Jumat, Juli 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Hunian Kawasan Sempadan Sungai di Kota Malang Harus Waspada

Redaksi by Redaksi
Februari 21, 2021 8:10 pm
in Berita
Rumah di pinggir sempadan sungai.

Sempadan Sungai Amprong di Perumahan Griya Sulfat, Bunulrejo, Kota Malang yang longsor hingga menewaskan 1 orang penghuninya 18 Januari 2021 lalu. Foto : Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

*BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrim Hingga Mei 2021

MALANG – Penghuni yang rumahnya berada di kawasan  sempadan sungai di Kota Malang, harus tetap waspaa selama cuaca ekstrim. Pasalnya,  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem yang disebabkan fenomena iklim global La Nina, masih berlangsung hingga Mei 2021 mendatang.

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Potensi pengaruhnya seperti curah hujan yang tinggi juga terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, tak terkecuali Malang Raya.

Diprakirakan pada Maret-April 2021, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi kategori menengah hingga tinggi, yaitu 200-500 milimeter per bulan.

Potensi curah hujan tinggi ini cukup riskan berdampak pada longsor, khususnya di kawasan bantaran sungai.

BPBD Kota Malang mencatat setidaknya sudah ada 35 titik longsor yang terjadi di kawasan bantaran sungai Brantas di Kota Malang hingga kini. Paling parah, terjadi 18 Januari 2021 lalu di Perumahan Griya Sulfat Jalan Sadang, Kecamatan Bunulrejo, Kota Malang yang memakan korban jiwa 1 orang.

Kepala BPBD Kota Malang, Ali Mulyanto mengimbau warga yang tinggal di pemukiman bantaran sungai tetap waspada. Tingkat kerawanan longsor cukup tinggi, terlebih di cuaca ekstrem. Sejumlah wilayah rawan longsor itu, sebut saja di daerah Samaan, Penanggungan, Rampal celaket, Karangbesuki, Jodipan hingga Bandulan.

”Ada 2 hal yang perlu diperhatikan. Kalau di atas terjadi hujan, lalu air sungai di Kota Malang sudah terlihat keruh, artinya harus waspada. Bahwa di atas sudah terjadi hujan yang lebat, dan ada peningkatan volume air juga sadimen,” paparnya dihubungi, Minggu (21/2/2021).

Sementara, kewaspadaan juga datang dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) Kota Malang. Berangkat dari kasus longsor di Bandulan, DPUPR-PKP akan mulai menertibkan bangunan liar yang jika ditemui ada di sempadan sungai.

”Apalagi jika kawasan itu melekat pada sesuai tusi kami (DPUPR-PKP), akan kami eksekusi secara langsung,” ungkap Kepala DPUPR-PKP Kota Malang, Hadi Santoso, saat dihubungi awak media.

Menurut pria yang akrab disapa Sonny ini, banyak ditemui bangunan di Kota Malang yang berdiri di kawasan sempadan sungai. Seperti salah satunya, di Perumahan Griya Sulfat yang tempo lalu longsor dan menewaskan 1 orang warganya.

”Itu, pihak pengembangnya sudah kami panggil. Bangunannya memang mepet dengan sungai Amprong. Padahal sesuai aturan harus mematuhi aturan jaraknsempadan selebar 20 m dari tepi sungai,” paparnya.

Ditambahkan Sonny, pihak developer juga mengaku kegiatan pengurukan di tepi sungai Amprong itu ditujukan sebagai tanggul agar air tidak masuk ke area perumahan.

“Dia mengaku hanya untuk tanggul air. Itu oke saja, tapi kalau kemudian dibangun perumahan, itu yang nanti akan kita eksekusi. Soalnya yang sebelah selatan jembatan itu tidak ada izinnya, bangunannya mepet di tepi sungai,” pungkasnya.

Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan, juga menuturkan peringatan serupa bagi masyarakat yang sudah terlanjur tinggal di kawasan sempadan sungai.

“Bagi masyarakat yang sudah terlanjur bermukim di sana, maka perlu meningkatkan kewaspadaan. Jika rumah sudah mulai ada retakan, itu ada indikasi pergerakan tanah dan rawan longsor,” terangnya.

Hal ini, kata Raymond, mengingat tentang kondisi geografis dan geologi Kota Malang yang berada di lokasi perbukitan. Sebagian besar tanahnya terbentuk dari hasil pelapukan material erupsi di masa silam. Sehingga tanahnya relatif mudah erosi.

”Tanah mudah longsor saat jenuh apalagi sudah terbebani aktivitas manusia di atasnya,” jelasnya.

Dari catatan PJT I, debit terbesar Sungai Brantas di Kota Malang 1.580 m3/detik terjadi pada Desember 2007. Debit yang terpantau pada saat terjadi hujan dengan ketebalan 70 mm dalam satu jam pada tanggal 18 Januari, ternyata masih di kisaran 200 m3/detik. Sementara, elevasi Kota Malang sekitar 380-400 mdpl, sedangkan dasar sungai berada di 360-370 mdpl.

Raymond juga mengimbau warga yang akan membeli rumah, maupun apartemen di kawasan sempadan atau dekat sungai juga dirasa perlu mempertimbangkan kembali. “Pastikan jaminan keamanan yang menjadi kewajiban developer atau pengelola apartemen itu tersedia,” imbaunya.

Tags: banjir di kota malangBMKGBPBD kota malangCuaca ekstremkota malangLongsor di Kota MalangLongsor di Sulfat

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
Pangdam - Pangdam III/Siliwangi Apresiasi Dr Aqua Dwipayana yang akan Sharing Komunikasi dan Motivasi 50 Sesi di Jajarannya

Pangdam III/Siliwangi Apresiasi Dr Aqua Dwipayana yang akan Sharing Komunikasi dan Motivasi 50 Sesi di Jajarannya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.