mudah digunakan. Selama ini banyak pekerja di industri kelapa mengalami keluhan gejala carpal tunnel syndrome (CTS), seperti sakit pada telapak tangan dan pergelangan tangan. Jadi, penelitian tentang teknologi mesin pengupas kelapa ini dilakukan. Mesin juga telah diuji coba dan mampu meningkatkan kapasitas produksi mitra.

Mesin pengupas sabut kelapa model adaptif bekerja dengan langkah-langkah yang terstruktur. Pertama, kelapa utuh dimasukkan ke dalam mesin yang dilengkapi dengan dua roller yang berputar saling berlawanan. Juga ada roda gigi yang berputar untuk membantu mengatur kecepatan, serta torsi yang diperlukan untuk mengupas sabut kelapa. Mesin menggunakan motor listrik 3 HP dengan menggunakan gearbox rasio 1: 60 untuk menurunkan RPM pada motor listrik. Sehingga pengupasan sabut kelapa dapat dilakukan secara efisien.

Sebelumnya mitra mengupas sabut kelapa dengan cara manual. Sehari per orang mendapatkan 420 butir kelapa, mitra harus mengeluarkan uang sebesar 100 ribu rupiah dengan estimasi biaya kupas 200 rupiah/kelapa. Dengan menggunakan mesin pengupas, maka sekarang dalam sehari didapat 1.200 butir kelapa dengan ongkos pekerja 100 ribu rupiah, ditambah biaya listrik 23 ribu rupiah/hari. Perbedaan juga terlihat jelas dari yang awalnya dalam satu hari menghasilkan kopra 100 kg, setelah menggunakan mesin menghasilkan 240 kg. Perlu diketahui bahwa 1 kg kopra membutuhkan kurang lebih 5 buah kelapa.

“Dengan meningkatnya produksi kopra ini secara otomatis pendapatan mitra juga akan meningkat. Tidak hanya itu, limbahnya berupa ampas dapat digunakan untuk pakan ternak, karena memiliki protein yang tinggi,” tuntas Eko.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis Institut Tehnologi Nasional (ITN) Malang.
editor: jatmiko

Tags: ITN MalangMesin Pengupas sabut kelapaUniversitas Muhammadiyah Kalimantan TimurUniversitas Widyagama Malang

Related Posts

Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026
Advertorial

Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026

Selasa, 1 Sep 2026
Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa
Advertorial

Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa

Selasa, 1 Sep 2026
Unikama Gelar Monev RPL Afirmasi, 119 Peserta PG PAUD Dinyatakan Lulus
Advertorial

Unikama Gelar Monev RPL Afirmasi, 119 Peserta PG PAUD Dinyatakan Lulus

Selasa, 1 Sep 2026
Mahasiswa Unikama Bantu Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Talangagung
Advertorial

Mahasiswa Unikama Bantu Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan Talangagung

Senin, 31 Agu 2026
Dosen UIN Malang Nur Mahmudah Ikuti Halaqah Ulama Perempuan
Advertorial

Dosen UIN Malang Nur Mahmudah Ikuti Halaqah Ulama Perempuan

Senin, 31 Agu 2026
PBAK Magister Psikologi UIN Malang Bekali Mahasiswa dengan Arah Riset
Advertorial

PBAK Magister Psikologi UIN Malang Bekali Mahasiswa dengan Arah Riset

Senin, 31 Agu 2026
Next Post
Sam HC-Ganis

Junjung Nilai Toleransi, Para Pendeta Kristen di Kota Malang Beri Dukungan ke Sam HC-Ganis

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.