Malang, Tugumalang.id– Anggota DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, menyoroti rendahnya daya tampung sekolah negeri di Jawa Timur. Saat ini, hanya sekitar 34 persen lulusan SMP sederajat yang dapat diterima di SMA, SMK, dan madrasah aliyah negeri. Kondisi tersebut membuat mayoritas peserta didik harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
Hal itu disampaikan Hikmah usai menghadiri kegiatan silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan keluarga besar PKB di Kota Malang, Sabtu (27/6/2026).
Dalam kegiatan yang juga diisi dengan serap aspirasi dan dialog tersebut, persoalan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjadi salah satu perhatian utama. Menurut Hikmah, polemik penerimaan siswa baru akan terus berulang selama daya tampung sekolah negeri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Sejarah Pemimpin Perempuan Pertama, Hikmah Bafaqih Resmi Jadi Ketua DPC PKB Kota Malang
Hanya 34 Persen Lulusan SMP Tertampung di Sekolah Negeri
Hikmah mengungkapkan, hanya sekitar 34 persen lulusan SMP sederajat yang dapat diterima di sekolah negeri, baik SMA, SMK, maupun madrasah aliyah. Dengan demikian, sekitar 66 persen siswa jenjang SMA di Jawa Timur harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
“Faktanya memang kapasitas sekolah negeri sangat terbatas sehingga sebagian besar anak harus bersekolah di lembaga swasta,” kata Hikmah.
Karena itu, ia menilai perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta perlu diperkuat. Menurutnya, mayoritas siswa jenjang SMA di Jawa Timur justru mengenyam pendidikan di sekolah swasta.
Ia menambahkan, lembaga pendidikan swasta telah berperan besar membantu negara memenuhi kebutuhan layanan pendidikan. Namun, dukungan yang diterima hingga kini dinilai belum seimbang.
Penguatan Sekolah Swasta Dinilai Lebih Realistis

Hikmah juga mengingatkan bahwa membangun sekolah negeri baru bukanlah solusi yang mudah di tengah kondisi fiskal pemerintah saat ini.
Selain membutuhkan pembangunan gedung, pemerintah juga harus menyiapkan tenaga pendidik, sarana dan prasarana, serta anggaran operasional yang tidak sedikit.
Karena itu, ia menilai penguatan sekolah swasta menjadi langkah yang lebih realistis untuk memperluas akses pendidikan.
Selain itu, Hikmah meminta bantuan pendidikan bagi siswa juga diperluas. Ia mencontohkan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) di sejumlah madrasah yang dinilai masih belum merata sehingga banyak siswa dari keluarga kurang mampu belum memperoleh bantuan.
Baca juga: Tokoh PKB Hikmah Bafaqih: Pesantren yang Bisa Selamatkan Generasi dari Kerusakan Moral
Ajak Ubah Cara Pandang tentang Sekolah Unggulan
Hikmah juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sekolah unggulan.
Menurutnya, sekolah yang baik tidak diukur dari ketatnya seleksi maupun kelengkapan fasilitas, melainkan dari keberhasilannya membentuk karakter, kecerdasan emosional, spiritual, serta kemampuan siswa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kalau pemerintah ingin masa depan pendidikan Indonesia lebih baik, maka perhatian untuk sekolah swasta harus diperkuat. Mereka menampung sebagian besar peserta didik dan memiliki peran yang sama pentingnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























