Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

ICEduPsy Bahas Pendidikan dan Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Redaksi by Redaksi
Juni 18, 2021 8:50 pm
in Pendidikan
pendidikan - ICEduPsy Bahas Pendidikan dan Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Datuk Ahmad Hidayat Buang, pemateri dari Universitas Malaya sesaat sebelum menyampaikan materi di seminar internasional tersebut. Foto: Humas UMM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Dalam rangka mengadapi tantangan dunia pendidikan yang berubah dengan pesat, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar acara International Conference on Education and Psychology (ICEduPsy). Acara ini digagas oleh tiga fakultas UMM yaitu Fakultas Psikologi (F. Psi), Fakultas Agama Islam (FAI), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Adapun konferensi internasional ini dilakukan secara luring maupun daring pada Sabtu (12/06) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Beberapa pakar dari UMM, Universitas Fatoni Thailand, dan Universitas Malaya Kuala Lumpur-Malaysia turut andil dalam membahas serta mempromosikan pengembangan berkelanjutan di bidang pendidikan dan psikologi. Dalam sambutannya, Ketua Panitia ICEduPsy, Dr. Atok Miftachul Huda, M. Pd, berkata bahwa konferensi internasional ini merupakan sarana dalam meningkatkan kapasitas publikasi riset para dosen, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu juga mempererat jalinan kerjasama antar universitas yang berkolaborasi dalam agenda ini.

READ ALSO

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

“Saya berterimakasih kepada para peserta yang telah hadir dari berbagai negara seperti Australia, Canada, German, Mesir, Polandia, Thailand, dan beberapa universitas ternama di Indonesia. Terhitung ada sebanyak 1.000 peserta yang mengikuti kegiatan ini baik secara daring maupun luring,” ucap Atok.

Di sisi lain, Wakil Rektor bidang Akademik UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M. Si, yang bertindak sebagai keynote speaker menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi dunia pendidikan sekarang lebih kompleks dibandingkan periode sebelumnya. Pendidikan juga harus dimaknai sebagai investasi jangka panjang. Siapapun bisa menambah ilmu hanya dengan tatap muka melalui internet, utamanya bagi generasi milenial.

Berdasarkan hal tersebut, ada empat hal esensial yang harus dipertimbangan, seperti input, proses, dan output. Kemudian hasilnya adalah muara pendidikan. Tak berhenti di situ, pendidikan juga harus berujung pada perilaku yang beradab, sehingga manusia tak lemah dalam kecerdasan emosional. “Hal ini penting untuk memperkuat hubungan manusia dengan manusia maupun dengan Tuhan agar mampu mendapatkan kebahagiaan yang hakiki,” terang Syamsul.

Sementara itu, saat penyampaian materi, Prof. Dr. Datuk Ahmad Hidayat Buang., PhD dari Universitas Malaya, Kuala Lumpur-Malaysia juga mempromosikan pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan berbasis pengetahuan dan inovatif dalam Perspektif Islam. Ia mengistilahkan bahwa manusia pada dasarnya serakah dan merusak. Efek dari sifat buruk itu dapat menyebabkan krisis sosial, perang, perbudakan, krisis ekonomi, kemiskinan, kelaparan, pandemi, penyakit bahkan polusi. Terdapat enam kategori yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan, seperti kebutuhan utama manusia, pengembangan manusia, ekonomi, kondisi kehidupan, ekosistem dan hak asasi manusia.

Senada dengan Datuk, Assoc. Prof. Dr. Phaosan Jahwae dari Universitas Fatoni, Thailand juga ikut andil dalam menyuarakan pentingnya pembangunan berkelanjutan dalam bidang pendidikan. Ia melihat latar belakang negara Thailand yang hanya mengamalkan mono language system yakni hanya menggunakan satu bahasa saja (Thai). Hal itu akan membuat para pelajar begitu lemah dalam bahasa asing.

“Karena hal tersebut saya membentuk QAiMt Model for Students in the Patani. Model pembelajaran ini menggabungkan Alquran, Hadis, Aqidah, Fiqih, Sejarah Nabi, Akhlak, Bahasa Arab dan Melayu. Pengaplikasian model QAiMt ini lebih menarik perhatian para pelajar karena didalamnya terdapat teknologi tertentu serta adanya nyanyian yang menarik minat mereka,” ujar Phaosan.

Narasumber terakhir, Muhammad Salis Yuniardi, S. Psi., M. Psi., PhD selaku Dekan F.Psi UMM memaparkan pembangunan berkelanjutan dalam bidang kesehatan mental. Salis membahas mengenai Intolerance of Uncertainty yakni bagaimana kognitif manusia menanggapi sesuatu yang tidak pasti. “Pada indikator kesehatan mental seseorang, variabel tersebut mampu memprediksi performa kerja. Intolerance of Uncertainty juga mengambil peran dalam recovery kesehatan mental masyarakat Indonesia di masa pandemi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Lizya Kristanti

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda
Advertorial

Polinema Kembangkan Sistem Monitoring untuk Keselamatan Pesepeda

Jumat, 16 Okt 2026
UIN Malang - Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset
Advertorial

Research Center UIN Malang Bakal Jadi Pusat Peradaban Riset

Jumat, 16 Okt 2026
Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning
Pendidikan

Tingkatkan Kualitas, FKIP Unisma Berikan Pemahaman tentang Case Method dan Project Based Learning

Jumat, 16 Okt 2026
Reuni Akbar UIN Malang tahun 2026 dilanjutkan dan pelantikan katan alumin. /Foto: Dok. UIN Malang
Pendidikan

Reuni Akbar UIN Malang 2026, Merajut Ukhuwah Mengukir Inspirasi

Kamis, 15 Okt 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang tegaskan komitmen pembangunan zona integritas. /Foto: Dok. Fakultas Psikologi UIN Malang.
Pendidikan

Fakultas Psikologi UIN Malang Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Kamis, 15 Okt 2026
Tujuh ilmuwan Universitas Brawijaya masuk daftar Top dua persen Researchers tahun 2026 atau peneliti terbaik dunia. Foto: Dok. UB
Pendidikan

7 Ilmuwan UB Masuk Daftar Peneliti Terbaik Dunia 2026

Rabu, 14 Okt 2026
Next Post
sutiaji - Sutiaji Tekankan Komitmen Pelayanan Publik para ASN

Sutiaji Tekankan Komitmen Pelayanan Publik para ASN

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.